Doa dan Wirid Agar Senantiasa Mendapatkan Husnul Khatimah

Doa dan Wirid Agar Senantiasa Mendapatkan Husnul Khatimah

Almunawwar.or.id – Semua umat islam tentu ingin sekali mendapatkan kemuliaan saat maut nanti menjemput, atau wafat dalam keadaan husnul khotimah, dimana nikmat ketetapan dan kepengkuhan dalam memegang aqidah islam yang tertancapkan dalam hati bisa terbawa sampai mati.

Untuk itu sangat penting sekali memelihara dan menjaga semua amalan ibadah dari hal-hal yang bisa merusak dan menghancurkan iman islam yang sudah tertanam kuat dalam jiwa kita. Salah satunya dengan melakukan anjuran dari doa dan amalan yang senantiasa terbebas dari masalah seperti itu.

Sebab semua amalan umat manusia itu tidak akan bernilai di pandang Alloh S.W.T jika ketika wafatnya tidak dalam keadaan husnul khotimah. Oleh karena itulah penting kiranya mendawamkan doa dan amalan tersebut sebagai bagian dari adanya upaya yang senantiasa memperoleh husnul khotimah.

Sebagaimana yang di terangkan dalam kitab Nashâihul ‘Ibâd, Syekh Nawawi al-Banani memberikan salah satu cara terbaik untuk meraih husnul khatimah. Ulama bernama lengkap Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi ini menjelaskan bahwa di antara sebab-sebab mendapatkan husnul khatimah adalah membiasakan untuk membaca doa berikut ini:

اللّهُمَّ أَكْرِمْ هٰذِهِ الْأُمَّةَ الْمُحَمَّدِيَّةَ بِجَمِيْلِ عَوَائِدِكَ فِى الدَّارَيْنِ إِكْرَامًا لِمَنْ جَعَلْتَهَا مِنْ أُمَّتِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Allâhumma akrim hâdzihil ummatal muhammadiyyata bi-jamîli ‘awâidika fid dâraini ikrâman liman ja’altahâ min ummatihi shallallâhu ‘alaihi wa sallam”

Artinya: “Ya Allah, muliakanlah umat Nabi Muhammad dengan keindahan orang-orang yang kembali kepada-Mu di dunia dan akhirat, sebagai penghormatan-Mu kepada orang yang telah Engkau jadikan bagian dari umatnya.”

Atau merutinkan bacaan di bawah ini setiap pertengahan antara shalat sunnah sebelum shubuh dan shalat fardlu shubuh:

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اللّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد . اللّهُمَّ اسْتُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد . اللّهُمَّ اجْبُرْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اللّهُمَّ أَصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اللّهُمَّ عَافِ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اللّهُمَّ احْفَظْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اللّهُمَّ ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد رَحْمَةً عَآمَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اللّهُمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ مَغْفِرَةً عَآمَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اللّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فَرْجًا عَاجِلًا يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ .

Allâhumma-ghfir liummati sayyidinâ muhammadin, allâhumma-rham ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma-stur ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma-jbur ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma ashlih ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma ‘âfi ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma ihfadh ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma-rham ummata sayyidinâ muhammadin rahmatan ‘âmmatan yâ rabbal ‘alamîn, allâhummag fir lî ummati sayyidinâ muhammadin maghfiratan ‘âmmatan yâ rabbal ‘âlamîn, allâhumma farrij ‘an ummati sayyidinâ muhammadin farajan ‘âjilan yâ rabbal ‘alamîn.

Artinya: “Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, tamballah (kekurangan) umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, perbaikilah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, sehatkanlah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, peliharalah umat baginda kami Muhammad. Ya Allah, sayangilah umat baginda kami Muhammad dengan rahmat yang menyeluruh. Wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, berilah pengampunan yang menyeluruh, Wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, lapangkanlah umat baginda kami Muhammad dengan kelapangan yang segerah, wahai Tuhan semesta alam.”

Atau melanggengkan doa di bawah ini:

يَارَبَّ كُلِّ شَيْءٍ بِقُدْرَتِكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ اِغْفِرْلِيْ كُلَّ شَيْءٍ وَلَا تَسْأَلَنِيْ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَا تُحَاسِبْنِيْ فِى كُلِّ شَيْءٍ وَأَعْطِنِيْ كُلَّ شَيْءٍ

Yâ rabba kulli syaîn biqudratika ‘alâ kulli syaîn. Ighfirlî kulla syaîn wa lâ tas’alanî ‘an kulli syai-in wa lâ tuhâsibnî fi kulli syaîn wa a’thini kulla syai-in.

Artinya: “Wahai Tuhan segala sesuatu, dengan kekuasaan-Mu atas segala sesuatu, ampunilah seluruh dosaku. Janganlah Engkau menanyakan kepadaku tentang segala sesuatu. Janganlah Engkau menghisabku mengenai segala sesuatu, dan berilah aku segala sesuatu.”

Yang pada akhirnya dari seringnya kita semua mendawamkan ataupun istiqomah dalam pelaksanaan do’a dan wirid tersebut senantiasa harapan untuk bisa meraih husnul khotimah bisa di raih dengan pasti. Yang tercurahkan lewat keberkahan yang mengalir dari do’a dan wirid tersebut.

Wallohu ‘Alamu Bishowab