Beberapa Hal Mengenai Seputar Kehamilan dan Masalah Kewanitaan Secara Lengkap

Beberapa Hal Mengenai Seputar Kehamilan dan Masalah Kewanitaan Secara Lengkap

Almunawwar.o.id – Perempuan secara persfektif pandangan Agama itu sangat spesial sekali dalam segi pemberlakuan perihal mengenai hakikat dan kodrat di jadikan seorang perempuan tersebut, Salah satunya dari hal yang memang sangat khusus di di alami oleh semua perempuan tanpa terkecuali.

Mengapa hal tersebut sangatlah penting sekali untuk di bahas? Sebab selain menjadi keutamaan yang memang teramat spesial untuk di ketahui dan di fahami secara seksama, tata cara dari peribadahannya pun itu sangat berkaitan erat dengan permasalahan yang bersifat kodratnya tersebut.

Seperti permasalahan tentang kehamilan, baik dari ukuran usia masa lama dan sebentarnya termasuk dari hal lain yang sudah lumrah di lakukan oleh hampir setiap wanita yang sudah berumah tangga di antaranya permasalahan hukum memaki KB, Aborsi juga perihal mengenai apa saja yang di lakukan setelah masa kehamilan itu selesai.

Persfektif agama mengenai hal semcam itu merupakan bagian penting terhadap sisi baik dan buruknya amalan seorang wanita, jangan sampai di kesampingkan ataupun di anggap hal yang biasa saja, namun secara khusus perihal tersebut sudah sepatutnya di fahami juga di laksanakan.

Masa dan Usia Kehamilan
Masa sedikitnya wanita hamil adalah enam bulan lebih seukuran lamanya bersetubuh dan lamanya melahirkan. Waktu tersebut di hitung dari kumpul suami dengan istrinya sesudahnya akad nikah. Masa kebiasannya wanita hamil adalah sembilan bulan dan masa hamil paling lama adalah empat tahun Qamariyah, sebagaimana yang dialami sendiri oleh Imam Syafi’i di kandungan ibunya.

Masalah sedikitnya masa hamil, kebiasannya dan lamanya, yang digunakan setandar bulan yang penuh 30 hari dan bukan bulan penanggalan yang kadang hanya berisi 29 hari.

Maka, apabila ada seorang bayi lahir setelah akad nikah belum sampai penuh enam bulan, nasabnya tidak bisa kepada bapak. Dan jika ada seorang anak lahir setelah perpisahan orang tuanya sampai teng-gang lebih dari empat tahun, maka nasab anak tersebut juga tidak bisa kepada bapak.

Tetapi apabila pada saat lahirnya anak belum sampai tenggang cukup empat tahun, maka masih tetap dihukumi anaknya ba-pak yang sudah perpisahan dengan ibunya (Fathul Qaribul Mujib pada Hamisy Al-Bajuri: 1/113, Hasyiyah Al-Bujairami Alal Khatib: 1/305 dan Tabyinal Ishlah: 158).

مسئلةالولا دة

Gejala-gejala Yang Terjadi Selama Kehamilan

1. Siklus Menstruasi Berhenti
Secara normal sirkulasi menstruasi pada wanita itu, sekitar 28 hari, sirklus ini berlangsung sejak wanita menginjak usia pubertas hingga menopouse, yang berlangsung terus menerus bulan demi bulan kecuali jika terjadi kehamilan.

Akan tetapi peneliti menemukan suatu referensi yang menyebutkan bahwa wanita hamil juga masih ada yang mengeluarkan darah haid. Boleh jadi seorang wanita hamil masih mengeluarkan haid seperti biasanya, kandungannya bertambah besar sesuai jalannya bulan, tetapi darah haid tersebut tetap keluar setiap bulan.

Sebab dari berhentinya siklus menstruasi wanita yang normal (kecuali menoupouse) itu karena adanya ovulasi. Ovulasi merupakan proses pelepasan sebuah ovum matang selama siklus menstruasi.

Kejadian wanita yang hamil tetapi masih mengeluarkan darah haid peneliti kira jarang ditemukan, tetapi kebanyakan berhentinya siklus menstruasi itu merupakan tahap pertama untuk mengenali bahwa wanita tersebut hamil

2. Frekwensi Buang Air Kencing
Air kencing dalam ilmu kedokteran sangat penting karena air kencing sering digunakan untuk tes-tes kehamilan ataupun tes-tes lainnya.

Frekuwensi air kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan akan berlangsung normal. Namun frekuwensi air kencing itu akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya, karena penekanannya pada kandung kemih oleh uterus. Juga terjadi pada bulan terakhir karena kepala bayi sudah masuk rongga panggul sehingga menekan daerah sympisis.

Perkembangan nutfah menjadi alaqoh membuat rahim membesar. Pembesaran rahim mendesak kandung kemih, selama itu aktivitas ginjal menjadi meningkat, sehingga kandung kemih mudah penuh. Hal ini menyebabkan frekwensi kencing pada wanita hamil meningkat. Hal tersebut di atas sering disebut dengan “stres inkontininsia”, yaitu keadaan ketidak mampuan kandung kemih untuk mengontrol air seni (urin).

Jadi, peningkatan aliran darah ke ginjal ketika hamil itu menandakan semakin banyaknya air seni yang dihasilkan dan melunakkan otot-otot panggul, dan ini mengakibatkan kandung kemih lebih sulit dikontrol.

Pembesaran Payudara
Pembesaran payudara, disamping sering dialami wanita yang sedang mengalami menstruasi, juga dialami oleh wanita yang sedang hamil.

Pembengkakan dan pelembutan payudara, biasanya terjadi dua minggu setelah konsepsi, pembengkakan mungkin terjadi pada daerah areola (daerah puting dan sekitarnya) atau pangkal payudara, bisa juga meliputi dada secara umum, sedangkan pelembutan payudara meliputi wilayah payudara secara umum.

Morning Sicknes
Istilah Morning sicknes banyak digunakan untuk menunjukkan adanya gangguan berupa mual-mual dan kepala berkunang-kunang yang dialami wanita hamil. Gejala ini paling sering ditemukan pada saat pertama masa kehamilan, mungkin disebabkan oleh hormon kehamilan. Hormon kehamilan HCG (human chona gonadotropin) yakni hormon yang dapat menunjukkan seorang ibu hamil atau tidak.

Terjadinya Morning Sicknes, ini adalah kejadian yang wajar pada wanita hamil, tapi hal ini bisa diantisipasi dengan cara mengatur makanan yang akan dimakan “Banyak wanita merasa mual-mual di pagi hari, tetapi tidak pernah menghubungkannya dengan makanan siap saji berlemak yang mereka makan pada malam harinya.

Menurut pendapat di atas terjadinya mual-mual masih ada hubungannya dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya tetapi peneliti juga sering mendapati wanita hamil yang mual-mual serta muntah-muntah bukan hanya di pagi hari tapi juga di sepanjang malam, cara mengatasi hal ini, yaitu dengan makan jangan terlalu banyak, lebih nyaman makan sedikit tapi sering daripada makan banyak tiga kali sehari.

Mengidam
Mengidam adalah istilah yang populer di kalangan orang Jawa, yaitu keinginan-keinginan yang diluar kebiasaan dan ini terjadi pada awal-awal kehamilan.Dr. Kartini Kartono menjelaskan. “wanita-wanita hamil itu pada umumnya dihinggapi keinginan-keinginan dan kebiasaan yang aneh-aneh serta irrasional.

Keinginan-keinginan yang aneh itu diantaranya ingin makanan tertentu, buah-buahan yang asam yang kadang-kadang tidak pada musimnya, keinginan bau-bauan tertentu : misalnya, bau minyak kayu putih, ingin senantiasa menghalau nyamuk, dan mual membau keringat atau rokok ataupun minyak wangi yang dipakai oleh suaminya.

Sebagian besar wanita dalam masa mengidam biasanya diketahui dengan banyak mengemil. Akan tetapi jika keinginan mengemil ini berlaku secara terus menerus dan menggebu-gebu ini tidak baik bagi kesehatan. Keinginan untuk mengemil selama mengidam biasanya timbul karena wanita hamil dan janinnya yang terus tumbuh itu membutuhkan nutrisi tambahan seperti Calsium,Vitamin C atau Zat Besi, atau Hormonnya mungkin mengganggu kepekaan indra perasa ibu hamil.

Tumbuhnya Varises
Varises adalah benjolan urat pada belahan kaki, ini terjadi karena adanya perubahan sirkulasi darah. Sirkulasi darah wanita selama hamil lebih banyak sehingga terjadi perubahan pada pembuluh darah, jumlah darah yang lebih banyak tidak teratasi oleh katup yang mengalirkan darah ke jantung.

Akibatnya pembuluh darah melar agar darah lebih tertampung lebih banyak, pemekaran ini membuat pembuluh darah membesar, menonjol dan berwarna kebiru-biruan, biasanya pada pembuluh darah kaki atau bibir kemaluan (vulva).

Pencegahan varises dapat dilakukan dengan menyandarkan kaki pada sandaran bangku ketika duduk, cara lain yang bisa membantu pencegahan adalah dengan menaikkan ranjang pada tempat kaki sehingga darah menjadi lancar jika varises berkembang, alat pembantu pencegah yang paling baik adalah memakai stocking yang elastis.[12]

Pembesaran pada Perut
Sudah dapat dipastikan kalau wanita hamil itu akan menemukan perubahan pada perutnya, yang semula mempunyai perut yang bagus dan langsing, tetapi setelah hamil, perut itu akan semakin membesar karena di dalamnya sedang tumbuh sosok manusia baru. Pembesaran perut ini lebih nampak pada wanita-wanita yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, karena dinding perut sudah menjadi lemah.

Masih banyak lagi gejala-gejala yang terjadi pada wanita hamil, diantaranya denyut nadi bertambah cepat terjadinya pigmentasi pada kulit, timbul bintik-bintik merah pada kulit dan payudara, wasir dan lelah.

Itulah diantara gejala-gejala yang terjadi pada wanita hamil. Bagi sebagain wanita yang bangga dengan kehamilannya, gejala-gejala itu dirasakan sebagai nikmat. Akan tetapi lain dengan wanita yang menolak kehamilannya, maka gejala-gejala tersebut tidak lebih hanya sebagai beban dan siksaan.

Allah SWT juga menggambarkan kondisi wanita hamil dalam surat Luqman :14
Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya ibunya yang telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku-lah kamu kembali. (Q.S: 31:14).

Kalimat “Wahnan ala wahnin” dalam ayat di atas artinya lemah yang bertambah (lemah). Kalimat ini menggambarkan kondisi psikis dan fisik ibu pada saat mengandung.

Pada bulan-bulan pertama, ia akan mengalami perubahan-perubahan fisik yang cukup berat, diantaranya, muntah-muntah, pusing, mual dan lemas. Sedangkan dari segi psikis, misalnya cepat tersinggung, lebih banyak emosi, cemas, pencemburu dan masih banyak lagi.

Bukan saja saat kehamilan yang membuat wanita menjadi depresi, akan tetapi pada saat akan melahirkanpun merupakan saat-saat yang lebih mencemaskan, karena ia akan mempertaruhkan nyawanya dalam memperjuangkan melahirkan anaknya. sehingga banyak membuat wanita menjadi putus asa. Hal semacam ini juga dialami Siti Maryam :

Artinya : “Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata : Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.(QS : Maryam : 23 ).

Rasulullah SAW memberikan penghargaan bagi wanita yang hamil karena melihat kondisinya yang tidak bisa dirasakan oleh seorang laki-laki, dalam sabdanya : Artinya : “Dari Abu Hurairoh ra, berkata : Rasulullah SAW bersabda : “(Apabila) seorang wanita hamil maka pahalanya setingkat dengan orang yang berpuasa, melakukan sholat dan berjihad di jalan Allah, apabila dia melahirkan, maka baginya pahala yang tidak diketahui besarnya, bila ia menyusui bayinya pada setiap hisapan sebading dengan membebaskan budak”. (HR. Ibu al-Jauzi).

Hal-hal Yang dilakukan setelah Kelahiran Bayi
Jabang bayi yang baru dilahirkan dari kandungan ibu sayogyanya diusahakan agar dapat mengikuti jejak sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, dan para ulama terdahulu yang salih-salih yaitu antara lain sebagai berikut:

1. Hendaklah dibacakan azan pada telinga bayi sebelah kanan dan diiqamati pada telinga sebelah kiri, agar diselamatkan Allah dari gangguan Ummus Sibyan (jin), ank arena mengikuti sunnah Nabi Muhammad Sallallau Alaihi wa Sallam, yang paduka laksanakan azan dan iqamat itu di telinganya Sayidina Hasan bin Ali, ketika baru dilahirkan dari kandungan Sayidatina Fatimah al-Zahra’ Radliyallahu ‘Anhuma, serta sekaligus menanamkan tauhid ke dalam hati dan pendengarannya.

2. Hendaklah pada telinganya yang kanan dibacakan doa:

إنى أعيذها بك وذريتها من الشيطان الرجيم

3. Hendaklah kepada bayi itu dibacakan surat Ikhlas tiga kali pada telinganya sebelah kanan, karena Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, juga pernah berbuat demikian.

4. Hendaklah “dicetaki” dengan buah kurma. Kalau tidak ada, biasa dengan makanan manis, yang tidak dimasak dengan api.

5. Hendaklah dibacakan surat Al-Qadar atau surat Innaa Anzalnahu pada telinganya yang kanan, karena bayi yang dibacakan surat tersebut, Allah mentakdirkan, anak tersebut tidak akan berbuat zina selama hidupnya (Hasyiyah Al-Jamal Ala Syarhi Al-Minhaj: V/267, Hasyiyah Al-Bajuri: 11/305, Fathul Qarib: 63, Fathul Wahab pada Hamisy Hasyiyah Al-Jamal: V/265).

6. Hendaklah sunah mengaqiqahkan putra lelaki dengan menyembelih kambing dua ekor dan putra wanita dengan menyembelih kambing satu ekor. Ketika menyembelih aqiqah disunahkan pada hari yang ketujuh dari kelahirannya.
7. Hendaklah sunah memberi nama yang bagus kepada anak ketika pada hari ke tujuh pula, karena Nabi Muhammad Sallahu Alaihi wa Sallam, bersabda:

إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وأسماء أبائكم فحسنوا أسمائكم .(عن أبى درداء)

Artinya : “Bahwa kamu pada hari kiamat akan diundang dengan nama -namamu dan nama-nama bapakmu, maka bagusilah nama-nama-mu.” (Hadits Dari Abi Darda’).

8. Hendaklah, setelah menyembelih aqiqah, disunahkan memo-tong atau mencukur rambut bayi dan disunahkan pula sede-kah emas atau perak sebobot rambutnya tadi (Syarhu Al-Minhaj serta Hasyiyah Al-Jamal: V/266).

9. Hendaklah memohon kepada Allah agar pada saatnya lahir bayi nanti dimudahkan Allah dan lahir dengan selamat yaitu membaca:

اخرج أيـهاالولد من بطن ضيقة الى سعة هذه الدنيا اخرج بقدرة الله الذى جعلك فى قرار مكين الى قدر معلوم – لو أنزلنـا هذا القرأن على جبل لرأيته خاشعامتصدعا من خشية الله وتلك الا مثال نضربها للناس لعلكم يتفكرون – هو الله الذى لا إله إلا الله الملك القدوس السلام المؤ من المهيمن العزيز الجيار المتكبر . سبحان الله عما يشركون. هو الله الخالق البارئ المصور له الا سماء الحسنى يسبح له ما فى السموات والارض وهو الـعزيز الحكيم – وننزل من الـقرأن مـا هو شفاء ورحمـة للمؤ منـين

Masalah Bayi Kembar
Bayi yang dianggap lahir kembar, paling lama antara lahirnya bayi yang pertama dengan yang kedua adalah tenggang /jarak tidak sampai penuh enam bulan. Apabila tenggang antara kedua bayi itu sampai enam bulan maka bayi yang lahir nomor dua tidak dihukumi kembar. Dan hukum-nya seperti hamil sendiri.

Masalah Aborsi
Menggugurkan kandungan yang sudah dimasukkan ruh padanya, yaitu umur 120 hari, hukumnya jelas haram. Adapun menggugurkan kandungan yang belum dimasukkan padanya ruh, Qaulul Muttajih menurut Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami hukumnya adalah haram. Tetapi menurut Syakh Ramli, hukumnya tidak haram (Fatawi Al-Ramli pada Hamisy Al-Fatawi al-Kubra al-Fqhiyah li Ibni Hajar: IV/203 dan Ri’ayatal Himmat: II/296).

Masalah Hukum KB
Menggunakan obat yang dapat mencegah kehamilan secara abadi, hukumnya adalah haram. Adapun menggunakan obat yang hanya menjarangkan kehamilan, jika tidak karena uzur, hukumnya adalah makruh. Dan jika menggunakan obat penjarang kehamilan dikarenakan uzur, misalnya karena repot mengurusi anak, maka hukumnya tidak makruh (Fatawi al-Ramli: IV/203).

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com