Asal Muasal Dasar Pengambilan Lafadz Allah Menurut Literasi Ilmu Shorof

Asal Muasal Dasar Pengambilan Lafadz Allah Menurut Literasi Ilmu Shorof

Almunawwar.or.id – Pemahaman mengenai hal ikhwal yang berhubungan dengan literasi bahasa arab memang layak untuk di ketahui dan dipahami oleh semua uma muslim, terutama dalam mengartikan dan memahmi asal usul daripada sebuah kalimah atau lapadz yang memang menjadi acuan dalam menerjemahkan serangkain kalimha tersebut.

Disamping itu juga tujuan dari pada memeahami lebih jauh kata dasar ataupun sukuk kata yang ada pada kalimah arab memanglah perlu dikaji dan diperhatikan, agar tujuan dari pada makna yang sebenarnya itu sesuai dengan yang di maksud dengan kalimah tersebut baik secara mufrodah (satu kata) atau jama’ (rangkaian kata).

Sehingga tidak ada lagi penyelewengan pemahaman dalam mengartikan makna yang sesungguhnya, seperti salah satu contoh mengetahui asal muasal daripada lapadz Alloh yang memang masih banyak orang yang belum mengetahui apakah di mustaq (di ambil) dari bahasa arab atau lainnya. Berikut penjelasan menurut kaidah ilmu litearsi bahasa arab (ilmu shorof).

الله اصله إله ككتاب وإمام فحذفت الهمزة إعتباطا وعوض عنه أل وهو الصحيح وقيل قياسا بأن ادخل عليه أل للتفخيم فصار الإله ثم خذفت الهمزة بعد نقل حركتها الى ما قبلها من اللام اعتباطا قصد للتخفيف او ليكون الإدغام قياسا ثم أدغمت اللامال الأولى فى الثانية ثم فخم وعظم ان فتح ما قبلها نحو قال الله او ضم نحو قالوا اللهم ورقق ان كسر نحو بسم الله

Artinya : “Lafadz Alloh (الله) asalnya Ilaahun (إله) seperti kitaabun (كتاب) dan imaamun (إمام) secara i’tibath (sembarangan). Kemudian dibuang hamzahnya, dan hamzah tersebut diganti alif lam (ال) . Itu pendapat yang shohih. Ada juga yang mengatakan secara qiyas bahwa alif lam dimasukkan pada lafal itu karena untuk pembesaran maka menjadi “ Al-Ilaahu”(الإله).

Kemudian hamzah dibuang, setelah memindah harokatnya ke huruf sebelumnya dari lam secara i’tibath (sembarangan) karena untuk tujuan meringankan atau agar terwujud idghom secara qiyas. Kemudian lam pertama di idghomkan kepada lam yang kedua. Kemudian lam dibaca tafkhim dan untuk menaggungkan apabila huruf sebelum lafal Alloh difatahah, misalnya “Qoolallohu” (قال الله), atau didlommah, misalnya “Allohumma” (اللهم), dan dibaca tarqiq apabila huruf sebelem lafal “Alloh” dikasroh misalnya bismillahi (بسم الله). Keterangan : Kitab Hillil Ma’qud min Nadzmil Maqshud halaman 3.

Keterangan lain bisa dilihat dari redaksi berikut ini:

و الخلاصة , أن كلمة (الله) كلمة عربية موجودة قبل الإسلام فقد اعتراها ما يعتري الكلمات من زيادة و تطور “ان صح التعبير” على لسان العرب , ثم ارتضاه سبحانه اسماً له عندما شرف الأرض برسوله محمد صلى الله عليه و سلم…فتُعامل معاملة (أل) التعريف (لأن هذا أصلها) و أيضاً يعامل الإسم الشريف على انه كلمة واحدة و ال(أل) فيه غير قابلة للحذف كعادة أل التعريف فلا نقول (لاه) اسم لله , لانه سبحانه اتخذ اللفظ (الله) اسماً له على حاله

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com