Doa Ketika Tersengat Patukan Ular dan Terhindar dari Hewan Berbahaya Lainnya

Doa Ketika Tersengat Patukan Ular dan Terhindar dari Hewan Berbahaya Lainnya

Almunawwar.or.id – Dalam sisi kehidupan ini tentu tidak lepas dari berbagai masalah yang datang menghampiri dari semua aspek, termasuk dari marabahaya yang datang dari mahluk lainnya dalam hal ini adalah hewan yang memiliki ancaman terhadap keberlangsungan sisi hidup manusia.

Kita tidak mengetahui kapan dan dari mana marabahaya itu datang, namun sangat perlu untuk tetap waspada dan menghindari bahkan menjauhi perkara-perkara yang memang bisa membuat diri kita terluka apalagi sampai bisa merenggut nyawa.

Bahkan jangan sampai menibakan diri kita terhadap sesuatu yang bisa merusak diri kita, sebagaimana yang telah di garis bawahi dalam salah satu ayat Alquran. Terlebih memasuki musim pancaorba saat ini sudah barang tentu banyak perubahan dari ekosistem mahluk lainnya.

Baru-baru ini fenomena berkembang liarnya hewan semacam ular cobra di beberapa daerah yang ada di tanah air itu merupakan salah satu hal yang mesti dan patut untuk di waspadai bahkan harus di jauhkan dari sisi kehidupan mansuia saat ini, karena memang sangat mengancam terhadap keselamatan jiwa manusia.

Dan sebagai sejatinya seorang Muslim tentu selain mampu mengambil hikmah terhadap apa yang terjadi dari datangnya marabahaya tersebut, Di serukan juga untuk selalu berdo’a memohon perlindungan dari segala hal yang bisa memberikan efek madharat bagi kita semua.

Selain upaya-upaya lahiriah, kita juga dianjurkan untuk berlindung kepada Allah dari gangguan ular, hewan melata, dan makhluk halus yang hidup di sekitar manusia. Berikut ini adalah doa yang dapat dibaca untuk berlindung dari bahaya ular, di antaranya ular kobra yang belakangan ini banyak muncul di beberapa tempat di Jakarta dan sekitarnya.

Doa Pengusir Ular Kobra

يَا أَرْضُ رَبِّيْ وَرَبُّكِ اللهُ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّكِ وَشَرِّ مَا فِيْكِ وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ وَمِنْ شَرِّ وَالِدٍ وَمَا وَلَدٍ وَمِنْ شَرِّ سَاكِنِ الْبَلَدِ

Yâ ardhu, rabbî wa rabbukillâh. A‘ûdzu billâhi min syarriki, wa syarrimâ fîki, wa syarrimâ yadibbu ‘alaiki. A‘ûdzu billâhi min asadin wa aswadin wa hayyatin wa ‘aqrabin wa min syarri wâlidin wa mâ walad wa min syarri sâkinil balad.

Artinya: “Hai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu, kejahatan barang yang ada padamu, kejahatan barang yang berjalan di atasmu. Aku berlindung kepada Allah dari macan, ular hitam, segala ular, kalajengking, dari kejahatan segala yang beranak dan yang diberanakkan, dan dari kejahatan yang berdiam di tempat ini,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, [Jakarta, Cetakan Al-‘Aidrus]).

Doa saat Tersengat Ular dan Hewan Berbisa

Penanganan pertama medis harus dilakukan ketika terjadi sengatan atau patukan ular berbisa (meski tidak semua jenisnya berbisa). Penanganan pertama dapat menunda hal terburuk terjadi pada korban sengatan ular dan hewan berbisa lainnya sebagaimana kalajengking, komodo, dan lainnya.

Adapun lafal ruqyah yang pernah dibaca rombongan sahabat Rasulullah ketika seseorang tersengat hewan berbisa tidak lain adalah Surat Al-Fatihah. Riwayat ini tersebut dalam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Said Al-Khudri RA. Abu Said Al-Khudri RA bercerita bahwa satu rombongan sahabat menempuh perjalanan hingga singgah di sebuah perkampungan Arab.

Mereka berharap diterima oleh penduduk setempat. Mukim. Tetapi penduduk menolak mereka. Ketika pemuka penduduk setempat disengat hewan berbisa, mereka berusaha keras untuk mengobatinya, tetapi gagal.

Seorang warga berusul, “Bagaimana kalau rombongan musafir itu didatangkan? Mungkin mereka memiliki obat.” “Wahai rombongan musafir, tokoh kami disengat hewan berbisa. Kami telah berusaha, tetapi gagal. Apakah salah seorang dari kalian ada yang mengerti cara mengatasinya?” seru penduduk. “Demi Allah, aku akan meruqyah. Kami telah meminta kalian menerima kami, tetapi kalian menolak.

Kami tidak akan meruqyah kalian sebelum kalian tentukan upahnya,” jawab seorang sahabat dari rombongan tersebut. Mereka kemudian berembuk dan sepakat untuk potongan daging kambing sebagai upahnya. Sementara sahabat tersebut meludah dan membaca Surat Al-Fatihah dan mengusapnya pada bagian tubuh yang tersengat hewan berbisa.

Kiranya langkah tepat dan cepat dalam menghindari dari bahayanya ancaman hewan berbisa seperti ular tadi itu menjadi peringatan bagi kita semua agar selalu tetap waspada dan tetap peduli terhadap sisi kehidupan lingkungan lainnya agar bisa terhindar dari segala hal yang tidak bisa mencancam keselamatan jiwa kita. Amiin.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
www.islam.nu.or.id
almunawwar.or.id