Bagaimana Hukumnya Membaca Doa Dengan Bahasa Indonesia Dalam shalat

Bagaimana Hukumnya Membaca Doa Dengan Bahasa Indonesia Dalam shalat

Almunawwar.or.id – Dalam prakteknya semua amalan yang tertuju pada sebuah pelaksanaan ibadah seperti sholat misalnya ada hal yang menjadi sebuah ketentuan yang harus di laksanakan dalam pengertian jika amalan tersebut (bacaan) di ganti dengan bahasa selain bahasa arab maka itu terdapat perbedaan secara kedudukan hukum.

Meskipun dari segi pelaksanaannya tersebut haruslah sesuai dengan apa yang sudah di tentukan, dimana sebuah doa dalam sholat itu tidak boleh di gantikan dari segi bahasa lapadznya dengan luar bahasa arab (bahasa azam). Lalu bagaimana hukumnya jika doa tersebut di ganti menggunakan bahasa selain arab seperti bahasa indonesia misalnya.

Nah, dalam hal ini para Ulama khususnya Ulama fuqooha memberikan penjelasan secara detail tentang bagaimana hukum dari pelaksanaannya tersebut jika memang harus terjadi. Berikut rincian dari pada penjelasannya yang terbagi pada tiga unsur bagian, Hukumnya tafshil sebagai berikut:

1. Apabila do’a / adzkar tersebut termasuk rukun shalat, maka wajib membaca terjemahannya bagi orang yang tidak mampu berbahasa arab (‘ajiz).

2. Apabila do’a / adzkar tersebut bukan termasuk rukun shalat dan do’a itu ma’tsuroh / mandubah, maka sah sholatnya bagi orang yang memang ‘ajiz.

3. Apabila do’a / adzkar tersebut tidak ma’tsuroh (mengarang sendiri), maka sholatnya batal secara mutlaq (baik ‘ajiz atau bukan).

Sebagai dasar pengambilannya, bisa di lihat dari kitab Mughni al-muhtaj juz I halaman 177 yang redkasinya sebagai berikut:

( وَمَنْ عَجَزَ عَنْهُمَا ) أَيْ: التَّشَهُّدِ وَالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَهُوَ نَاطِقٌ،(تَرْجَمَ ) عَنْهُمَا وُجُوبًا ؛ لِأَنَّهُ لَا إعْجَازَ فِيهِمَا . أَمَّا الْقَادِرُ فَلَا يَجُوزُ لَهُ تَرْجَمَتُهُمَا ، وَتَبْطُلُ بِهِ صَلَاتُهُ ( وَيُتَرْجِمُ لِلدُّعَاءِ ) الْمَنْدُوبِ ( وَالذِّكْرِ الْمَنْدُوبِ ) نَدْبًا كَالْقُنُوتِ وَتَكْبِيرَاتِ الِانْتِقَالَاتِ وَتَسْبِيحَاتِ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ ( الْعَاجِزُ ) لِعُذْرِهِ ( لَا الْقَادِرُ ) لِعَدَمِ عُذْرِهِ ( فِي الْأَصَحِّ ) فِيهِمَا. أَمَّا غَيْرُ الْمَأْثُورِ بِأَنْ اخْتَرَعَ دُعَاءً أَوْ ذِكْرًا بِالْعَجَمِيَّةِ فِي الصَّلَاةِ فَلَا يَجُوزُ. انتهى

Sebagai referensi lainnya, bisa di lihat dan di kaji kembali pada beberapa kitab berikut ini dengan penjelasan yang ada di dalamnya:

1. Kitab Al-Turmusi Juz II Halaman 175
2. Kitab Al-Majmu’ syarhu Al-Muhadzab Juz II Halaman 129
3. Kitab Al-Jamal ‘ala Fathu Al-Wahab Juz I Halaman 350
4. Kitab Al-Mahali Juz I Halaman 168
5. Kitab Minhaju Al-Qowwim Halaman 44
6. Kitab Tuhfah Juz II Halaman 79
7. Kitab Bujairimi Juz II Halaman 68-69.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id