Apakah Boleh Menyewakan Barang Yang Sudah Di Sewa? Berikut Jawabannya

Apakah Boleh Menyewakan Barang Yang Sudah Di Sewa Berikut Jawabannya

Almunawwar.or.id – Pada ketentuannya masalah yang memang sangat berkaitan erat dengan sistem perekonomian banyak orang saat ini sperti jual beli, sewa menyewa barang dan masalah mualamah lainnya itu adalah hal yang semestinya di ketahui pasti tentang kedudukan hukum berdasarkan kajian fiqihnya.

Salah satunya aqad ijaroh (sewa menyewa barang) yang sudah lumrah dan menjadi bagian dari pada cara berusaha dan berbisnis bagi sebagian orang, sehingga terkadang timbul pertanyaan apakah boleh jika menyewakan kembali barang yang sudah di sewa.

Masalah seperti ini tentunya sudah di kenali secara pasti bahkan tidak sedikit orang yang pernah melakukannya, atau bahkan menjadi hal yang meragukan ketika kedudukan hukumnya tersebut belum di ketahui secara pasti. Nah berikut ini jawaban dari pada masalah tersebut sebagaimana yang ada pada kitab-kitab fiqih.

Lihat Kitab al-Muhadzdzab juz 1 halaman 403 :

فصل وللمستأجر أن يؤجر العين المستأجرة إذا قبضها لان الإجارة كالبيع وبيع المبيع يجوز بعد القبض فكذلك إجارة المستأجر

Artinya : “Pasal bagi orang yang menyewa barang (Mustajir) yaitu di perbolehkannya menyewakan barang (Ainul Mustajiroh) dimana-mana barang tersebut sudah ada dalam genggamannya, karena aqad ijeoh (sewa menyewa barang) itu seperti jual beli, dam barang yang sudah di beli oleh si pembeli tersebut di perbolehkan untuk di jual kembali begitu juga dengan aqad ijaroh tersebut.

Ataupun keterangan lainnya bisa di lihat dalam kitab Mughni Ibnnu Qudamah juz 8 halaman 278 dengan redaksi sebagai berikut :

ﻓﺼﻞ : ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﺘﺄﺟﺮ ﺃﻥ ﻳﺆﺟﺮ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﺘﺄﺟﺮﺓ ﺇﺫﺍ ﻗﺒﻀﻬﺎ . ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ . ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺴﻴﺐ ، ﻭﺍﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ ، ﻭﻣﺠﺎﻫﺪ ، ﻭﻋﻜﺮﻣﺔ ، ﻭﺃﺑﻲ ﺳﻠﻤﺔ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ، ﻭﺍﻟﻨﺨﻌﻲ ، ﻭﺍﻟﺸﻌﺒﻲ ، ﻭﺍﻟﺜﻮﺭﻱ ، ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺮﺃﻱ .

Artinya : “Pasal : Boleh bagi pihak penyewa menyewakan kembali apabila barang yang disewa ketika sudah diterima seperti yang di-nash oleh imam ahmad bin hanbal, adapun ini juga pendapatnya said bin al musayyab,ibnu sirin, mujahid ikrimah, abi salamah bin abdur rahman, nakho’i, sya’bi, at tsauri, imam syafi’i, dan ashab ar aro’yi (ashab dawud ad dhohiri).

Itulah salah satu kajian penting dalam membahas hal ikhwal yang berkaitan erat dengan perekonomian banyak orang selama ini dan menjadi bagian dari pada penghasilan untuk menopang kebutuhan sehari-hari. Mohon koreksinya apabila masih ada yang kurang tepat dalam jawaban tersebut.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id