Adakah Keharusan Membayar Zakat Fitrah Bagi Yang Meninggal di Bulan Ramadhan

Adakah Keharusan Membayar Zakat Fitrah Bagi Yang Meninggal di Bulan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Membayar zakat fitrah pada bulan ramadhan bagi umat islam itu wajib hukumnya, karena memang selain msudah menjadik salah satu dari rukun islam, zakat fitrah merulana salah satu bentuk kesucian ibadah dalam hal ini adalah dari segi pembersihan jiawa dan raga umat islam terlebih khusus di bulan suci ramadhan.

Sehingga tiada alasan bagi setiap umat islam itu untuk tidak membayar zakat fitrah, namun perlu di ketahui bahwa adanya keharusan membayar zakat fitrah itu tentunya memiliki pengertian dan syarat-syarat tertentu sesuai dengan yang telah di syariatkan oleh agama Islam seperti niat doa zakat fitrah dan yang lainnya..

Lalu bagaimana jika memang seorang muslim tersebut meninggal di bulan ramadhan, Adakah keharusan untuk membayar zakat fitrah bagi dirinya? Permasalahan ini memang sudah lumrah di tengah masyarakat luas tentang bagaimana hubungan seorang yang wafat di bulan puasa dengan pembayaran zakat fitrah itu sendiri.

Perlu diketahui bahwa para ulama Syafi’iyah memberi ketentuan bahwa seseorang wajib membayar zakat fitrah ketika ia menemui dua waktu wajibnya zakat fitrah:

1. Masa akhir bulan Ramadhan atau sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadhan
2. Awal bulan Syawal, yakni setelah terbenamnya matahari lepas akhir Ramadhan.

Sementara dua waktu itu harus dijumpai. Bila salah satu saja dari dua waktu itu tidak sempat dijumpai, gugurlah kewajiban zakat fitrah bagi seseorang. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam referensi berikut:

الثاني: أن يدرك وقت وجوبها الذي هو آخر جزء من رمضان وأوّل جزء من شوال، فتخرج عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من مات قبله ودون من ولد بعده

“Syarat kedua, menemukan waktu wajibnya zakat fitrah, yakni akhir bagian dari Ramadhan dan awal bagian dari Syawal. Maka wajib dikeluarkan zakat atas orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan atas bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari, meskipun dengan jarak yang sebentar.

Tidak dikeluarkan zakat bagi orang yang mati sebelum terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) dan bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari” (Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Nihayah az-Zain, hal. 174) Maka bagi orang yang tidak menemui salah satu dari dua masa tersebut, misalnya seperti orang yang meninggal di bulan Ramadhan, atau bayi yang lahir pada malam takbir (malam Idul Fitri) maka tidak wajib bagi mereka zakat fitrah.

Penjelasan yang sama juga terdapat dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Madzhab al-Imam as-Syafi’i berikut:

الثاني- غروب شمس آخر يوم من رمضان: فمن مات بعد غروب ذلك اليوم، وجبت زكاة الفطر عنه، سواء مات بعد أن تمكن من إخراجها، أم مات قبله، بخلاف من ولد بعده. ومن مات قبل غروب شمسه لم تجب في حقه، بخلاف من ولد قبله

“Syarat kedua adalah terbenamnya matahari di akhir hari dari Ramadhan. Maka orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari pada hari tersebut, maka wajib zakat fitrah atas dirinya. Baik ia meninggal setelah mampu untuk mengeluarkan zakat atau sebelum mampu.

Berbeda hukumnya bagi bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari. Sedangkan orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) maka tidak wajib zakat bagi dirinya, berbeda hukumnya bagi bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari” ” (Dr. Musthafa Said al-Khin dan Dr. Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Madzhab al-Imam as-Syafi’i, juz 1, hal. 150)

Sedangkan ketika seseorang mempercepat (ta’jil) pembayaran zakat di awal Ramadhan, lantas ketika pertengahan Ramadhan ia meninggal, maka harta yang dikeluarkan atas nama zakat tersebut hakikatnya bukanlah zakat, tapi sedekah, sebab ia tidak menemui salah satu masa yang mewajibkan zakat, yakni awal Syawal.

Penjelasan ini seperti dijelaskan dalam kitab Dalil al-Muhtaj ala Syarh al-Minhaj:

فلو مات المالك أو تلف المال أو بيع لم يقع المعجل زكاة

Artinya : “Jika orang yang memiliki harta meninggal atau harta yang dizakati rusak atau hartanya dijual (dalam kasus zakat mal), maka benda yang dipercepat atas nama zakat tidak berstatus sebagai zakat” (Syekh Rajab Nawawi, Dalil al-Muhtaj ala Syarh al-Minhaj, Juz 1, Hal. 290)

Maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang yang meninggal di bulan Ramadhan, tidak wajib baginya membayar zakat. Bila terlanjur menunaikannya saat masih hidup, maka ia tetap mendapat pahala dari pemberiannya itu, tapi dalam status sedekah, bukan zakat fitrah.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
islam.nu.or.id
almunawwar.or.id