Bacaan Doa Shalat Istikharah Dan Keunggulan Kaifiatnya Sesuai Dengan Sunnah

Bacaan Doa Shalat Istikharah Dan Keunggulan Kaifiatnya Sesuai Dengan Sunnah

Almunawwar.or.id – Sangat di anjurkan bagi setiap muslim untuk meminta petunjuk yang terbaik kepada Alloh S.W.T atas semua hal yang menimpa dirinya, termasuk ketika harus bisa memecahkan sebuah permasalahan yang memang sangat sulit untuk di cari solusinya.

Salah satunya dengan meminta petunjuk lewat pengamalan sholat istikhoroh yang sangat di anjurkan tersebut, sebab sholat istikhoroh merupakan sebuah bukti nyata dari mendekatkan diri (Taqorrub) seorang hamba terhadap sang maha pencipta.

Untuk itu sangat di anjurkan sekali dalam pelaksanaannya terlebih di kala membutuhkan pertimbanagn pasti dari permasalahan hidup yang memang sangat dibutuhkan kepastiannya. Bahkan dengan sholat istikhoroh pula salah satu ciri seorang hamba yang di berikan keberuntungan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

مِنْ سَعَادَةِ ابْنِ آدَمَ اِسْتَخَارَتُهُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ.

Artinya : “Sebagian dari tanda-tanda keberun-tungannya anak Adam adalah permohonannya dia kepada Allah SWT untuk dipilihkan yang terbaik dengan melaksanakn sholat istikhoroh. (Hadits diriwayatkan oleh sahabat Sa’d bin abi Waqos RA).

Keutamaan Sholat Istikhoroh
Bahkan dalam sholat istikhoroh juga terdapat beberapa keutamaan yang bisa di raih oleh seorang hamba yang memang sangat membutuhkannya, hal ini telah diterangkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda :

مَا خَـــــــابَ مَنْ اِسْــــتَــــخَارَ وَلَا نَدَمَ مَنْ اِسْتَشَارَ وَلَا عَالَ مَنْ اِقْتَصَدَ.

Orang yang selalu melaksanakan sholat istikoroh, maka tidak akan kecewa, dan orang yang selalu bermusyawaroh tidak akan menyesal, dan orang yang hemat tidak akan mengalami kekurangan dalam kehidupannya. (Hadits diriwayatkan oleh: Sahabat Anas bin Malik RA).

Maka ada baiknya bagi seorang muslim jika mengalami hal seperti itu, sulit dalam menentukan jawaban masalah ataupun ingin mampu menentukan sikap langkah apa yang seharusnya dilakukan untuk selanjutnya untuk memohon ampunan lewat amalan doa dan sholat istikhoroh tersebut.

Karena di antara ciri-ciri ataupun keuntungan bagi orang yang sudah diberikan hidayah dan taufiq adalah adanya salah satu dari empat perkara, sebagaimana yang telah disebutkan dan dijelaskan dalam kitab Ihya’ Ulumuddin bahwa sebagian dari orang ahli hikmah berkata:

مَنْ أُعْطِيَ أَرْبَعًا لَمْ يُمْنَعْ أَرْبَعًا مَنْ أُعْطِيَ الشُّكْـــــرَ لَــــــمْ يُمْنَعِ الْمَزِيْدَ وَمَنْ أُعْــــــطِيَ التَّوْبَــــةَ لَمْ يُمْــــنَعِ الْقَبُوْلُ وَمَنْ أُعْطِيَ الْاِسْتِخَارَةَ لَمْ يُمْنَعِ الْخَيْرَ وَمَنْ أُعْطِيَ الْمَشُوْرَةَ لَمْ يُمْنَعِ الصَّوَابَ.

Artinya : “Barang siapa yang diberi taufiq dan hidayah untuk bisa melakukan empat perkara maka dipastikan dia akan di anugerahi oleh Allah SWT empat perkara :

1. Barang siapa yang telah diberi taufiq dan hidayah bisa bersyukur kepada Allah SWT, maka akan dipastikan untuk ditambah nikmatnya.
2. Barang siapa yang telah diberi taufiq dan hidayah bisa bertaubat kepada Allah SWT, maka akan dipastikan untuk diterima taubatnya.
3. Barang siapa yang telah diberi taufiq dan hidayah untuk bisa melakukan sholat istikhoroh kepada Allah SWT, pasti akan mendapatkan yang terbaik baginya.
4. Barang siapa yang telah diberi taufiq dan hidayah untuk bermusyawaroh dalam berbagai macam urusannya maka dipastikan akan berhasil sesuai tujuannya.

Bahkan tidak hanya di lakukan ketika seorang hamba mempunyai permasalahan yang berat dan berbobot, akan tetapi sholat isitkhoroh juga sangat di anjurkan untuk dilakukan pada setiap harinya, meskipun tidak memiliki permasalahan yang kiranya sulit untuk di pecahkan.

Dalam kitab Adabul Ulama’ Wal-Muta’allimin karya Imam Al-Husein bin Al-Mansur Al- Yamani. Seorang hamba dianjurkan setiap hari melakukan sholat istikhoroh walaupun tidak ada sesuatu yang berbobot, dengan niat dan harapan semoga Allah SWT memilihkan yang terbaik terhadap prilakunya kepada orang lain dan prilaku orang lain kepadanya.

Kaifiat Sholat Istikhoroh
1. Niat

اُصَلِّى سُنَّةَ اْلاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya berniat shalat sunnat Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Pada roka’at yang pertama dianjurkan setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun.
3. Di roka’at yang kedua setelah surat Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas.
4. Selanjutnya setelah salam membacakan doa istikhoroh dari lubuk hati yang paling dalam sesuai dengan tuntunan dan harapan, berikut doanya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَـــــــــــالَمِيْنَ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَـــــــلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ سَيِّـــــــــــــدِنَا مُحَمَّدٍ اَلصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِيْنِ وَعَلَى آلِـــــهِ وَصَحْـــــــبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَــــــــخِيْــرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِـنْ فَضْـلِكَ الْعَظِيْـــمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْـــــــــــــــدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ.
اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ جَمِيْعَ مَا أَتَحَرَّكُ فِيْهِ وَاَنْطِقُ بِهِ فِيْ حَقِّيْ وَفِيْ حَـقِّ غَيْـرِيْ، وَجَمِيْعَ مَا يَتَحَرَّكُ فِيْهِ غَيْرِيْ وَيَنْطِقُ بِهِ فِيْ حَقِّيْ وَحَـــــقِّ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنِيْ، مِنْ سَاعَتِيْ هَذِهِ إِلَى مِثْلِهَا مِنَ الْغَدِ، خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ ثُمَّ يَسِّرْهُ لِيْ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ جَمِيْعَ مَا أَتَحَرَّكُ فِيْهِ وَأَنْطِقُ بِهِ فِيْ حَقِّي وَفِي حَقِّ غِيْرِيْ، وَجَــمِيْـــعِ مَـــا يَتَحَرَّكُ فِيْهِ غَيْرِيْ فِيْ حَقِّيْ وَفِيْ حَقِّ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ، وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنِيْ مِنْ سَاعَتِيْ هَذِهِ إِلَى مِثْلِهَا مِنَ الْغَدِ، شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ عَــــاجِلِهِ وَآجِـــــــلِهِ فَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ أَيْنَـــمَا كَانَ ثُمَّ رَضِّـــنِيْ بِهِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. وَصَلَّى اللهُ عَلَــــــى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَعَلَى هَـــــذِهِ النِّيَّةِ وَكُلِّ نِيَّةٍ صَالِحَةٍ بِسِرِّ أَسْرَارِ الْفَاتِحَةِ..

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah SWT Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta. Rahmat ta’dhim dan salam sejahtera Allah SWT semoga tercurahkan atas junjungan para utusan Baginda Nabi Muhammad SAW yang jujur dan terpercaya dan semoga tercurahkan pula kepada semua keluarga dan seluruh sahabatnya.

Ya Allah dengan ilmu pengetahuan-MU aku memohon untuk dipilihkan yang terbaik, dan dengan kekuasaan-Mu aku memohon kemampuan untuk bisa melakukannya, dan dengan agungnya anugerah-Mu aku hanya memohon kepada-Mu, sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala apa saja yang Engkau kehendaki sedangkan aku tidak mempunyai daya upaya, dan sesungguhnya Engkau Maha Tahu segalanya yang baik dan yang buruk bagiku sedangkan aku tidak menge-tahuinnya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang ghoib.

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala apa saja yang akan aku ucapkan dan apa saja yang akan aku lakukan terhadap diriku dan terhadap orang lain, dan juga Engkau Maha Mengetahui segala apa saja yang akan mereka ucapkan dan apa saja yang akan mereka lakukan terhadap diriku dan terhadap istri dan anakku juga terhadap orang yang menjadi tanggung jawabku dari saat ini hingga waktu yang sama pada esok hari. Seandainya apa yang akan aku ucapkan dan apa yang akan aku lakukan atau yang akan diucapkan dan dilakukan orang lain terhadap diriku dan terhadap istri dan anakku juga terhadap orang yang menjadi tanggung jawabku dari saat ini hingga waktu yang sama pada esok hari, baik bagiku di dalam urusan agamaku, dan di dalam urusan duniaku, dan baik pula akibatnya pada masa sekarang dan masa nanti, maka tolong takdirkanlah padaku dengan penuh keberkahan dan kemudahan demi untuk mendapatinya.

Dan sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala apa saja yang akan aku ucapkan dan apa saja yang akan aku lakukan terhadap diriku dan terhadap orang lain. Dan juga Engkau Maha Mengetahui segala apa saja yang akan mereka ucapkan dan akan mereka lakukan terhadap diriku dan terhadap istri dan anakku juga terhadap orang yang menjadi tanggung jawabku dari saat ini hingga waktu yang sama pada esok hari. Seandainya apa yang akan aku ucapkan dan apa yang akan aku lakukan atau yang akan diucapkan dan dilakukan orang lain terhadap diriku dan terhadap istri dan anakku juga terhadap orang yang menjadi tanggung jawabku dari saat ini hingga waktu yang sama pada esok hari, tidak baik bagiku di dalam urusan agamaku, maupun urusan duniaku, dan tidak baik pula akibatnya pada masa sekarang dan masa nanti, maka jauhkanlah aku darinya dan jauhkanlah hal itu dariku. Dan takdirkanlah untukku yang terbaik kapan saja dan dimana saja aku berada kemudian berilah kepadaku rasa ridlo dan puas dengan ketentuan dan pilihan-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Semoga Allah SWT mencurahkan rahmat ta’dzim-Nya kepada junjungan kita Baginda Nabi Muhammad SAW dan kepada semua keluarganya beserta seluruh sahabatnya, dan segala puji bagi Allah SWT tuhan alam semesta, semoga Allah mengabulkan segala niat-niatku yang baik ini, dengan keberkahan dan rahasia yang terkandung di dalam surat Al-Fatihah. Wallohu a’lam.

Demikianlah tata cara dari pelaksanaan dan keutamaan sholat sunnat istikhoroh semoga menjadi salah satu amalan terbaik dan mampu untuk mengamalkan di setia harinya terutama di saat membutuhkan bimbingan, petunjuk dari Alloh S.W.t juga solusi dari setiap permasalah hidup yang ada.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id