Cikal Bakal Alkimia Yang Terlahir Dari Pemecahan Misteri Hieroglif Oleh Ilmuwan Muslim

Cikal Bakal Alkimia Yang Terlahir Dari Pemecahan Misteri Hieroglif Oleh Ilmuwan Muslim

Almunawwar.or.id – Dalam perkembangannya dunia dekade peradaban islam dunia memang tidak bisa lepas dari nilai kultur sejarah dari perjalanannya tersebut, Sehingga lahirlah sebuah peradaban baru dalam pengukiran yang menandakan terhadap adanya berkehidupan beragama pada waktu itu.

Dan daya dari pada sejarah pengukiran tersebut oleh beberapa umat terdahulu di apresiasikan lewat esensi yang di gambarkan pada sebuah hieroglif keislaman sebagai bukti sejarah ternyata yang mengiringi peradaban-peradaban islam di sebuah wilayah.

Meski dalam hal ini terdapat pro kontra dari berbagai lapisan orang, namun di balik penciptaan sebuah momen tersebut terdapat manfaat yang besar yang bisa di dapatkan oleh bangsa-bangsa islam lainnya ketika mengunjungi dan tahu masa-masa peradaban kejayaan islam di masa lalu.

Bahkan tidak sedikit dari kalangan cendikiawan dan para pemikir islam lainnya termasuk dari kalangan seniman islam sendiri yang menjadikan hieroglif sebagai inspirasi dekoratif bangunan atau medium lain. Bahkan, mereka keluar masuk kuil dan gereja Koptik untuk melihat bahkan meniru dekorasi nya.

Catatan sejarah yang berupa sebuah momentum bangunan ini tentu akan menjadi sebuah penghargaan yang luar biasa yang tidak hanya bisa di rasakan oleh umat islam saja, akan tetapi bagi mereka non muslim juga secara tidak langsung akan mengetahui perjalanan sejarah islam di tempat yang di maksud.

Selain itu juga sudah menjadi bagian terpenting bagi mereka umat terdahulu sebagai penggagas dari penyebaran islam itu mengabadikan setiap momen dan kejadiannya itu lewat satu nilai seni tinggi yang terukirkan lewat satu makna hieroglif pada sebuah bangunan ataupun momen lainnya.

Sebagai salah satu contoh dari adanya istilah hierolif itu adalah ketika Muslim tiba di Mesir pada sekitar abad ketujuh Masehi, motivasi utamanya adalah perintah Alquran untuk mempelajari peradaban sebelumnya. Selain itu, hadis-hadis Rasulullah S.A.W juga banyak menyebut tentang bangsa Mesir.

Dalam hasil risetnya, El-Daly sengaja menyebut orang-orang yang tiba di Mesir pada sekitar abad ketujuh itu sebagai Muslim, bukan orang Arab. Sebab, orang Islam tak hanya berasal dari Arab, meski mereka bertutur dengan bahasa Arab.

Di Mesir, mereka datang ke monumen-monumen tua, perkuburan, dan bangunan-ba ngunan tua lain. Saat ada bangunan tua telantar, mereka menggunakan atau memba ngun rumah ibadah di atasnya.

Masjid Abu al-Hajjaj di Luxor jadi contoh menarik pemanfaatan kuil Mesir Kuno yang telantar untuk membangun masjid. Hieroglif yang menghiasi kuil itu, yang kemudian beralih fungsi menjadi masjid, benar-benar menggugah keinginan ilmuwan Muslim untuk memecahkan misteri aksara Mesir Kuno itu.

Karena bangsa Mesir Kuno sudah lama mengenal sains, ilmuwan Islam yang belajar hieroglif banyak mendapati informasi seputar sains, termasuk alkimia. Alkimia adalah pro to sains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama. Alkimia dipandang sebagai cikal bakal ilmu kimia mo dern sebelum dirumuskannya metode ilmiah.

Maka, kemudian banyak ilmuwan Muslim yang keluar masuk bangunan-bangunan dan kuil kuno Mesir untuk melihat sendiri dan men dalami hieroglif. Namun, sayangnya, ada pe ngelabuan informasi yang menyebut para ilmuwan Arab, baik Muslim dan non-Muslim, belajar hieroglif dengan berguru para agamawan Koptik Mesir di kuil.

Semua inskripsi hieroglif dan situs-situs kuno seakan jadi harta karun bagi para ilmuwan Muslim. Mereka menjadikan itu semua sebagai sumber penting untuk dipelajari dan ditulis. Salah satunya dilakukan oleh ilmuwan Muslim, Abu Ja’far al-Idrisi. Saking tertarik dengan pira mida-piramiza Giza, ia menulis beberapa buku tentang itu dan sejarah Mesir Kuno.

Para peminat alkimia, seperti Dhu al-Nun al-Misri, Ibnu Wahishiya, dan Abu al-Qasem al-Iraqi sangat tertarik dengan hieroglif Mesir, bangunan, dan situs kuno di sana. Sebab, dari sanalah mereka mendapatkan sumber ilmu.

Abu al-Qasem al-Iraqi merupakan peminat alkimia abad ke-14 dari Irak yang kemudian menetap di Mesir. Dalam buku yang ditulisnya, ia menggunakan banyak simbol hieroglif, ter masuk simbol Oroboros, ular yang menggigit ekornya. Oroboros adalah simbol keabadian dan regenerasi yang penting bagi bangsa Mesir Kuno yang kemudian jadi penting pula bagi dunia kimia Muslim pada abad pertengahan.

Hieroglif Mesir menjadi sistem tulisan formal yang digunakan masyarakat Mesir kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alphabet. Dari tulisan itu tampak jelas adanya beberapa gambar seperti helicopter, kapal selam, kapal laut dan pesawat jet.

Banyak dugaan yang mengaitkan bentuk simbol tersebut sebagai bukti alien pernah mengunjungi Mesir kuno. Dan nenek moyang Mesir kuno menuliskan apa yang ia lihat untuk diceritakan pada generasi berikutnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
satuislam.org
almunawwar.or.id