Doa Ketika Akan Memulai dan Mengakhiri Sebuah Aktivitas Ala Rasulullah S.A.W

Doa Ketika Akan Memulai dan Mengakhiri Sebuah Aktivitas Ala Rasulullah S.A

Almunawwar.or.id – Jika datang waktu siang maka bersegeralah bertebaran di muka bumi mencari karunia sang ilahi untuk mendapat sebuah rizki, bertawakal dan berikhtiyar yang merupakan bentuk dari pada usaha seorang hamba dalam meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang ada, Beraktifitas di pagi hari dan mengakhirinya di sore hari adalah sebuah kelumrahan yang biasa di lakukan oleh setiap insan di pagi hari.

Akan tetapi semua itu tiada berarti apabila tidak di barengi dengan memanjatkan doa kepada ilahi, baik ketika akan beraktifitas maupun saat mengakhiri aktiftas tersebut, Jangan sampai terlewatkan niat dan doa yang tulus ikhlas dalam hati agar senantiasa hal tersebut tidak hanya bernilai dalam masalah duniawi nya saja akan tetapi jauh lebih istimewa dalam masalah ukhrowi pun bisa di raih karena semuanya berlandaskan pada niat beribadah.

Terlebih doa merupakan senjata bagi setiap mukmin sehingga berdoa dalam hal yang positif menurut agama itu sangat di anjurkan bahkan di perintahkan, Karena dalam setiap lantunan doa terdapat sebuah keberkahan yang luar biasa juga berdoa merupakan salah satu hal yang menjadi sunnah Baginda Rasul sebagai seorang Nabi yang memiliki tauladan terbaik dan dapat di contoh bagi umat nya, Nabi pula yang memberikan contoh dalam setiap beraktifitasnya itu selalu berdoa terlebih dahulu.

Imam Nawawi dalam al-Adzkar halaman 64-66 mengutip sebuah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW di pagi dan sore hari sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dawud, dan At-Turmudzi. Berikut doanya:

Doa perlindungan dari ciptaan-Nya (dibaca 3 kali)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya,” (HR Muslim dan Ibnu Sinni).

Doa agar terhindar dari mudharat (dibaca 3 kali):

بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huas samī‘ul ‘alīm.

Artinya: “Dengan nama Allah, Zat yang apa pun di bumi dan di langit tidak mudharat dengan asma-Nya. Dia mahadengar dan mahatahu,” (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).

Doa perlindungan dari nafsu, setan, dan sekutunya:

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

Allāhumma fāthiras smāwāti wal ardhi, ‘ālimal ghaibi was syahādah, rabba kulli syai’in wa malīkah, asyhadi an lā ilāha illā anta. A‘ūdzu bika min syarri nafsī wa syarris syathāni wa syirkih.

Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang ghaib dan nyata, tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Kau. Aku berlindung kepada-Mua dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan dan sekutunya,” (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).

Wallohu A;lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
jabar.nu.or.id
almunawwar.or.id