Apakah Boleh Khotib Jum’at Dibayar Pakai Uang Masjid? Berikut Penjelasannya

Apakah Boleh Khotib Jum'at Dibayar Pakai Uang Masjid? Berikut Penjelasannya

Almunawwar.or.id – Dalam tata cara pelaksanaan khutbah itu memang penting sekali untuk diperhatikan termasuk dari hal yang berhubungan dengan seorang khotib meskipun itu sudah keluar dari pada hukum khutbah, seperti yang banyak dilakukan di perkotaan.

Juga termasuk pada hak dari pada seorang khotib, salah satunya dengan tidak sedikit saat-saat ini terutama di daerah perkotaan yang memberikan upah bagi seorang khotib sebagai bentuk daripada ucapan terima kasih atas ketersediaannya dalam memberikan ceramah pada khutbah.

Maka dari hal lumrah seperti ini, muncullah pertanyaan akan masalah apakah boleh seorang khotib jum’at di bayar dengan memakai uang masji? Nah, untuk lebih memberikan penerangan dan penjelasannya berikut klarifikasinya.

Jika uang masjid tersebut didapat dengan akad untuk kemaslahatan masjid, maka itu boleh untuk membayar semacam muadzin/imam sholat dll. Namun jika uang masjid yg diwakafkan secara mutlaq atau wakaf untuk pembangunan masjid maka tidak boleh untuk membayar muadzin / khotib. Keterangan pada kitab bugyah

مسألة: ك): قال الخطيب في المغني: ويصرف الموقوف على المسجد وقفاً مطلقاً على عمارته في البناء والتجصيص المحكم والسلم والسواري للتظليل بها، والمكانس والمساحي لينقل بها الترب، وفي ظلة تمنع حطب الباب من نحو المطر إن لم تضرّ بالمارة، وفي أجرة قيم لا مؤذن وإمام وحصر ودهن، لأن القيم يحفظ العمارة بخلاف الباقي، فإن كان الوقف لمصالح المسجد صرف من ريعه لمن ذكر لا لتزويقه ونقشه، بل لو وقف عليها لم يصح اهـ. واعتمد في النهاية أنه يصرف للمؤذن وما بعده في الوقف المطلق أيضاً، ويلحق بالمؤذن الحصر والدهن

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id