Dasar Dalil Tentang Pahala Daripada Bersenggama Di Malam Jumat

Dasar Dalil Tentang Pahala Daripada Bersenggama Di Malam Jumat

Almunawwar.or.id – Dalam pandangan islam bersenggama antara suami istri itu bukanlah sesuatu yang aib, malah banyak keutamaan dibalik pelaksanaannya. Disamping sebagai salah satu hak dan kewajiban antra keduanya, bersenggama juga merupakan salah satu dari sekian amalan yang menjadi sunnah dan menjadi anjuran.

Dan tentunya dalam pelaksanaannya pun itu haruslah sesuai dengan apa yang telah di contohkan oleh Baginda Rasululloh S.A.W. Sebab bukan hanya sekedar menyalurkan kebutuhan biologi suami istri, akan teapi terdapat keutamaan lain di balik pelaksanaannya.

Itulah sebabnya ada keterangan yang menyebutkan bahwa pahala bersenggama suami istri di malam jumat itu seperti membunuh orang-orang kafir. Nah penjelasan mengenai dalil tentang hal tersebut rupanya perlu di kaji secara mendasar agar lebih jelas lagi dan lebih dimengerti oleh semua umat islam pada khususnya.

Alloh S.W.T Berfirman

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya : “Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman”.

Berdasarkan dalil di atas menjelaskan bahwa tidak ada ketentuan waktu dalam melakukan jima ataupun bersenggama tersebut, namun jika ingin mendapatkan keutamaan di balik pelaksanannya tersebut, maka malam jumat adalh waktu yang tepat untuk melaksanakannya, berdasarkan keterangan Syekh Suyuti mengatakan, bahwa hadits tersebut dikuatkan oleh hadits dari Abu Hurairah berikut ini :

“Apakah seseorang diantara kalian tidak mampu bersenggama bersama istrinya pada setiap hari Jumat? Sebab, baginya mendapat dua macam pahala, pahala dia melakukan mandi dan pahala istrinya juga melakukan mandi.” (HR. Baihaqi).

Adapun dalil lain yang menerangkan aakan keutamaan bersenggama pada malam jumat tersebut melirik pada penenrangan yang tersirat pada kitab Ihya’ Ulumiddin disebutkan sebuah riwayat:

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم إن الرجل ليجامع أهله فيكتب له بجماعه أجر ولد ذكر قاتل في سبيل الله فقتل

Artinya : “Diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW bahwa “Sesungguhnya seorang suami yang menggauli (Jima’) istrinya, maka jima’nya itu dicatat memperoleh pahala seperti pahalanya anak lelaki yang berperang (dengan Kaum Kuffar) di jalan Allah lalu terbunuh.”

من العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة وليلته تحقيقاً لأحد التأويلين من قوله صلى الله عليه وسلم: ” رحم الله من غسل واغتسل الحديث

Artinya : “Dan ada sebagian ulama yang menyukai jima’ pd hari dan malam jumat, sbg aplikasi dari salah satu takwil hadits; “Allah merahmati orang yang membersihkan dan mandi (pada hari jumat).”

Disunahkan bersenggama pada malam Jumat. Karena malam Jumat adalah malam yang paling utama diantara malam-malam lainya. Ini juga yang dimaksudkan Syekh Muallif : “bi lailatil ghuruubi” dengan menetapkan salah satu takwil hadits berikut ini : “Allah Swt. memberi rahmat kepada orang yang karena dirinya orang lain melakukan mandi dan ia sendiri melakukannya”.

Keutamaan Menggauli Istri di Hari Jum’at

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

Artinya : “Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850).

Keterangan lebih jelasnya bisa dilihat dari
1. Kitab Ihya’ Ulumiddin Lil Ghozali, Juz 2 Hlm. 326
2. Ibid, Ihya’, juz 2 hlm 324
3. Tuhfatul Ahwadziy Lil Mubarakfuri, Juz 3 hlm 3

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id