Definisi Tafsir Sesuai Yang Dengan Keterangan Juga Dari Dasar Pembagiannya

Definisi Tafsir Sesuai Yang Dengan Keterangan Juga Dari Dasar Pembagiannya

Almunawwar.or.id – Mengetahui akan hal-hal yang berhubungan erat dengan ilmu pengetahun tentunya sangat di butuhkan pendalaman dan pengkajian ilmu yang memang menjadi dasar terhadap di temukan dan mampu di galinya ilmu tersebut, termasuk dari dasar sebuah penjelasan, penerangan yang di sebut dengan tafsir.

Dan meskipun secara etimologi, tafsir merupakan sebuah penerangan khusus yang menjabarkan apa yang di maksud dengan sebuah kalimat, ataupun ayat-ayat suci Alquran. Sehingga semua orang terutama orang awam mengetahui maksud dan tujuan dari penggalan keterangan ayat dan dalil tersebut.

Namun sejatinya apa yang menjadi buah pemikiran dalam menafsirkan sebuah ayat itu tidak serta merta sesuai dengan kehendaknya saja, namun sangat di perlukan penguasaan khusus dari ilmu yang menjadi tolak ukur dan syarat mutlak terhadap kajian dan galian dari penafsirannya.

Sehingga mampu melahirkan sebuah pengertian dan pengetahuan penting tentang bagaimana kedudukan makna, arti serta tujuan yang di maksud dari ayat ataupun dalil yang menjadi metode penfasirannya, sesuai dengan ketentuan yang menjadi rujukan dari para Ulama dalam menfasirkan sebuah ayat atau kalimat.

Sebagaimana yang tercantum dalam beberapa keterangan kitab Attibyaan Fii ‘Ulumil Quran, di sebutan bahwa seorang mufasir (orang yag melakukan penafsiran) itu setidaknya harus menguasai beberapa ilmu-ilmu penting,

العلوم التى يحتاجها المفسر :

يحتاج المفسر لكتاب الله تعالى إلى أنواع من العلوم والمعارف يجب أن تتوفر فيه حتى يكون أهلا للتفسير وإلا كان داخلا فى الوعيد السابق “من قال فى القرآن برأيه فليتبوأ مقعده من النار”وقد ذكر العلماء أنواع العلوم التى يجب توفرها فى المفسر , وأوصلها السيوطى فى كتابه (الإتقان) إلى خمسة عشر علما ونحن نوجزها فيما يلى :

معرفة اللغة العربية وقواعدها (علم النحو والصرف وعلم الإشتقاق)معرفة علوم البلاغة (علم المعانى والبيان والبديع)معرفة أصول الفقه (من خاص وعام ومجمل ومفصل … إلخ)معرفة أسباب النزولمعرفة الناسخ والمنسوخمعرفة علم القراءاتعلم الموهبة .

(التبيان فى علوم القرآن بقلم محمد على الصابونى ص 159)

Artinya : “Orang yang menafsirkan Al-Qur’an (mufassir) membutuhkan beberapa ilmu pengetahuan sebagai berikut:
A. Mengatahui tata bahasa arab yang meliputi ilmu Nahwu, ilmu Sharrof dan ilmu Isytiqoq
B. Mengatahui ilmu balaghah yang meliputi ilmu Ma’ani, ilmu Bayan dan ilmu Badi’
C. Mengatahui usul fiqh yang berupa Khas, Aam, Mujmal dll
D. Mengatahui sebab-sebab turunnya ayat (Asbabun-Nuzul)
E. Mengetahui Nasikh dan Mansukh
F. Mengetahui ilmu Qiro’at,Ilmu Ladunni.

Sedangkan meskipun secara definisi seperti yang di utarakan oleh para Ulama tentang arti dari pada tafsir itu secara umum tertuju ada sebuah pengertian dan penjelasan dari sebuah ayat yang telah sesuai dengan apa yang menjadi sarat mutlak dari sebuah tafsir. Dan berikut beberapa pandangan dan pendapat para Ulama tentang definis tafsir :

1.Imam Al-Zarkasiy :

علم يعرف به كتاب الله المنزل على نبيه محمد صلى الله عليه وسلم و بيان معانيه و استخراج احكامه و حكمه

Artinya : “Ilmu untuk memahami kitabullah yang diturunkan kepada Nabi, menjelaskan maknanya serta mengeluarkan hukum atau hikmah darinya”

2.Imam Abd al-Azhim al-Zarqani:

علم يبحث عن القران الكريم من حيث دلالته على مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية

Artinya : “ilmu yang membahas tentang al-Qur`an dari segi dilalah-nya berdasarkan maksud yang dikehendaki oleh Allah sebatas kemampuan manusia”

3.Imam Khalid bin Utsman al-Tsabt :

علم يبحث فيه عن أحوال القران العزيز من حيث دلالته على مراد الله تعالى بقدر الطاقة البشرية

Artinya : “Ilmu yang membahas tentang keadaan al-Qur`an dari segi dilalah-nya berdasarkan maksud yang dikehendaki oleh Allah sebatas kemampuan manusia”

توضيح معاني القران, وما انطوت عليه اياته من عقائد و أسرار و حكم و أحكام

Artinya : “Penjelasan makna al-Qur`an dan menghasilkan kaidah-kaidah, rahasia-rahasia, hikmah-hikmah dan hukum-hukum dari ayatnya.”

5. Imam al-Kilbi dalam al-Tashil:

شرح القران و بيان معناه و الأفصاح بما يقتضيه بنصّه إو إشارته أو نجواه

Artinya : “Menguraikan al-Qur`an dan menguraikan maknanya, memperjelas makna tersebut sesuai dengan tuntutan nash atau adanya isyarat yang mengarah ke arah penjelasan tersebut atau dengan mengetahui rahasia terdalamnya.”

Secara klasifikasi umu tafsir terbagi menjadi dua bagian :

فالتفسير المحمود : ما كان موافقا لغرض الشارع بعيدا عن الجهالة والضلالة متمشيا مع قواعد اللغة العربية معتمدا على اساليبها في فهم النصوص القرآنية الكريمة فمن فسر القرآن برأيه (اي باجتهاده) ملتزما الوقوف عند هذه الشروط معتمدا عليها فيما يرى من معاني الكتاب العزيز كان تفسيره جائزا سائغا جديرا بأن يسمى (التفسير المحمود) أو التفسير المشروع

1. Tafsir Mahmud (terpuji)Tafsir Madzmum (tercela)

Tafsir Mahmud (terpuji) adalah tafsir yang sesuai dengan tujuan syari’ (Allah) jauh dari kebodohan dan kesesatan, berjalan sesuai dengan ka’idah-ka’idah bahasa arab dan bersandar terhadap susunan bahasa arab dalam memahami nash-nash Al-Qur’an. Maka tafsir yang sesuai dengan syarat-syarat di atas termasuk tafsir yang diperbolehkan dan disebut tafsir mahmud atau terpuji.

وأما التفسير المذموم : فهو أن يفسر القرآن بدون علم أو يفسره حسب الهوى مع الجهالة بقوانين اللغة أو الشريعة أو يحمل كلام الله على مذهبه الفاسد وبدعته الضالة أو يخوض فيما استأثر الله بعلمه ويجزم بأن المراد من كلام الله هو كذا وكذا فهذا النوع من التفسير هو (التفسير المذموم) أو التفسير الباطل وباختصار: فان التفسير المحمودة ما كان صاحبه عارفا بقوانين اللغة خبيرا باساليبها بصيرا بقانون الشريعة (التبيان فى علوم القرآن بقلم محمد على الصابونى ص 157)

2. Tafsir Madzmum (tercela)
Adalah menafsirkan Al-Qur’an tanpa didasari ilmu pengetahuan atau menafsirinya disesuaikan dengan hawa nafsu serta tidak tahu terhadap tata bahasa atau aturan syari’at, atau menafsirkan firman Allah disesuaikan dengan pendapatnya yang salah dan bid’ahnya yang tersesat.

Catatan: Contoh dari orang yang menafsirkan Al-Qur’an sesuai dengan hawa nafsu di antaranya, Al-Qur’an ditafsiri sesuai dengan partai politik yang dianut tanpa didasari dengan pengetahuan yang dibutuhkan oleh seorang mufassir.

Walhasil, secara umum penjelasan mengenai arti dari pada sebuah tafsir dan cara penafsiran itu menjadi dua dasar * Tafsir riwayat disebut dengan istilah tafsir naql atau tafsir ma’tsur. Cara penafsiran jenis ini bisa dengan menafsirkan ayat al-Quran dengan ayat al-Quran lain yang sesuai, maupun menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan nash dari as-Sunnah. Karena salah satu fungsi as-Sunnah adalah menafsirkan al-Quran.

2. Tafsir dirayah disebut juga tafsir bi ra’yi. Tafsir dirayah adalah dengan cara ijtihad yang didasarkan pada dalil-dalil yang shahih, kaidah yang murni dan tepat. Tafsir dirayah bukanlah menafsirkan al-Quran berdasarkan kata hati atau kehendak semata.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com