Delapan Desa dan 2 Kecamatan Menjadi Terdampak Semeru Erupsi

Delapan Desa dan 2 Kecamatan Menjadi Terdampak Semeru Erupsi

Almunawwar.or.id – Bencana erupsi nya sebuah gunung tertinggi di pulau jawa yaitu gunung semeru membuat daerah yang berada di sekitar lokasi tersebut kena dampaknya, Banyak korban jiwa yang merasakan dampak dari musibah tersebut, Setidaknya ada 2 kecamatan dan delapan desa yang terkena dampak paling dahsyat dari meletusnya gunung yang memiliki puncak nama dari Mahameru yaitu kecamatan Candipuro dan kecamatan Pronojiwo.

Di wilayah kecamatan Candipuro ada beberapa desa yang kena dampaknya yaitu Desa Sumberwuluh, Sumbermujur, Penanggal, dan Sumberrejo. Sementara di wilayah kecamatan Pronojiwo terdapat tiga desa yang kena dampak erupsi Desa Supiturang, Sumberurip, dan Oro Oro Ombo. Berbagai upaya penyelamatan dan pertolongan telah di kerahkan oleh semua kalangan, mulai dari pihak yang berwenang dalam hal ini pemerintah, Sukarelawan termasuk dari Tim NU peduli Semeru.

Dalam hal ini Tim NU Peduli Semeru tersebut terdiri dari beberapa gabungan personel LPBINU, LAZISNU, serta Banser yang bergotong royong membantu proses evakuasi para warga terdampak ke beberapa titik pengungsian seperti di Balai Desa Penanggal, Masjid Jarit, Balai Desa Sumberwuluh, dan beberapa rumah warga yang aman. Sampai berita ini di turunkan sudah banyak korban jiwa dan banyaknya hewan ternak dan pertanian yang mati.

Erupsi gunung semeru terjadi pada hari Sabtu 4 Desember 2021 pukul 15:20 WIB bisa di katakan datang secara tiba-tiba. Sehingga tidak ada persiapan khusus yang bisa dilakukan warga sekitar terutama yang dekat dengan lereng gunung Semeru. Dan sangat mencengangkan peristiwa yang membuat warga sekitar sangat terpukul dengan kejadian ini, Dan tidak ada yang mengira erupsi gunung bisa terjadi secara tiba-tiba.

Proses evakuasi banyak korban yang di lakukan oleh setiap element masyarakat dan sukarelawan lainnya terus berlangsung guna menimalisir hal-hal yang tidak di inginkan. “Untuk update sementara, korban meninggal dunia nihil, luka ringan 5 jiwa, dan luka berat 32 jiwa,” kata Ridwan kepada NU Online, Sabtu (4/12/2021) malam.

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Kabupaten Lumajang, Abdul Majid Ridwan mengatakan saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat erupsi Semeru tersebut. Kendati demikian, sejumlah puluhan orang dikabarkan mengalami luka-luka.

Beliau mengatakan berbagai kebutuhan logistik sangat di butuhkan oleh warga yang jena dampak, Terlebih salah satu akses jalan penting jembatan Gladak Perak sebagai jalur pengevakuasian utama juga dikabarkan ambruk. Jembatan tersebut merupakan penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. “Akses jembatan Perak untuk sementara ini putus total. Sehingga sangat di butuhkan bantuan optimal dari berbagai pihak.

Dan untuk menanggulanginya maka telah di bangun dua Posko NU Peduli Semeru, yakni pertama di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Candipuro, dan kedua di Gedung MWCNU Pronojiwo. Dan bagi para dermawan yang ingin menyisihan rizqinya untuk membantu mereka yang kena dampak erupsi semeru bisa mengirimnya melalui LPBINU Lumajang di nomor rekening 3456777703 (BNI).

Harapan besar dari semua pihak tentunya semoga bencana ini segera berlalu dan tetap bersabar bagi warga-warga yang kena dampak dan kehilangan sanak keluarga, hewan ternak dan lahan pertanian, Semoga semuanya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id