Beberapa Istilah-Istilah Yang Ada Dan Berkembang Dalam Madzhab Syafi’i

Beberapa Istilah-Istilah Yang Ada Dan Berkembang Dalam Madzhab Syafi'i

Almunawwar.or.id – Peranan penting dari seorang tokoh besar islam termasuk didalamnya para ulama masyhur yang sangat di percayai oleh umat sebagai salah satu imam Mujtahid itu sangatlah besar terhadap penerjemahan serta pencapain sebuah hukum agama yang tergariskan pada pendapat-pendapatnya.

Sehingga dengan pandangannya itu yang tentu bersumber berdasarkan Alquran dan Alhadits bisa jauh di mengerti dan di pahami oleh orang awam, salah satunya yang berkembang di madzhab imam Syafi’i yang terkenal akan istilah-istilah fiqihnya yang detail baik itu qaul qodim maupun untuk qaul hadits.

Nah dari beberapa pandangan dan pendapatnya tersebut para ulama lainnya merangkum pendapat imam syafi’i dalam menerangkan penjelasan tentang seputar hal yang berhubungan dengan ilmu fiqih. Seperti berikut ini rangkuman dari istilah-istilah yang ada dalam madzhab Syafi’i.

1. Qaul Qodim
Maksudnya adalah pendapat imam syafi’i yang di kemukakan ketika beliau tinggal di bagdad irak, sebelum hijrah ke mesir baik pendapat itu berupa tulisan, dalam kitab atau fatwa maupun dalam bentuk yang lain. Al-Syafi’i ketika di Irak menulis kitab berjudul al-Hujjah yang di riwayatkan oleh lima murid beliau : Imam Ahmad bin Hambal (w. 241 H), Abu Tsaur (w. 240 H), al-Za’faroni (w.260H), Karabisi (w.248H), dan Abu Ali al-Hasan (w. 260H).

2. Qaul Jadid
Pendapat al-Syafi’i ketika beliau bermukim di mesir, baik berupa kitab maupun fatwa,. kitab populer yang beliau tulis di mesir adalah al-Um. perowi kitab ini dan Qaul Jadid yang lain adalah al-Bawaithi (w.231H), al-Muzani (w.260H) dan masih ada enam perowi sekaligus murid al-Syafi’i yang lain.

Dan diantara Qaoul Qodim dan Qaoul Jadid dalam fikih syafi’i secara fungsional tak ubahnya seperti nasikh mansukh dalam kaidah hukum islam, walaupun tidak secara mutlak, masih harus di perhatikan korelasi Qaoul itu dengan kemaslahatan umum manusia.

Selain dua istilah yang sangat populer dalam kitab-kitab mazhab Syafi’i ada beberapa istilah yang seharusnya di pahami oleh para ulama bermazhab syafi’i. Istilah istilah itu adalah:

1. Al-Nash (teks) adalah pendapat Syafi’i sendiri. pendapat beliau ini di sebut nash untuk menempatkan pendapat beliau pada posisi tertinggi dalam internal mazhab.
2. Al-Manshush, pendapat yang kuat menurut penilaian al-Syafi’i. istilah ini di populerkan oleh murid-murid beliau guna mencari legitimasi dari gurunya.
3. Al-Takhrij adalah jawaban al-Syafi’i dalam dua kasus yang hampir sama, tetapi ketentuan hukumnya di terapkan berbeda.
4. Al-Awjuh pendapat murid al-Syafi’i sesuai dengan kaidah dan metodologi yang di kembangkan oleh al-Syafi’i walaupun ending ketetapan hukumnya berbeda dengan pendapat gurunya.
5. Al-Thuruqi adalah pendapat murid-murid al-Syafi’i yang antara satu pendapat dengan yang lain berbeda istilah istilah di atas di pilih secara hirarkhisesuai urutannya. dalam al-Qaoul (jama al-Aqwal) di kenal istilah al-Adzhar, al-Dzohir, dan al-Masyhur. sedang dalam al-Awjuh berkembang istilah al-Ashoh dan al-Shohih yang kekuatannya berlaku secara hirarkhis. bersambung..

Istilah-Istilah dalam Fiqih Syafi’i
Sebagaimana surat kabar dan juga buku-buku kontemporer, kitab turots pun mempunyai istilah khusus yang perlu kita ketahui sebelum membacanya. Ketika membaca kitab-kitab yang dalam kategori fiqih Syafi’i, kita akan menjumpai istilah-istilah khusus yang agak sulit kita pahami seperti Aqwal, Awjah, Azhhar, Masyhur, Ashohh, Shohih, Qoul Qodim, Qoul Jadid, dan sebagainya.

Oleh sebab itulah, tak ada salahnya jika kita mengetahui apa sih makna sebenarnya istilah-istilah yang kedengerannya agak asing tersebut. Dengan demikian, diharapkan agar kita tidak perlu lagi repot-repot memikirkan maksud dan maknanya. Adapun keterangannya sebagai berikut;
1. Aqwal adalah istilah ini berarti perkataan Imam Syafi’i.
2. Awjah adalah perkataan pengikut madzhab Syafi’i.
3. Azhhar adalah suatu istilah yang dilontarkan Imam Syafi’i apabila terdapat perbedaan antara dua pendapat yang sama-sama kuat, maka yang lebih kuat dinamakan azhhar.
4. Masyhur adalah pendapat yang kurang kuat menurut Imam Syafi’i.
5. Ashohh suatu istilah yang dikemukakan pengikut madzhab Syafi’i apabila terdapat perbedaan dua pendapat yang sama-sama kuat, maka pendapat yang lebih kuat dinamakan ashohh.
6. Shohih ialah pendapat yang kurang kuat dari perbedaan pendapat di atas.
7. Nash bila ada kata nash, maka yang dimaksud adalah nash/teksnya Imam Syafi’i dalam suatu masalah.
8. Qoul Qodim adalah fatwa atau pendapat Imam Syafi’i ketika berada di Iraq. Di antara para fuqoha’ yang masyhur meriwayatkan pendapat ini adalah Karabisi, Za’faroni, Abu Tsaur, dan Ahmad ibnu Hanbal.
9. Qoul Jadid adalah fatwa atau pendapat Imam Syafi’i setelah kepindahannya ke Mesir. Adapun di antara para fuqoha’ yang masyhur meriwayatkan perkataan ini aadalah al-Mazani, Buwaithy, Rabi’ al-Muradi, dan rabi’ al-Jizi. Pada tataran realitanya, qoul (pendapat) ini mendapat prioritas yang lebih daripada qoul qodim, kecuali perihal perpanjangan waktu shalat Maghrib hingga hilangnya mega-mega merah.
10. Wa qila kadza adalah pendapat lemah dari pengikut madzhab Imam Syafi’i.
11. Wa fi qouli kadza adalah pendapat Imam Syafi’i yang lemah menurut pengikutnya.

Itulah istilah-istilah yang ada pada madzhab Syafi’i tentang semua huum yang berkaitan dengan kajian ilmu fiqih yang mencakup beberapa masalah yang berkembang di masyarakat awam tentunya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com