Cara Menyambut dan Mengisi Ramadhan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Cara Menyambut dan Mengisi Ramadhan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Almunawwar.or.id – Ada makna yang penting di balik datangnya bulan ramadhan yang agung ini, dimana segenap umat islam di dunia sangat antusias tinggi terhadap kedatangan bulan suci tersebut, sehingga berbagai upaya pun tengah di lakukan dan di persipakn untuk menymabutnya.

Namun sangat perlu di perhatikan tentang bagaimana cara terbaik dalam mengisi dan menymabut keharibaan bulan suci ramadhan tersebut, seperti salah satunya yang di lakukan oleh Syeikh Abdul Qodir jaelani yang terkenal dengan ulama ahli tasawwuf tersebut.

Sehingga bukan hanya sekedar menyambut dan mampu melaksanakan semua malan yang di perintah di bulan suci itu, akan tetapi jauh lebih bermakna dan berarti sesuai dengan anjuran agama dan di amlakan khusus oleh para Ulama salah satunya oleh syeikh abdul qodir itu.

Pada bulan Sya’ban, Syekh Abdul Qadir menyarankan umat Islam untuk memperbanyak shalawat nabi. Pasalnya, Sya’ban adalah bulan Rasulullah SAW. Umat Islam seyogianya bertawasul melalui Rasulullah SAW agar Allah membersihkan batinnya dari pelbagai penyakit, yaitu riya, ujub, takabbur, dengki, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam menyongsong bulan Ramadhan, Syekh Abdul Qadir menganjurkan umat Islam untuk meninggalkan segala perbuatan dosa dan segara melakukan tobat kepada Allah sebagai keterangan berikut ini:

وقد قال صلى الله عليه وسلم “من صلى عليّ واحدة صلى الله عليه عشرا” فينبغي لكل مؤمن لبيب أن لا يغفل في هذا الشهر بل يتأهب فيه لاستقبال شهر رمضان بالتطهر من الذنوب والتوبة عما فات وسلف فيما مضى من الأيام فيتضرع إلى الله في شهر شعبان ويتوسل إلى الله تعالى بصاحب الشهر محمد صلى الله عليه وسلم حتى يصلح فساد قلبه ويداوى مرض سره ولا يسوف ويؤخر ذلك إلى غد

Artinya, “Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang bershalawat sekali untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.’ Oleh karena itu, seorang Mukmin yang pandai tidak abai pada bulan ini (Sya’ban). Bahkan ia harus mempersiapkan diri pada bulan ini untuk menyambut bulan Ramadhan dengan bersuci dari dosa dan bertobat atas kebaikan yang luput pada hari-hari yang lewat. Ia seyogianya tunduk kepada Allah di bulan Sya’ban dan bertawasul melalui Rasulullah, pemilik bulan Sya’ban sehingga ia dapat memperbaiki kerusakan batinnya dan mengobati sakit secara rohani tanpa menunda dan menangguhkan sampai besok,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Syekh Abdul Qadir menganjurkan pertobatan dan peribadatan segera tanpa menunda-nunda. Ia menyarankan agar umat Islam segera mengisi waktunya dengan kebaikan. Pasalnya, tidak ada jaminan panjang usia sampai esok hari.

لأن الأيام ثلاثة أمس وهو أجل واليوم وهو عمل وغدا وهو أمل فلا تدري هل تبلغه أم لا؟ فأمس موعظة واليوم غنيمة وغدا مخاطرة

Artinya, “Hari-hari hanya tiga. Kemarin adalah waktu yang sudah selesai. Hari ini adalah waktu beramal. Esok adalah angan-angan. Kau tidak tahu apakah kau akan mengalami esok hari atau tidak? Kemarin adalah nasihat. Hari ini adalah ghanimah (amal kebaikan). Besok adalah pertaruhan,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Demikian persiapan yang dianjurkan oleh Syekh Abdul Qadir dalam menyambut bulan Ramadhan. Persiapan ini diharapkan dapat membimbing seseorang di dalam adab menyongsong Ramadhan. tulah makna terindah di balik peyambuta dna pelaksanaan di bulan suci ramadhan, semoga kita senantiasa menjadikannya sebagai kesempatan emas yang mampu meraih keistimewaaan dari rahasia yang ada di bulan suci tersebut.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id