Antara Harapan dan Tantangan di Balik Makna Tahun Baru

Antara Harapan dan Tantangan di Balik Makna Tahun Baru

Almunawwar.or.id – Hukum manusia adalah substansi sebuah perencanaan yang begitu signifikan dari semua agenda yang sudah masuk pada planing masa depan, Namun sesuatu yang jauh lebih pasti tentang makna hukum yang terjadi itu sejatinya adalah sebuah konstitusi dari sang ilahi. Manusia tidak bisa menentukan, cuman bisa mengarahkan sebuah perencanaan untuk bisa terwujud sesuai dengan apa yang di inginkan.

Tentang harapan dan tantangan itu memang seiring sejalan, Semua bisa berlalu jika bisa melalui sebuah tantangan, Ingat badai pasti berlalu semuanya tersendu di kala sebuah masalah masuk pada ruang hati dna pemikiran, Sehingga membutuhkan sebuah kepastian jawaban tentang dari mana dan kemana arah untuk di berjalankan, Jangan sampai terlena dan terbebani pada sebuah permasalahan, masih banyak masalah lain yang sudah menunggu.

Besarnya nilai substansi sebuah keinginan seseorang itu hanya sebatas pengharapan saja, tidak melebihi apa yang sudah di inginkan, Dan ketahuilah semua sisi hidup dan kehidupan itu sudah ada yang mengatur semua tatanan nya, Jika pun sebuah risalah dari peramalan itu di gerakan hanya sebatas kebetulan saja meskipun secara real itu berjalan sesuai dengan fakta tapi itu sebatas daya pikir saja yang secara kebetulan sama dengan apa yang sudah di taqdirkan.

Tidak ada salahnya memang apabila seorang manusia itu memiliki keinginan dan harapan, karena itu meruakan sebuah kelebihan yang di miliki seorang insan, dari dasar itulah megapa manusia di ciptakan tidak hanya untuk beribadah semata namun di percaya untuk memimpin dunia ini. Alasan pun bersambut, seorang manusia itu mempunyai dua hal yang tidak di miliki oleh makhluq lainnya yaitu aqal dan nafsu, dengan dua komponen tersebut semuanya berasa lebih hidup.

Akal untuk memilah dan memilih mana yang baik dna mana yang buruk, Opsional yang di kerjakan oleh aqal dengan konsekuensi bila hal buruk itu menjerumuskan pada seuah kecelakaan, namun hal yang baik justru akan membuat sebuah jalur kebaikan yang nantinya bermuara pada satu kebahagiaan. Dengan akal dan pikiran sisi kehidupan begitu bermakna seiring dnegan dinamika hidup dan kehidupan manusia di alam dunia.

Sementara dengan nafsu semuanya lebih berasa ada tantangan yang senantiasa bisa di pecahkan, Karena memang sejatinya sebuah tantangan itu harus bisa di lalui dengan begitu penyempurnaan akal dan pikiran, tidak perlu sempit dalam merubah sebuah haluan, Namun satu hal yang lebih pasti adalah tentang bagaimana kita mengarahkan akal dan pikiran itu ke sebuah hal yang memang menjadi jalan untuk menempuh keridhoan Tuhan.

Dengan berbagai perintah untuk terus memperkuat diri dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt dalam rangka menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Di antaranya seperti disebutkan dalam Surat Al-Hasyr ayat 18:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Bagi mereka yang rajin dan tekun dalam memanfaatkan waktu, insya allah hari depan akan jadi miliknya. Dan sebaliknya bagi mereka yang malas, yang hanya menunggu belas kasihan, masa depan hanyalah angan-angan. Untuk kemenangan masa depan, maka masa-masa yang lalu dianalisa, sejauh mana keberhasilan dan kegagalan untuk kemudian direfleksikan. Kekurangan, kelemahan, dan kesalahan, usahakanlah untuk dikurangi bahkan direduksi (dihilangkan sama sekali).

Dan keberhasilan lebih ditingkatkan, jangan lupa memohon pertolongan, ridha dan rahmat Allah Swt. Para ulama telah mengajarkan bahwa setiap akhir tahun dianjurkan untuk berdoa, memohon maaf atas kesalahan, dan di awal tahun berdoa untuk keberhasilan dan memenangkannya. Jika pada tahun Hijriyah, akhir dan awal tahun adalah waktu maghrib. Sedang pada tahun Masehi, maka akhir dan awal tahun jatuh pada tengah malam, jam 00.00 WIB. Sebaiknya bagi yang menghabiskan akhir tahun dan menyambut tahun baru di tempat-tempat rekreasi yang jauh dari rumah, sembari tafakkur dan tadabbur, diusahakan pada saat itu dijadikan media untuk berdoa di akhir dan awal tahun.

Jangan lupa bertawassul dengan sholat sunnat terlebih dahulu, agar doa mudah dikabulkan. Hanya tinggal beberapa jam saja kita berada di tahun 2021, sebentar lagi kita masuk di tahun 2022. Di tahun lalu telah tersimpan sejumlah kenangan, kekecewaan, penyesalan atas kesalahan yang kita lakukan. Pandemi Covid 19 telah memisahkan kita dengan keluarga, karib kerabat, teman dekat, bahkan dengan sesama wagra bangsa, menyisakan kesedihan yang teramat dalam.

Harapan dan doa kita, semoga mereka yang gugur dalam melawan Covid mendapat tempat yang layak dan terindah di sisi-Nya; diampuni segala dosa dan kesalahan, diterima iman bersama amal sholehnya, serta keluarga yang ditinggal selamanya mendapatkan kehidupan yang barokah, disertai rahmat-Nya. Aamiin. Namun tak sedikit nikmat dan keberhasilan yang didapatkan. Bertasbihlah memaha sucikan Allah, tahmid, memuji, dan dan bersyukurlah, serta beristighfarlah memohon ampunan Allah Swt.

Wallohu a’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
jabar.nu.or.id
almunawwar.or.id