Cara Menyembuhkan Kemarahan Hati Dengan Ilmu Dan Pengamalan

Cara Menyembuhkan Kemarahan Hati Dengan Ilmu Dan Pengamalan

Almunawwar.or.id – Sebagai manusia biasa tentu tidak akan lepas dari rasa salah, marah, benci dan segala hal yang berhubungan dengan masalah hati, semuanya merupakan gambaran dari dinamika kehidupan ini yang tentunya sangat memerlukan bimbingan untuk mengarahkan ke hal yang lebih baik.

Akan kiranya semua itu, berintropkesi diri merupakan langkah tepat untuk menjawab semua hal yang memang selama ini menjadi persoalan dalam hidup baik untuk diri maupun untuk orang lain, sebab ingatlah mawas diri itu lebih berarti dari pada sibuk mencari dan memikirkan masalah orang lain.

Terutama saat rasa marah, iri dengki marah datang menghampiri yang justru akan jauh mempersulit hati untuk bisa menemukan titik terang dalam keluar dari penyakit hati seperti ini. Lalu bagaimana cara meredam sekaligus menghilangkan rasa marah tersebut? Berikut beberapa langkah cara tepat dalam mengatasi permasalahan seperti itu sesuai denga keterangan yang bergulir dan ada di dalam kajian ilmu agama.

Cara meredam marah menurut Imam ghozali dalam kitab Ikhya Ulumuddin

الأول أن يتفكر في الأخبار التي سنوردها في فضل كظم الغيظ والعفو والحلم والاحتمال فيرغب في ثوابه

1. Bertafakur dengan hadits2 tentang kelebihan orang yg mampu menahan amarah, sebagiannya “hai anak adam, ingatlah Aku ketika marah, Aku akan mengingatmu saat marah maka tidak akan Aku hapus engkau dalam golongan orang-orang yang Aku hapus”

الثاني أن يخوف نفسه بعقاب الله

2. Menakuti diri kita sendiri akan siksaan Allah bagi orang pemarah

الثالث أن يحذر نفسه عاقبة العداوة والانتقام وتشمر العدو لمقابلته والسعي في هدم أغراضه والشماتة بمصائبه وهو لا يخلو عن المصائب فيخوف نفسه بعواقب الغضب في الدنيا إن كان لا يخاف من الآخرة

3. Mengingatkan dirinya sendiri akan dampak permusuhan karena bias saja akan berdampak menimbulkan musibah di dunia pada diri sendiri bila ia tidak takut akan dampak marah saat di akhirat kelak

الرابع أن يتفكر في قبح صورته عند الغضب بأن يتذكر صورة غيره في حالة الغضب ويتفكر في قبح الغضب في نفسه

4. Melihat jeleknya marah, dengan cara mengingat orang lain saat marah, bararti kitapun kalau marah juga jelek

الخامس أن يتفكر في السبب الذي يدعوه إلى الانتقام ويمنعه من كظم الغيظ

5. Mengingat2 kembali hal yang menjadikan kita marah dan bisa menghilangkan sabar kita

السادس أن يعلم أن غضبه من تعجبه من جريان الشيء على وفق مراد الله لا على وفق مراده فكيف يقول مرادي أولى من مراد الله ويوشك أن يكون غضب الله عليه أعظم من غضبه

6. Mencoba menyadari bahwa marah sebenarnya adalah keinginan agar yang dikehendaki sesuai dengan kehendak Allah, bukankah artinya kita akan memaksakankehendak kita diatas kehendak Allah ?

وأما العمل فأن تقول بلسانك أعوذ بالله من الشيطان الرجيم هكذا أمر رسول الله صلى الله عليه و سلم أن يقال عند الغيظ

7. Saat marah cobalah membaca Taawudz,

Menyembuhkan kemarahan dengan amalan diantaranya dengan mengucapkan :
1. Kalimat ” a’udzubillahi minasy syaitoonirrojiim “.
2. Jika marahnya dalam keadaan berdiri, maka duduklah, dan jika marahnya dalam keadaan duduk maka tidurlah.
3. Dianjurkan berwudhu dengan air yang dingin, karena kemarahan sumbernya dari api dan tidak bisa memadamkan api kecuali air.
4. Dzikrulloh (Selalu senantiasa mengingat Alloh S.W.T)

Cara Aplikasi tepat untuk meredam rasa marah dengan pembuktian dan pengamalan sebagai berikut :

1. Mengingat ingat keutamaan menahan amarah, keutamaan memaafkan, keutamaan bersabar dan keutamaan menanggung rasa sakit, jika begitu maka dia akan berharap mendapatkan pahalanya, jadi harapan terhadap pahala tersebut bisa mencegahnya dari menyakiti orang lain dan bisa memadamkan amarahnya.

2. Memberikan peringatan kepada diri sendiri tentang siksa Allah jika dia meluluskan amarahnya, apakah dia aman dari murka Allah di hari kiamat, padahal ampunan adalah hal yang paling dia butuhkan.

3. Memperingatkan pada diri sendiri akibat dari permusuhan dan akibat dari menyakiti, musuh akan terus menerus melawan dan berusaha merusak kehormatannya, mencela musibah-musibahnya sedangkan dia tidak pernah sepi dari musibah. Jadi, peringatkanlah diri sendiri akibat dari kemarahan di dunia jika tidak takut akibat di akherat.

4. Memikirkan buruknya rupa ketika marah, misalnya dengan mengingat ingat rupa orang lain ketika marah, memikirkan buruknya rupa diri sendiri ketika marah, dan miripnya orang yang marah dengan anjing galak dan binatang buas yang menyerang, serta memikirkan orang sabar yang tidak mau marah serupa dengan para nabi, wali, ulama’ dan orang bijak. Kemudian menyerahkan pada dirinya sendiri, apakah memilih mirip anjing galak ataukah memilih mirip para nabi ?. Tujuannya agar hatinya condong untuk mencintai dan mengikuti mereka.

5. Memikirkan sebab yang bisa menariknya kepada menyakiti dan mencegahnya dari menahan amarah.

Wallohu a’lamu Bishowaab
Semoga bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id