Alasan Kenapa Dalam Salah Satu Kalimat Arab Ada I’rob Fi’il Bisa Menerima Kasrah

Alasan Kenapa Dalam Salah Satu Kalimat Arab Ada I'rob Fi'il Bisa Menerima Kasrah

Almunawwar.or.id – Meskipun pada kedudukan dan ketentuan dalam penerapan i’rob kalimah arab fi’il itu tidak bisa menerima harkat kasrah, karena alasan-alasan tertentu yang menjadi kaidah penting dalam menerapkan sistem tersebut sehingga melahirkan sebuah kaidah penting ilmu nahwu dan sharaf.

Karena pada ketentuannya itu adalah terdapat ada beberapa hal yang menjadi sayarat tertentu dalam kaidah ilmu tata pembacaan basaha arab, seperti pada penerapan kalimah fi’il yang selamanya tidak bisa di kombinasikan dengan harkat kasrah karena prosedur ketentuan ilmu nahwu dan sharafnya.

Namun terkadang dari ketentuan tersebut terdapat pula kalimah fi’il yang menggunakan harkat kasrah seperti yang ada pada ayat ke sebelas surat Al Mujadalah, dimana ada kalimah fi’il yang berharkat kasrah, lalu bagaimana tentang koreksi dari ilmu nahwu itu sendiri. Berikut penjelasannya.

Surat Al-mujadalah ayat 11

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا إِذا قيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَ إِذا قيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَ الَّذينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجاتٍ وَ اللَّهُ بِما تَعْمَلُونَ خَبيرٌ

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berlapang-lapanglah pada majlis-majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan bagi kamu. Dan jika dikatakan kepada kamu ; Berdirilah ! “, maka berdirilah Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-rang yang diberi ilmu beberapa derajat ; Dan Allah dengan apapun yang kamu kerjakan adalah Maha Mengetahui”.

Dimana dalam ayat diatas ada dua kalimat dari fi’il mudhori’ yang di i’robi kasroh di akhirnya ,
pertama lafadz يَفْسَحِ dan kedua lafadz يَرْفَعِ .

Kedua lafadz tersebut wajib dibaca jazem (sukun di hurup akhirnya pada kalimah mufrod) sebab jadi jawab fi’il amar dari kalimat sebelumnya. lafadz يَفْسَحِ (baca yafsah) jadi jawab amar dari تَفَسَّحُوا ,
dan lafadz يَرْفَعِ (baca yarfa’) jadi jawab amar dari انْشُزُوا .

Kenapa ketika diwashol (disambung ) i’rob sukun diakhir berubah jadi kasroh ?
Jawabannya adalah karena i’rob hurup akhir lafadz يَفْسَحِ dan lafadz يَرْفَعِ adalah sukun dan hurup awal lafadz sesudahnya juga sukun, ini akan sulit dibacanya.

وحرك بالكسر لاجل التخلص من التقاء الساكنين

Artinya maka dirubah kepada kasroh karna menyelamatkan bacaan dari bertemunya dua sukun.

Itulah salah satu alasan penting dalam menjawab pertanyaan tentang i’rob kalimah fi’il yang sejatinya tidak bisa menerima harkat kasrah.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.vom