Amalan dan Doa Agar Sesuatu Yang Hilang Atau Lupa Bisa Kembali Lagi

Amalan dan Doa Agar Sesuatu Yang Hilang Atau Lupa Bisa Kembali Lagi

Almunawwar.or.id – Sering terlupa menaruh sesuatu atau barang itu merupakan salah satu sifat yang di miliki oleh manusia, Karena memang hakikatnya manusia itu tidak lepas dari dua hal yang menjadi bagian dari dirinya sendiri yaitu lupa dan salah. Termasuk ketika kita merasa lupa menyimpan suatu barang yang berharga dalam hal ini tentunya timbul bingung bagaimana cara mengingat kembali menaruh suatu benda ataupun hal lain yang memang sangat berharga dan bernilai.

Hakikat manusia yang sering terkena sifat seperti itu ataupun terkadang teralami itu wajar-wajar saja, Karena memang dua bagin tersebut merupakan salah satu hal yang ada dalam diri manusia bahkan bisa menjadi sebuah kerukhosan bagi Agama ketika seorang Muslim terlupa ataupun salah dalam melaksanakan sebuah amal ibadah, Namun tentunya dalam hal ini harus di ganti dengan amalan yang sama di saat waktu senggang ada bahkan secepatnya.

Dan dalam masalah lupa terhadap penyimpanan atau peletakan barang ataupun hal yang pergi katakanlah seperti kabur dari rumah itu ada sebuah amalan yang mungkin menjadi washilah atau perantara untuk bisa mengembalikan sesuatu yang pergi ataupun teringat kembali pada peletakan sebuah barang, Dan tidak ada salahnya apabila amalan dan doa ini senantiasa di laksanakan ketika mengalami hal semacam tersebbut. Sebagaimana kata Sayidina Abdullah Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma di saat kehilangan barang, beliau melakukan amalan ini:

يتوضأ ويصلي ركعتين ويتشهد ويقول: يا هادي الضال وراد الضالة اردد علي ضالتي بعزتك وسلطانك فإنها من عطائك وفضلك..

Yaitu:
1. Berwudhu
2. Melakukan shalat sunnah dua raka’at
3. Mengucapkan syahadat
4. Membaca doa ini:

يا هادي الضال وراد الضالة اردد علي ضالتي بعزتك وسلطانك فإنها من عطائك وفضلك…

Yaa Haadiyad Dhooli Wa Rooddad Dhoollati Urdud ‘Alayya Dhoollatii Bi ‘Izzatika Wa Shulthoonika Fa Innaha Min ‘Athooika Wa Fadhlika.

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang memberi petunjuk bagi orang yang tersesat, yang mengembalikan barang yang hilang. Kembalikanlah barangku yang hilang dengan kemulyaan dan kekuasaan-Mu. Sesungguhnya barang itu adalah bagian dari pemberian dan karunia-Mu’.”

Pengalaman beberapa teman yang kehilangan sesuatu seperti dompet, kunci, uang dan barang berharga lainnya dengan izin Allah barang yang hilang itu ditemukan tanpa berkurang sedikitpun. Silahkan diamalkan bagi yang kehilangan, Insya Allah, dengan izin-Nya Allah permudahkan untuk mendapatkannya kembali. Amalan ini terdapat dalam kitab Ahiyatul Haniyah Karya Al-Quthub Al-Habib Ali bin Hasan Al-Atthas disebutkan:

“Sebagian ulama berkata: Barang siapa kehilangan sesuatu lalu ia membaca (يا حفيظ) “Yaa Hafiidz” sebanyak 119 kali tanpa di tambah atau dikurang kemudian membaca bagian dari surat Luqman ayat 16 berikut :

{يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ

Sebanyak 119 kali maka Allah akan mengembalikan barang yang hilang tersebut dan menjaganya. INSYAA ALLAH dengan izin-Nya barang tersebut akan kembali lagi. Jangan lupa wudhu, menghadap Qiblat dan awali dengan basmalah.

Ataupun ketika kehilangan seseorang yang pergi dari rumah supaya dia bisa cepat kembali pulang, Maka ada amalan dan doa lain sebagaimana yang di terangkan Dari Almaghfurlah Romo kyai Sholeh mahally al-hafidz al-haj PPMQA Semarang, Sebagai berikut

1. Menyiapkan barang milik orang yang hilang/kabur dari rumah (baju, sarung, rok dll)
2. Sholat hajat 2 rokaat
3. Membaca yasin 3 kali (setiap sampai lafadz “mubin” diulangi 7x seraya hati memanggil orang yang hilang/kabur untuk segera pulang ke rumah)
4. Setiap selesai 1 surat yasin tiupkan ke barang orang yang hilang / kabur.
5. Pakai barang atau benda milik orang yg hilang atau kabur ketika hendak tidur.
Isyaroh: biasanya dari mimpi letak lokasi atau persembunyiannya, biasanya orang yang hilang / kabur tertarik untuk segera pulang dengan sendirinya. Wallohu a’lam. [Faisol Tantowi, Insan Terbatas].

Sebagai Referensi nya bisa di lihat kembali : Al-Mushonnaf Nomor 29720 :

أَنْبَأَنَا أَبُو الْحَسَنِ بْنُ أَبِي الْمَعْرُوفِ الْمِهْرَجَانِيُّ بِهَا ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ أَحْمَدَ ، أَخْبَرَنَا أَبُو جَعْفَرٍ أَحْمَدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الْحَذَّاءُ ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَدِينِيِّ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ ، عَنْ عُمَرَ بْنِ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ ، قَالَ : ” كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَضَلَّ شَيْئًا ، قُلِ : اللَّهُمَّ رَبَّ الضَّالَّةِ ، هَادِيَ الضَّالَّةِ ، تَهْدِي مِنَ الضَّلَالَةِ ، رُدَّ عَلَيَّ ضَالَّتِي بِقُدْرَتِكَ وَسُلْطَانِكَ مِنْ عَطَائِكَ وَفَضْلِكَ .

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id