Dalil Disyariatkannya Dua Khutbah Jumat Dan Penjelasan Dua Rakaatnya

Dalil Disyariatkannya Dua Khutbah Jumat Dan Penjelasan Dua Rakaatnya

Almunawwar.or.id – Dalam sebuah pengamalan ibadah tentunya ada dalil tertentu yang menerangkan dan menjelaskan mengapa amalan ibadah tersebut menjadi sebuah kewajiban bagi seorang muslim, sehingga dengan adanya sumber yang kuat maka keyakinan pun tumbuh dari setiap pengamalannya.

Dan hal ini juga berlaku pada pelaksanaan ibadah sholat jumat dan khutbah duanya yang mempunyai dalil serta keterangan kenapa dan kapan di syariatkannya amalan ibadah tersebut. Nah penjelasan mengenai kedua hal ini meskipunn sebagian sudah tahu akan tetapi tidak ada salahnya untuk lebih luas lagi mengakaji dasar dari sumber hukumnya.

Sebab selain sudah menjadi sebuah kewajiban, adanya sebuah penerangan yang menjelaskan tentang semua itu akan lebih memantapkan lagi darise mau pengamalanya. Seperti dari uda pertanyaan tadi apa dalil disyariatkannya dua khutbat jumat dan kenapa jumlah rakaatnya itu dua? Berikut penjelasannya.

1. Dalil Disyariatkannya dua khutbah jumat

وحدثنا عبيد الله بن عمر القواريري وأبو كامل الجحدري جميعا عن خالد قال أبو كامل حدثنا خالد بن الحارث حدثنا عبيد الله عن نافع عن ابن عمر قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يخطب يوم الجمعة قائما ثم يجلس ثم يقوم قال كما يفعلون اليوم
وفي هذه الرواية دليل لمذهب الشافعي والأكثرين أن خطبة الجمعة لا تصح من القادر على القيام إلا قائما في الخطبتين ولا يصح حتى يجلس بينهما ، وأن الجمعة لا تصح إلا بخطبتين .
قال القاضي : ذهب عامة العلماء إلى اشتراط الخطبتين لصحة الجمعة ، وعن الحسن البصري وأهل الظاهر ورواية ابن الماجشون عن مالك : أنها تصح بلا خطبة . وحكى ابن عبد البر إجماع العلماء على أن الخطبة لا تكون إلا قائما لمن أطاقه .

Artinya : Dalil khutbah jum’ah adalah hadits riwayat ibnu umar : ” Adalah Nabi Shollallohu alaihi wasallam Berkhutbah pada hari jumat dalam keadaan berdiri, kemudian beliau duduk, kemudian beliau berdiri sebagaimana mereka melakukannya hari ini “. (HR Muslim ).

Imam nawawi menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dalil untuk madzahb syafi’i dan kebanyakan ulama’ atas tidak sahnya khutbah jum’ah kecuali dengan berdiri bagi yang mampu berdiri dalam dua khutbah dan tidak sah hingga duduk diantara keduanya dan bahwa ssungguhnya sholat jum’ah tidak sah tanpa adanya dua khutbah.

Adapun menurut pendapat Imam al qodhi iyadh mengatakan : para umumnya ulama’ berpendapat dipersyaratkanya dua khutbah untuk sahnya sholat jum’at, menurut al hasan, ahlu dhohir dan riwayat ibnu majisyun dari malik bahwa jum’at sah tanpa khutbah. Pendapat imam Nawawi yang lebih unggul. keterangan lainnya bisa di lihat dari Kitab syarah nawawi ala muslim.

2. Dalil sholat jumat dua rakaat
Hadits Ibnu Abbas tentang Shalat Jum’at, Rasulullah s.a.w. bersabda , “Apabila datang waktu siang hari Jum’at maka shalatlah dua rakaat”. (H.R. Dar Qutni). Dalam riwayat Imam Ahmad ibn Hambal disebutkan bahwa Umar bin Khattab berkata, “Sholat Jum’at adalah dua rakaat sesuai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dan itu sudah sempurna, bukan merupakan sholat dhuhur yang diqashar”. Al Bajuri juz 1 hal 219.

ﻭﻫﻲ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﺋﺺ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺔ ﻭﻟﻴﺴﺖ ﻇﻬﺮﺍ ﻣﻘﺼﻮﺭﺍ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻭﻗﺘﻬﺎ ﻭﻗﺘﻪ ﻭﺗﺘﺪﺍﺭﻙ ﺑﻪ ﺑﻞ ﺻﻼﺓ ﻣﺴﺘﻘﻠﺔ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻐﻨﻲ ﻋﻨﻬﺎ ﻭﻟﻘﻮﻝ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺭﻛﻌﺘﺎﻥ ﺗﻤﺎﻡ ﻏﻴﺮ ﻗﺼﺮ ﻋﻠﻰ ﻟﺴﺎﻥ ﻧﺒﻴﻜﻢ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻗﺪ ﺧﺎﺏ ﻣﻦ ﺍﻓﺘﺮﻯ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﻭﻏﻴﺮﻩ. إعانة الطالبين. الجز 2. صفحة 52

Sholat Jumat adalah kekhususan yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala pada umat Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang tidak disyariatkan pada nabi-nabi sebelumnya. Namun dalam hal tersebut terdapat perbedaan pendapat di kalangan syafi’iyyah tentang kedudukan sholat jumat terhadap sholat dhuhur:

1.Sholat Jumat merupakan sholat mandiri bukan sholat dhuhur yang diringkas, ini pendapat yang paling shahih berdasarkan pernyataan sahabat Umar ra “Sholat jumat itu dua rokaat yang sempurna tidak diringkas sesuai risalah nabi kalian, merugilah orang yang mereka-reka” (HR. Ahmad dan lainnya).

2.Sholat Jumat merupakan pengganti dari sholat dhuhur. Namun pendapat ini kurang mendapatkan dukungan sehingga yang paling benar adalah pendapat yang pertama.

Wallohu A’lamu Bishowaab.
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id