Antara Romadhona Atau Romadhoni Kajian Lafadz Puasa Menurut Nahwu

Antara Romadhona Atau Romadhoni Kajian Lafadz Puasa Menurut Nahwu

Almunawwar.or.id – Terhitung sangat penting sekali mempeljarai hal ikhwal yang berhubungan dengan tata cara pelaksanaan ibadah puasa ramadhan ini seperti salah satunya uraian yang menjelaskan tentang pembacaan lapadz ramodhona dan romadhoni yang memang sudah lumrah di masyarakat luas.

Dalam hal ini ilmu nahwu yang merupakan salah satu ilmu yang membahas seputar kedudukan sebuah lapadz aaupun kalimah yang sangat berpengaruh sekali terhadap kedudukan kalimah yang lainnya terutama pada kedudukan kalimah sesudahnya.

Sebagaimana yang banyak di gunakan di indonesia pada umumnya, dimana kedudukan dari dua kalimah tersebut (romadhona dan romadhoni) itu sering sekali di bacakan, maka sebagai jawabannya mari kita telusuri bersama-sama tentang kedudukan yang sebenarnya.

Dalam kitab Alfiyyah ibnu malik di jelaskan bahwa :

وَجُرَّ بِالْفَتْحَةِ مَا لاَ يَنْصَرِفْ * مَا لَمْ يُضَفْ أَوْ يَكُ بَعْدَ أَلْ رَدِفْ

Artinya : “Dan dijerkan dengan FATHAH terhadap isim yang tidak menerima tanwin, selama tidak dimudhofkan atau berada setelah AL yang mengiringinya.”

Jadi lapadz Romadhon itu adalah isim ghoiru munshorif (karena isim alam yang ada tambahan alif dan nun), yang apabila majrur maka alamatnya dengan FATHAH, namun apabila menjadi mudhof atau kemasukan Alif-Lam (AL) maka majrurnya isim ghoiru munshorif menggunakan KASROH menjadi ROMADHONI (ni) bukan na.

Dam dikarenakan niat puasa yang sering di baca dan dikenal di Indonesia dan Malaysia itu di akhiri oleh lafadz HADHIHI AS-SANATI (ti), maka hal ini menunjukkan bahwa kedudukan lapdz ROMADHON itu menjadi mudhof yang harus dibaca jer dengan kasroh menjadi ROMADHONI (ni), bukan na, sekira di baca :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّه تَعَالَى

“Nawaitu Shoma Ghodin ‘An Adaai Fardhi Syahri Romadhona Hadzihis Sanati lillahi Ta’alaa”

Namun perlu di ketahui bahwa apabila lapadz Romadlon kalau tidak diidlofatkan (dibaca jer dengan kasroh) maka itu maknanya fasid, sebab niat hanya butuh (dzorf) waktu sekejap pada malam dia niat, bukan setahun. Di dalam Kitab I’anatu at-Tholibin, juz 2/253, dijelaskan bahwa :

يقرأ رمضان بالجر بالكسرة لكونه مضافا إلى ما بعده وهو إسم الإشارة

Artinya : “Romadhoni (ni) dibaca jer dengan KASROH karena keadaannya menjadi mudhof kepada kalimat setelahnya yaitu isim isyaroh.”

Tanbih :
“Romadhoni dibaca jer dengan tanda kasroh, karena dimudhofkan pada lafadz setelahnya yaitu isim isyaroh (hadzihi)
Isim ghoiru munsharif itu tidak ditanwin dan tidak dikasroh karena punya illat yang menyebabkan sifat keisimannya lemah, lebih cenderung mirip fi’il. Namun isim ghoiru munshorif ketika dimudhofkan maka sifat keisimannya menjadi kuat, sehingga tanda jer nya pakai kasroh”.

Keterangan lain bisa di telaah kembali pada penjelasan yang terdapat pada :
1. Kitab kasyifatussaja halaman 7
2. Kitab Nihayatuz Zain dan Albaijuri halaman 187
3. Kitab I’anatu at-Tholibin juz 2 halaman 253

Walhasil :
1.Romadhon adalah isim ghoir munshorif (dengan illat ‘alam + nun) dan merupakan isim ma’rifat bila yang dimaksud adalah bulan romadhon pada tahun tertentu, namun merupakan isim nakiroh bila dimaksudkan semua bulan romadhon yang ada pada semua tahun, seperti penjelasan dalam kitab kasyifatus sajaa’.

2. Kewajiban dalam niat adalah ta’yin, sehingga dengan demikian perlu ada kata pembatas yakni hadzihi sanati yang dimudhofkan dengan lafadz romadhon dengan faedah tamyiz (pembeda).

3. Dalam bait alfiah di atas juga dijelaskan isim ghoir munshorif jika menjadi mudhof maka tanda jernya dengan kasroh.

4. Tidak ada konsekwensi (niatnya tetap sah) ketika dibaca romadhona atau romadhoni, kecuali si pengucap bisa dikatagorikan kurang fasih karena tidak bisa mendatangkan lafad sesuai makna yang dikehendaki… (nulayani ilmu ma’ani)

Catatan : Niat puasa tetap SAH walaupun salah i’rob di dalamnya, karena letak niat itu di dalam hati. Namun apabila niat diucapkan, maka hendaknya tidak salah dalam i’rob.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id