Doa Amalan Mengatasi Anak Nakal Dan Cara Mendidiknya Sesuai Sunnah

Doa Amalan Mengatasi Anak Nakal Dan Cara Mendidik Anak Sesuai Sunnah

Almunawwar.or.id – Sejatinya seorang anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan kepada kita semua yang tentunya sangat perlu bimbingan dan binaan agama yang kuat untuk membangun jiwa dan karakteristik seorang muslim yang sejati, meskipun dalam hal ini tergantung dari tabiat dan karakter anak tersebut.

Namun tentunya sebagai orang tua di tuntut untuk bisa mendidiknya dengan nila-nilai islami, agar amanah yang tercurah dari sebuah anugerah dengan di percaya memiliki seorang anak itu bisa sejalan dengan apa yang diperintahkan dan di anjurkan oleh agama.

Meskipun untuk mewujudkan hal semacam itu dibutuhkan kesabaran sering dengan berdoa memohon diberikan ke sholihan terhadap anak itu. Apalagi jika seorang anak tersebut sangat nakal dan rasanya sulit untuk memberikan nasihat ataupun asupan didikan agama yang kuat.

Nah dalam mengatasi hal semacam ini tentu di samping berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak dari seorang ibu ataupun ayahnya, dibutuhkan pula sebuah amalan dan doa yang insya alloh lewat keberkahannya tersebut bisa mengalir ke dalam darah daging anak sehingga secara perlahan bisa menumbuhkembangkan karakteristik seorang anak yang sholih yang sangat di dambakan oleh setiap orang tua.

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Latin : “Yaa ayyuhal ladzina aamanush biruu wa shoobiruu wa roobithuu, wat taqullooha la’allakum tuflikhuun. QS Ali Imron ayat 200 .

Caranya bacakan ayat tersebut sebanyak 7 kali, 41 kali, 111 kali, 313 kali, 1111 kali, atau 4444 kali pada makanan dan minuman yang khusus disediakan untuk dikonsumsi anak. Insya Allah anak yang tadinya nakal akan sedikit demi sedikit berkurang kenakalannya dan sadar serta menjadi anak yang baik dan penurut.

Disamping itu juga penting kiranya untuk melakukan beberapa langkah berikut ini cara membangun dan mendidik anak sesuai dengan syariat islam dan sunnah Rasululloh S.A.W agar senantias bisa tumbuh seiring berkembangnya jiwa seorang anak itu.

1. Mendidik Anak Tentang Tauhid
Rasulullah SAW bersabda : “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.
Dan dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas). Ada dua tahapan mendidiki anak secara ilmu tauhid.

a. Pada anak berusia 3 tahun sudah diajarkan mengucapkan kalimat tauhid “Laila Ha Illallah” (Tiada Tuhan Selain Allah) sebanyak tujuh kali.
b. Memasuki usia anak 3 tahun 7 bulan sudah bisa mengajarkan “Muhammad Rasulullah” (Muhammad Rasul Allah). Disarikan dalam kitab Al Mali.

2. Mendidik Anak Untuk Mengenal Ibadah (Shalat)
a. Saat usia anak memasuki usia 5 tahun dan sudah memahami arah dengan baik.
b. Saat usia sudah 7 tahun, anak sudah bisa diajak membasuh muka dan kedua telapak tangan. Dan secara halus meminta anak untuk shalat.
c. Memasuki usia 9 tahun, sepenuhnya anak sudah bisa diajarkan tata cara wudhu dengan benar dan melakukan shalat lima waktu.

3. Mengajari Anak Tentang Ibadah yang Wajib dan Sunnah atau amalan lainnya
a. Memasuki usia akil baligh (Bagi lelaki sudah mulai bermimpi dan perempuan sudah datang haidh) anak sudah bisa diberitahukan kewajiban Shalat, Kewajiban Puasa pada saat Ramadhan.
b. Berikan nasehat untuk anak. Dan halangilah perbuatan tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW : “Jika Rasulullah mendapatkan ada salah seorang dari anggota keluarga beliau yang berdusta maka beliau akan terus melawan sikap tersebut hingga dia (orang itu) bertaubat.” (HR. Ahmad).
c. Mengajarkan anak untuk hidup kesederhanaan, tidak berlebihan dalam memintakan sesuatu yang tidak bermanfaat.
d. Sayangi anak-anak seperti Rasulullah menyanyangi anak-anak dan cucu Beliau. Ciumlah anak dengan penuh kelembutan menandakan kasih sayang.
e. Berlakulah adil terhadap anak-anak. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah dia menjaga ataukah menyia-nyiakannya. Sampai-sampai seorang laki-laki pun akan ditanyakan tentang (kepemimpinannya) atas keluarganya.”

4. Hak-Hak Anak berkaitan dengan syariat Islam
a. Berikan nama Anak sesuai nama Islam
b. Diakikahkan (Anak perempuan satu ekor kambing dan anak laki-laki dua ekor kambing).
c. Anak harus mendapatkan didikan Islam mulai dari lahir, mengajari hal-hal lain seperti membaca, mengaji, menulis.
d. Anak berhak mendapatkan warisan yang halal dari kedua orang tuanya.

Intinya cara mendidik dan memberikan asupan didikan islam dari orang tua kepada seorang anak itu tidak lepas dari empat poin besar yaitu:

1.Mendidik Anak Tentang Tauhid
2.Mendidik Anak Untuk Mengenal Ibadah (Shalat)
3.Hak-Hak Anak berkaitan dengan syariat Islam
4.Mengajari Anak Tentang Ibadah yang Wajib dan Sunnah atau amalan lainnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com