Antara Kaya Yang Bersyukur Dan Fakir Yang Sabar Dari Sisi Keutamaan Versi Agama

Antara Kaya Yang Bersyukur Dan Fakir Yang Sabar Dari Sisi Keutamaan Versi Agama

Almunawwar.or.id – Hidup dan kehidupan merupakan sebuah anugerah yang begitu istimewa dan berharga jikalau mampu memaknainya sebagai arti dari pada sejatinya tujuan hidup ini, hiruk pikuk kebahagiaan dan kesedihan kerap menjadi pelangi dalam sisi kehidupan tentunya ada kala waktu bahagia ataupun sebaliknya.

Kekuatan dan kemantapan nilai keimanan seorang muslim dalam hal ini tentu sangat berpengaruh besar sekali terhadap sebuah keistiqomahan dalam melaksanakan ibadahnya, baik yang kaya maupun bagi yang miskin sejati dan hakikatnya itu sama di pandangan agama.

Meskipun perbedaan status sosial tersebut sering menjadi jarak dan pembeda antara kedua pihak, namun jika di kembalikan pada hakikat sebuah perkara atas apa yang di terima dan telah Allah S.W.T berikan itu tidak ada perbedaan yang begitu mendasar semuanya sama.

Semuanya amanat yang kelak nanti akan di minta pertanggungjawabannya, jangan sampai harta kedudukan, pangkat dan jabatan menjadi fitnah dan penghalang terhadap tercapainya nilai kerdhoan dari sang maha pencipta yaitu Allah S.W.T.

Untuk itu sisi perbedaan tersebut yang muncul dari perbedaan status sosial tersebut kiranya bisa di maknai dengan kesungguhan dan penerimaan jiwa tentang hakikat perkara apakah seseorang kaya yang harus bersyukur atau mereka yang miskin yang harus bersabar.

Mana yang lebih utama antara konseksuensi seseorang tersebut, Nah dalam hal ini salah satu kisah nyata mungkin bisa menjadi ukuran tentang makna keutamaan yang mendasar dari pada perbedaan itu.

Diriwayatkan, Ketika para faqir miskin dari sahabat nabi, mengeluh kalau derajat pahala mereka kalah dengan orang kaya yang bisa haji dan berzakat dan memerdekakan budak, maka nabi menyuruh mereka membaca wirid setelah sholat subhanalloh, alhamdulillah dan Allahu akbar masing masing 33x, agar bisa menyamai amalan para orang kaya, tapi setelah para orang kaya mendengar, mereka ( orang kaya ) juga membacanya, orang miskinpun mengeluh lagi pada nabi, dan nabi memberikan semangat pada mereka bahwan itu semua adalah anugrah Allah yang diberikan pada seorang yang dikehendakiNya.

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﻓﻘﺮﺍﺀ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﺃﺗﻮﺍ ﺭﺳﻮﻝﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻟﻮﺍ ﺫﻫﺐﺃﻫﻞ ﺍﻟﺪﺛﻮﺭ ﺑﺎﻟﺪﺭﺟﺎﺕ ﺍﻟﻌﻠﻰ ﻭﺍﻟﻨﻌﻴﻢﺍﻟﻤﻘﻴﻢ ﻳﺼﻠﻮﻥ ﻛﻤﺎ ﻧﺼﻠﻲ ﻭﻳﺼﻮﻣﻮﻥﻛﻤﺎ ﻧﺼﻮﻡ ﻭﻟﻬﻢ ﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﺃﻣﻮﺍﻝﻳﺤﺠﻮﻥ ﻭﻳﻌﺘﻤﺮﻭﻥ ﻭﻳﺠﺎﻫﺪﻭﻥﻭﻳﺘﺼﺪﻗﻮﻥ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﻻ ﺃﻋﻠﻤﻜﻢ ﺷﻴﺌﺎﺗﺪﺭﻛﻮﻥ ﺑﻪ ﻣﻦ ﺳﺒﻘﻜﻢ ﻭﺗﺴﺒﻘﻮﻥ ﺑﻪﻣﻦ ﺑﻌﺪﻛﻢ ﻭﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺣﺪ ﺃﻓﻀﻞ ﻣﻨﻜﻢﺇﻻ ﻣﻦ ﺻﻨﻊ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﺻﻨﻌﺘﻢ & ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺑﻠﻰﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ ﺗﺴﺒﺤﻮﻥ ﻭﺗﺤﻤﺪﻭﻥﻭﺗﻜﺒﺮﻭﻥ ﺧﻠﻒ ﻛﻞ ﺻﻼﺓ ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺛﻼﺛﻴﻦﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺻﺎﻟﺢ ﺍﻟﺮﺍﻭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓﻟﻢ ﺳﺌﻞ ﻋﻦ ﻛﻴﻔﻴﺔ ﺫﻛﺮﻫﻦ ﻗﺎﻝ ﻳﻘﻮﻝﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻛﺒﺮ ﺣﺘﻰﻳﻜﻮﻥ ﻣﻨﻬﻦ ﻛﻠﻬﻦ ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺛﻼﺛﻴﻦ ﻣﺘﻔﻖﻋﻠﻴﻪ

Dari hadis diatas, tidak ada yang lebih utama dari keduanya, mereka sama2 diberi anugrah dan keutamaan oleh Allah, dan simiskin menyukai amalan para sikaya dan sikaya menyukai amalan para simiskin. Kaya yang bersyukur dan miskin yang sabar sama dan anugrah .

ﻭﻣﻨﻬﺎ ﻣﻦ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺇﺫﺍ ﻣﻦ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪ ﺑﻔﻀﻞ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﻓﻀﻠﻪ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻟﻦ ﻳﺠﻮﺭ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﺣﺪ ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻏﻨﻰ ﻫﺬﺍ ﻭﺃﻓﻘﺮ ﻫﺬﺍ ﻓﻬﻮ ﻓﻀﻠﻪ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺑﺠﻮﺭ ﺑﻞ ﺫﻟﻚ ﻓﻀﻠﻪ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ ﻭﻛﺬﻟﻚ ﺃﻳﻀﺎ ﻣﻦ ﺭﺯﻗﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻤﺎ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﺯﻕ ﺍﻵﺧﺮ ﻓﻬﺬﺍ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ﻓﺎﻟﻔﻀﻞ ﺑﻴﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻳﺆﺗﻴﻪ ﻣﻦ ﻳﺸﺎﺀ . ﻭﻣﻦ ﻓﻮﺍﺋﺪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻳﻀﺎ ﺃﻥ ﺍﻷﻏﻨﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻛﺎﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﺣﺮﻳﺼﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻓﻌﻞ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭﺍﻟﺘﺴﺎﺑﻖ ﻓﻴﻪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﺻﻨﻌﻮﺍ ﻣﺜﻞ ﻣﺎ ﺻﻨﻊ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﻓﺼﺎﺭﻭﺍ ﻳﺴﺒﺤﻮﻥ ﻭﻳﺤﻤﺪﻭﻥ ﻭﻳﻜﺒﺮﻭﻥ ﺧﻠﻒ ﻛﻞ ﺻﻼﺓ ﺛﻼﺛﺎ ﻭﺛﻼﺛﻴﻦ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻤﻮﻓﻖ .

> Ghufron Bkl
menurut Qoul ALMU’TAMAT lebih utama org kaya yg bersyukur dari pada miskin yg sabar.
Sdgkan menurut Imam ALBULQINIY lebih utama org miskin yg bersabar. :

.إختلف هل الأفضل الغني الشاكر أو الفقير الصابر والمعتمد أن الغني الشاكر أفضل خلافا للبلقيني ولا ينافيه ما ورد من دخول الفقراء قبل الأغنياء بنصف يوم من أيام الآخرة لأنه قد يوجد في المفضول ما لا يوجد في الفاضل .

الباجوري ١/٢٨٥

Hakikat Bersyukur

{ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ } ( 7 ) إبراهيم وهو لغة : فعل ينبئ عن تعظيم المنعم بسبب كونه منعماً على الشاكر أو غيره سواء كان ذكراً باللسان أو عملاً بالأركان أو اعتقاداً بالجنان
اعلم أن الشكر ينتظم من علم وحال وعمل فالعلم معرفة النعمة من المنعم والحال هو الفرح الحاصل بإنعامه والعمل هو القيام بما هو مقصود المنعم ومحبوبه ويتعلق ذلك العمل بالقلب وبالجوارح وباللسان أما بالقلب فقصد الخير وإضماره لكافة الخلق وأما باللسان فإظهار الشكر لله تعالى بالتحميدات الدالة عليه وأما بالجوارح فاستعمال نعم الله تعالى في طاعته والتوقي من الاستعانة بها على معصيته
بيان الشكر في حق الله تعالى
اعلم أن العبد لا يكون شاكرا لمولاه إلا إذا استعمل نعمته في محبته أي فيما أحبه لعبده لا لنفسه وأما إذا استعمل نعمته فيما كرهه فقد كفر نعمته كما إذا أهملها وعطلها وإن كان هذا دون الأول إلا أنه كفران للنعمة بالتضييع وكل ما خلق في الدنيا إنما خلق إلة للعبد ليتوصل به إلى سعادته

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu” (QS. 14:7).
Bersyukur kepada Allah itu ada tiga cara, yaitu bersyukur dengan hati, dengan lisan, dan bersyukur dalam sikap perilaku (perbuatan)

1. Bersyukur dengan hati
Bersyukur di dalam hati ialah dengan cara membentuk keyakinan dan keinginan dalam diri untuk menjalani kebajikan-kebajikan yang telah diperintahkan dan tidak gampang memperlihatkan bentuk nikmat yang telah Allah berikan padanya terhadap setiap orang.

2. Bersyukur dengan lisan
Adapun syukur dengan lisan yaitu dengan memperbanyak puji syukur kepada Allah sambil membaca Alhamdulillah.

3. Bersyukur dalam dalam sikap prilaku (Perbuatan)
Adapun bersyukur dalam bentuk sikap tingkah laku dan perbuatan adalah dengan menjadikan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan padanya sebagai sarana amal ibadah serta menjaga diri sedapat mungkin dari tercebur dalam maksiat.

Ketahuilah…
Bahwa seseorang tidak dikatakan bersyukur selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya sebagaimana bila ia menganganggurkan nikmat tersebut karena artinya ia telah menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai kehidupan bahagia.

Keterangan dari kitab Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah hal 64 dan Mau’izhoh al-Mu’miniin Min Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/420

Hakikat dan Arti Sabar
Dari ‘Aisyah RA, diceritakan bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Inna shabra ‘inda shadmatil uula”. ‘Sesungguhnya sabar yang sempurna itu pada pukulan yang pertama’.

وأخبرنا علي بن أحمد قال: أخبرنا بن عبيد قال: حدثنا أحمد بن عمر، قال: حدثنا محمد بن مرداس قال: حدثنا يوسف بن عطية، عن عطاء بن أبي ميمونة، عن أنس بن مالك، رضي الله عنه، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “الصبر عند الصدمة الأولى”.

Dari sahabat Anas bin Malik diriwayatkan bahwa RasuluLlah SAW bersabda, “Sabar yang paling sempurna adalah pada pukulan (ketika menghadapi cobaan) yang pertama”.

ثم الصبر على أقسام: صبر على ما هو كسب للعبد، وصبر على ما ليس بكسب له.فالصبر على المكتسب، على قسمين: صبر على ما أمر الله تعالى به، وصبر على من نهى عنه.وأما الصبر على ما ليس بمكتسب للعبد: فصبره على مقاساة ما يتصل به من حكم الله فيما يناله فيه مشقة.

Sabar itu terbagi menjadi dua, yaitu sabar yang berkaitan dengan usaha hamba dan sabar yang tidak berkaitan dengan usaha hamba.
Sabar yang berkaitan dengan usaha hamba terbagi menjadi dua, yaitu sabar terhadap apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan sabar terhadap apa yang dilarang-Nya.
Sedang sabar yang tidak berkaitaan dengan usaha adalah sabar terhadap penderitaan yang terkait dengan hukum karena mendapatkan kesulitan.

سمعت الشيخ أبا عبد الرحمن السلمي يقول: سمعت السحين بن يحيى يقول: سمعت جعفر بن محمد يقول: سمعت الجنيد يقول: المسير من الدنيا إلى الآخرة سهل هين على المؤمن، وهجران الخلق في جنب الله تعالى شديد، والمسير من النفس إلى الله تعالى صعب شديد، والصبر مع الله أشد.وسئل الجنيد عن الصبر، فقال: هو تجرع المرارة من غير تعبيس.

Al- Junaid mengatakan, “Perjalanan dari duniia menuju akhirat adalah mudah dan menyenangkan bagi orang yang beriman. Putusnya hubungan makhluk di sisi Allah SWT adalah berat. Perjalanan dari diri sendiri menuju kepada Allah SWT adalah berat. Dan sabar kepada Allah SWT tentunya akan lebih berat”.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id