Arti dan Kedudukan Huruf ‘LAM’ Pada Ayat Laqod Kaana Menurut Kajian Ilmu Nahwu

Arti dan Kedudukan Huruf 'LAM' Pada Ayat Laqod Kaana Menurut Kajian Ilmu Nahwu

Almunawwar.or.id – Dalam setiap huruf yang tertera baik dari nash Alquran, Alhdits maupun qaul para Ulama itu memiliki makna dan tujuan tertentu, tergantung pada sisi tujuan dari pada kalimat tersebut, termasuk hurup Lam yang terdapat pada ayat “Laqod Kaana” yaitu sepenggal ayat alquran yang terdapat pada surat Al Ahzab ayat ke 21, Dimana huruf Lam pada ayat tersebut memiliki tujuan dan makna tertentu yang tentunya berkaitan dengan ayat baik sebelum maupun sesudahnya.

Jika di tinjau dari segi ilmu nahwu shorof itu terdapat hal-hal yang perlu di jelaskan jauh lebih lanjut yang merupakan pernyataan kedudukan sebuah huruf maupun kalimah pada satu keterangan ayat dan yang lainnya. Dimana antara satu huruf dengan yang lainnya memiliki keterkaitan khusus baik secara susunan lapadz maupun dari segi peninjjauan arti, seperti kedudukan huruf tersebut bisa menjadi jawaban atau memastikan pada ayat yang lain.

Dan hurup Lam yang terdapat pada ayat Laqod Kaana juga memiliki hal yang sama yaitu adanya makna dan hubungan langsung dengan kelanjutan ayat tersebut. Lalu apa arti dan tujuan huruf Lam pada ayat itu jika di tinjau dari ilmu nahwu dan shorof? Berikut penjelasan singkatnya.

Pengertian tentang Lam Qosam

و “لامُ القسم”: هي التي تقعُ في جواب القسمِ تأكيداً له، كقوله تعالى: {تاللهِ لقد آثرَك اللهُ علينا}. والجملةُ بعدَها جوابُ القسم وقد يكونُ القسمُ مُقدَّراً، كقوله سبحانه: {لقد كان لكم في رسولِ الله أُسوةٌ حَسنةٌ}.

Lam Qasam adalah lam yang terjadi pada jawabnya Qasam yang didatangkan sebagai penguat seperti pada firman Allah “TALLAAHI LAQOD AATSAROKALLAAHU ‘ALAINAA” Jumlah setelah TALLAAHI adalah jawab Qasam. Dan terkadang Qasamnya dikira-kirakan seperti pada firman Allah “ayat LAQOD KAANA LAKUM FII ROSUULILLAAHI USWATUN HASANTUN”. (Jaami’a d-Duruus al-‘Arabiyyah II/67)

adalah LAM QASAM dari Qasam yang dikira-kirakan yang takdirnya adalah WALLAAHI

لَقَدْ كانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كانَ يَرْجُوا اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً (21)
الإعراب : (اللام) لام القسم لقسم مقدّر (قد) حرف تحقيق (لكم) متعلّق بخبر كان (في رسول) متعلّق بحال من أسوة (لمن) بدل من (لكم) بإعادة الجارّ ، واسم كان ضمير هو العائد (كثيرا) مفعول مطلق نائب عن المصدر.جملة : « كان لكم … أسوة » لا محلّ لها جواب القسم المقدّر.وجملة : « كان يرجو … » لا محلّ لها صلة الموصول (من).وجملة : « يرجو … » في محلّ نصب خبر كان.وجملة : « ذكر … » لا محلّ لها معطوفة على جملة الصلة.

Penjelasannya :
LAAM = Lam qasam pada lafadz qasam yang muqaddar (dikira-kirakan yang takdirnya adalah والله
QOD = Huruf Tahqiiq
LAKUM = Berta’aalluq dengan khobarnya
KAANAFII ROSUULILLAAHI = Berta’alluq pada HAL dari lafadz USWATUN
LIMAN = BADAL dari LAKUM dengan mengulangi huruf JAAR,
Sedang Isimnya KAANA adalah berupa dhomir MUSTATIR yang takdirnya HUWAAKATSIIRAN = MAF’UL MUTHLAK

JUMLAH KAANA LAKUM sampai dengan USWATUN = Tidak ada mahal i’rabnya sebagai jawab dari Qasam yang dikira-kirakan.
JUMLAH KAANA YARJU dst.. = Tidak ada mahal i’rabnya sebagai shilah dari ISIM MAUSHUL berupa MAN.
JUMLAH YARJU.. = MAHALNYA NASHAB sebagai KHOBAR dari KAANA.
JUMLAH DZAKARA… = Tidak ada mahal i’rabnya diathafkan pada jumlah shilah KAANA YARJU.
Judul I’raab al-Quran 21/146

Itulah salah satu jawaban tentang arti kedudukan huruf Lam yang terdapat pada ayat Laqod Kaana, kajian ini di ambil dari prosedur ilmu nahwu sebagaimana yang banyak di kaji di lembaga-lembaga pondok pesantren dan majlis lainnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id