Bedanya Khobar Mufrod dan Ghair Mufrad Serta Cara Washol Basmalah Ke Taawudz

Bedanya Khobar Mufrod dan Ghair Mufrad Serta Cara Washol Basmalah Ke Taawudz

Almunawwar.or.id – Dalam istilah kajian khusus mengenai perihal kedudukan sebuah kalimah yang menjadi khobar dalam susunan tarkibannya itu bisa di di ambil atau di gunakan dari kalimah mufrod juga bisa dari ghair mufrod (lebih dari pada satu kalimah).

Dimana penggunaan khobar yang merupakan istilah untuk kalimah yang berfungsi sebagai penyempurna bagi kalimah sebelumya, yang dalam hal ini adalah mubtada (kalimah awal) sangat berpengaruh sekali terhadap makna dari pada tujuan mubtada atau ibtida tersebut.

Dalam artian makna ibtida tidak akan sempurna dan tidak berfaidah jika selanjutnya atau ke depannya tidak pula di sertai kalimah yang kedudukannya jadi khobar, baik itu khobar mufrod (satu) atau pengambilan dari khobar ghoir mufrod seperti yang banyak di bahas dalam kajian kitab-kitab di Pondok Pesantren.

Ataupun kedudukan khobar tersebut di ambil dari kalimah yang menyerupai jumlah seperti jar majrur dan dhorof, keduanya tersebut terkadang di jadikan sebagai kalimah penyempurna bagi mubtada (ibtida) dan sangat populer sekali dalam literasi bahasa arab.

Termasuk dari ketentuan mengenai pembacaan lapadz taawudz yang di langsungkan pada kalimah bismillah, dimana secara pembacaan yang di atur dalm ilmu tajwid itu terdapat beberapa hal yang harus diketahui sebelum pembacaan itu di lakukan.

Yang kedua dari ketentuan tersebut merupakan cara tepat penguraian dan pembacaan dasar kalimah bahasa arab, terutama yang termaktub dalam kitab Suci Alquran dan juga Al hadits, begitu pula penerangan yang ada dari kitab-kitab karangan para Ulama, dan berikut penjelasan mengenai kedua hal tersebut.

Contoh dan Keterangan Mengenai Khobar
Khobar terbagi 2:
1. Khobar mufrod, yaitu khobar yang terdiri dari 1 kata (isim) saja. Contoh khobar mufrod:
الأولاد نائمون (Al-Aulaad naa-imuun = Anak-anak itu tidur).

2. Khobar ghoiru mufrod, yaitu khobar yang terdiri dari jumlah (kalimat sempurna) atau sibhul jumlah (yang menyerupai kalimat)

a. Yang termasuk jumlah adalah jumlah ismiyyah (yang terdiri dari mubtada’ dan khobar) dan jumlah fi’liyyah (yang terdiri dari fi’il dan fa’il)

b. Yang termasuk sibhul jumlah adalah jar majrur (huruf jar dan isim majrur) dan zhorof (keterangan tempat).
Contoh khobar ghoiru mufrod:
a. Contoh Khobar Jumlah ismiyyah:
علي أبوه غنيّ (‘Aliyy abuuhu ghoniy = Ali bapaknya kaya)

Keterangan: Lapadz Aliyy Tarkiban menjadi Mubtada’ I, Abuuhu ghoniyy Tarkiban menjadi Khobar I yang berbentuk jumlah ismiyyah, Lapadz Abuuhu Tarkiban menjadi Mubtada’ II lapadz Ghoniyy Tarkiban menjadi Khobar II.

b. Contoh Khobar Jumlah fi’liyyah:
عليّ يصلّى في المسجد (‘Aliyy yusholli fil masjid = Ali sholat di masjid)
Keterangan: Lapadz’Aliyy Tarkiban menjadi Mubtada’, lapadz Yusholli fil masjid Tarkiban menjadi Khobar, yang berbentuk jumlah fi’liyyah

c. Contoh Khobar yang menyerupai jumlah (Jar Majrur)
الحمد لله (Alhamdulillah artinya segala puji bagi Allah)
Keterangan: Lapdz Alhamdu Tarkiban menjadi Mubtada’, Lapadz Lillah Tarkiban menjadi Khobar, yang berbentuk jar majrur

d. Contoh Khobar yang menyerupai jumlah (Zhorof)
الأستاذ أمامك (Al-ustaadz amaamaka = Ustadz itu ada di depanmu)
Keterangan: Lapadz Al-ustaadz Tarkiban menjadi Mubtada’, Amaamaka Tarkiban menjadi Khobar, yang berbentuk zhorof

Walhasil :

والخبر قسمان مفرد وغير مفردالمفرد في هذا الباب ما ليس بجملة ولا شبيه بهاوغير المفرد الجملة وشبهها وهو الظرف والمجرورفالمفرد نحو زيد قائم فزيد مبتداء وقائم خبره وهو مفرد لأنه ليس بجملة وكذلك الزيدان قائمان والزيدون قائمون والهندات قائمات فالخبر في هذه المثال كلها مفرد
ان كان مثنى او مجموعا لأنه ليس بجملةوغير المفرد اربعة اشياء الجار والمجرور والظرف والفعل مع فاعله والمبتداء مع خبره

Khobar itu ada dua Mufrod Dan Ghoiru Mufrod, Yang Di Maksud Mufrod Dalam Bab Ini Ialah Sesuatu Yang Tidak Berupa Jumlah Dan Juga Tidak Berupa Syibeh Jumlah, Dan Yang Di Maksud Khobar Ghairu Mufrod Ialah Jumlah Dan Syibeh Jumlah Yaitu Dhorof Dan Majrur

Contoh Mufrod Ialah “ZAIDU QOIMUN” ZAIDUN Tarkiban menjadi Mubtada’, QOIMUN Tarkiban menjadi Khobarnya, Lafadz QOIMUN Tarkiban menjadi Mufrod Karna Bukan Jumlah. Begitu juga dengan contoh

1. AL-ZAIDANI QOIMANI
2. AL-ZAIDUNA QOIMUUNA
3. AL-HINDATU QOIMAATUN

Khobar dari Ketiga Contoh Dikatakan Mufrod Kendatipun Berupa Tasniyah Dan Jamak Karna Tidak Berupa Jumlah
Ghoiru Mufrod Itu Ada 4 :
1. Jar Majrur
2. Dhorof
3. Fi’il Serta Fa’ilnya
4. Mubtada’ seta Khobarnya

Contoh dan Keterangan Mengenai Washol Taawudz ke Basmalah

إذا أردت قراءة القرآن، فكيف تبدأ بالاستعاذة والبسملة مع أول السورة؟ يجوز لك في ذلك أربعة أوجه: قطع الجميع. والمقصود به قطع الاستعاذة عن البسملة، والبسملة عن أول السورة. ووصل الجميع. والمقصود به وصل الاستعاذة والبسملة مع أول السورة. وقطع الأول، ووصل الثاني بالثالث. أي قطع الاستعاذة، ثم وصل البسملة بأول السورة. ووصل الأول بالثاني، وقطع الثالث. أي وصل الاستعاذة مع البسملة، ثم البدء بأول السورة. والوجه الأول (قطع الجميع) هو الأفضل في الأداء

Lafadz isti’adzah boleh diwashal (disambungkan) dengan basmalah. Adapun hukumnya membaca ta’awudz, basmalah dan surat terbagi 4, yaitu:

1. Qath’ul jami’. Artinya: diputuskan / diwaqafkan semuanya. Contoh: A’uudzubillahiminasy syaithoonir rojiim. Bismillahirrohmaanirrohiim. Qul huwalloohu ahad.

2. Washlul basmalati bis surah. Artinya : Mewashalkan basmalah dengan surat, adapun ta’awudznya diwaqafkan. Contoh: A’uudzubillahiminasy syaithoonir rojiim. Bismillahirrohmaanirrohiimi qul huwalloohu ahad.

3. Washlul isti’adzati bil basmalah. artinya : mewashalkan ta’awudz dengan basmalah, akhir basmalahnya di waqafkan. Contoh: A’uudzubillahiminasy syaithoonir rojiimi bismillahirrohmaanirrohiim. Qul huwalloohu ahad.

4. Washlul jami’. Artinya: Antara ta’awudz, basmalah dan surat diwashalkan semuanya. Contoh: A’uudzubillahiminasy syaithoonir rojiimi bismillahirrohmaanirrohiimi qul huwalloohu ahad. Dan yang paling afdhal adalah poin nomor 1 (Qath’ul jami’).

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com