Doa Ketika Naik Kendaraan Sesuai Dengan Anjuran dan Ketentuan Syariat Islam

Doa Ketika Naik Kendaraan Sesuai Dengan Anjuran dan Ketentuan Syariat Islam

Almunawwar.or.id – Manusia tidak ada daya dan upaya dalam menguasai dan menaklukan sebuah perkara semuanya hanya atas idzin Alloh S.W.T. Semua mahluk di muka bumi ini tidak ada yang mampu untuk mengendalikan sesuatu tanpa ada petolongan dariNYA. semua terjadi atas kehendak sang maha kuasa, Namun sebagai hamba yang beriman dan bertaqwa tidak salahnya bahkan di haruskan untuk berbuat terlebih dahulu baru sesudahnya hasil dari perbuatan tersebut adalah hak Alloh S.W.T.

Menjaga dan memelihara adalah dua hal yang senantiasa harus di perhatikan ketika akan melangkah, Menjaga diri dari hal yang tidak diinginkan dan tidak ada dalam ridhonya, memilihara dengan semaksimal mungkin segala apa yang sudah ada dalam diri kita dan sekitarnya. kehatian-tian seperti ini tentu senantiasa menjadi awal yang baik sebelum melangkah ke hal berikutnya, termasuk ketika kita akan berkendara.

Tidak ada yang tahu akan keselamatan kita saat berkendara, terkadang kita yang tertib dan tidak lalai saat berkendara, namun gangguan justru datang dari pihak lain. Sehingga dari pada itu sangtllah di butuhkan sebuah senjata yang mampu agar senantiasa kita saat berkendara dapat terjaga dari hal-hal yang tidak di inginkan, Baik ketika berkendara secara sendiri maupun ketika kita menaiki kendaraan umum atau masal.

Dalam ajaran Islam itu berdoa merupakan sebuah keharusan bagi setiap Muslim, karena dengan berdoa itu merupakan wujud akan nilai seorang hamba yang mengharapkan ridho, ampun dan pertolongan serta lindungan dari Alloh S.W.T. Karena semua yang terjadi di dunia ini tidak akan lepas dari Qodho dan qodarnya, Untuk itu berdoa adalah pintu pembuka untuk senantiasa kita terjaga, terpelihara dari semua sudah, sedang dan akan terjadi di masa selanjutnya.

Di antara doa yang dapat dibaca saat hendak dan kala di atas kendaraan adalah seperti berikut ini:

سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

Subhaanalladzii sakkhara lanaa hadza wama kunna lahu muqriniin wa-inna ilaa rabbina lamunqalibuun.

Artinya: Maha suci Allah yang telah menundukkan untuk kami (kendaraan) ini. padahal sebelumnya kami tidak mampu untuk menguasainya, dan hanya kepada-Mu lah kami akan kembali.

Atau juga dapat memperbanyak doa ini:

بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآاِنَّ رَبِّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ

Bismillaahi majrahaa wa mursaahaa inna robbii laghofuurur rohiim

Artinya: Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Menurut sebagian kalangan, doa terakhir disarankan dibaca saat naik kapal. Hal tersebut sebagaimana dilakukan Nabi Nuh pada saat mengendarai kapal dan diabadikan Surat Al-Huud ayat 41.

وَقَالَ اَرْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Dan Nuh berkata: Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Hud: 41)

Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum meninggalkan rumah. Amaliah ini rutin Beliau lakukan ketika hendak berpergian. Apalagi saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama. Hal ini seperti yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab,

يستحب إذا أراد الخروج من منزله أن يصلي ركعتين يقرأ في الأولى بعد الفاتحة (قل يا أيها الكافرون) وفي الثانية (قل هو الله أحد) ففي الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما خلف عبد أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد سفرا. وعن أنس قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم لاينزل منزلا إلا ودعه بركعتين، رواه الحاكم وقال هو صحيح على شرط البخاري ويستحب أن يقرأ بعد سلامه (آية الكرسي ولإيلاف قريش)

Artinya: “Disunahkan shalat dua raka’at menjelang keluar rumah. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan membaca surat Al-Ikhlas untuk rakaat kedua. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua raka’at”. Sahabat Anas menceritakan bahwa Nabi SAW tidaklah meninggalkan rumah sebelum shalat dua raka’at, (HR Al-Hakim). Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.”

Perjalanan hidup yang sukses dan lancar layaknya saat kita berkendara itu tidak terlepas dari bagaimana cara kita mengendarainya, tidak hanya mampu menjalankan peran dengan baik namun Doa adalah Sijnul Mukmininin yang paling kuat. Sehingga semua perjalanan berkendara hidup kita bis selamat sampai tujuan haqiqi.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id