Arti Penting Dari Makna Huruf Wawu Pada Ayat Matsnaa Wa Tsulatsaa Wa Rubaa’

Arti Penting Dari Makna Huruf Wawu Pada Ayat Matsnaa Wa Tsulatsaa Wa Rubaa'

Almunawwar.or.id – Pada dasarnya dalam memahami dan mengartikan sebuah huruf dalam bahasa arab itu sangat di butuhkan kajian khusus ilmu dasar yang menerangkan secara detail maksud dan tujuan penggunaan huruf tersebut dalam kedudukan sebuah kalimah ataupun lapadz dalam hal ini adalah ilmu alat (nahwu dan shorof).

Karena secara pemakanaan haqiqi itu arti sebuah huruf tidak selamanya memiliki makna sesuai dengan makna harfiyah aslinya saja, terkadang makna asal dari pada huruf tersebut mengandung arti yang sesuai dengan maksud dan tujuan sebuah ayat ataupun dalil dan ucapan yang ada pada kalam arab.

Salah satu contohnya seperti makna dan arti huruf wawu yang ada pada ayat Al quran surat Annisa ayat 3, dimana pada kedudukan dasarnya huruf wawu tersebut memiliki makna huruf athaf (sambung), tapi sesungguhnya terdapat penjelasan penting mengenai kedudukan huruf wawu tersebut.

Sehingga para Ulama berpendapat dari masalah seperti ini yang sering di salah artikan oleh sebagian orang, padahal pentingnya mengkaji sebuah ilmu (nahwu dan shorof) pada permasalahan seperti ini sangatlah di prioritaskan jangan sampai salah mengartikan karena itu justru akan membawa ke jalan kesesatan.

Bahkan tidak sedikit dari orang-orang yang menjadikan ayat ini sebagai dalil untuk bisa menikahi istri melebihi dari pada empat, padahal saratnya bisa mempunyai istri dari pada satu orang itu adalah harus bisa adil dari sisi hak dan kewajibannya.

Dalam tafsir Al qurtubi di jelaskan :

تفسير القرطبي (5/ 17)وَإِنَّمَا الْوَاوُ فِي هَذَا الْمَوْضِعِ بَدَلٌ، أَيِ انْكِحُوا ثَلَاثًا بَدَلًا مِنْ مَثْنَى، وَرُبَاعَ بَدَلًا مِنْ ثَلَاثٍ، وَلِذَلِكَعَطَفَ بِالْوَاوِ وَلَمْ يَعْطِفْ بِأَوْ. وَلَوْ جَاءَ بِأَوْ لَجَازَ أَلَّا يَكُونَ لِصَاحِبِ الْمَثْنَى ثُلَاثُ، وَلَا لِصَاحِبِ الثُّلَاثِ رُبَاعُ. وَأَمَّا قَوْلُهُمْ: إِنَّ مَثْنَى تَقْتَضِي اثْنَيْنِ، وَثُلَاثَ ثَلَاثَةً،

Artinya : “Pastinya arti dari pada huruf wawu pada ayat tersebut itu adalah mempunyai makna badal (pengganti), dengan pengertian “Menikah terhadap tiga istri itu (badal) pengganti dari pada dua dan menikahi emapt istri itu badal dari tiga. Maka dari itu lapadz tersebut memakai huruf athaf (sambung) wawu tidak menggunakan huruf athaf Au (atau). Maka jika di datangkan makna huruf au itu maka tidak di perbolehkan memiliki istri dua ataupun tiga begitu begitu juga dengan memiliki istri tiga pengganti dari pada memiliki istri empat. Dan adapun ucapan pendapat para ulama “Sesungguhnya dua itu menjurung kepada istri dua begitu juga dengan tiga terhadap istri tiga”

Pendapat lainnya bisa di lihat daripada beberapa penerangan penjelasan berikut ini

.قوله مثنى و ثلاث و رباع بدل من النساء___فالواو ليست للعطف وإلا لزم أنه بيان جمع تسع___ولا بمعنى أو وإلا لزم أن من إختار اثنين لا يجوز له أن ينتقل إلى ثلاث أو أربع. حاشية العلامة الصاوي ١/٢٠٢

Artinya : “Ucapan matsna wa tsulasa wa rubaa itu badal pengganti (badal) dari pada kalimah nisa dan bukan pula huruf athaf, jika tidak di artikan seperti itu maka mesti ada penjelasan mengenai adanya pengumpulan sampai sembilan. dan bukan pula wawu bermakna Au, karena jika tidak seperti itu maka mesti sesungguhnya bagi laki-laki yang memilih ( dua istri) tidak boleh bagi dirinya menyukulkan sampai tiga ataupun empat istri.

Walhasil : “Makna yang sesungguhnya huruf wawu pada kalimah mastnaa wa tsulasa wa ruba’a itu bukan wawu bimakna athaf mmutlaqul jam’i (menambahkan) akan tetapi wawu yang memiliki makna badal (pengganti). Bahkan dalam penjelasan yang terdapat pada kitab Tafsir At-Thobari di sebutkan bahwa:

فكيف قـيـل: {فَٱنكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَـٰثَ وَرُبَـٰعَۖ} وذلك فـي العدد تسع؟ قـيـل: إن تأويـل ذلك: فـانكحوا ما طاب لكم من النساء، إما مثنى إن أمنتـم الـجور من أنفسكم فـيـما يجب لهما علـيكم؛ وإما ثلاث إن لـم تـخافوا ذلك؛ وإما أربع إن أمنتـم ذلك فـيهنّ، يدلّ علـى صحة ذلك قوله: {فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَٰحِدَةً} لأن الـمعنى: فإن خفتـم فـي الثنتـين فـانكحوا واحدة، ثم قال: وإن خفتـم ألا تعدلوا أيضا فـي الواحدة، فما ملكت أيـمانكم.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id