Doa Menjaga Lisan Dari Kesalahan Kekhilafan Atas Ucapan Tanpa DiBarengi Perbuatan

Doa Menjaga Lisan Dari Kesalahan Kekhilafan Atas Ucapan Tanpa DiBarengi Perbuatan

Almunawwar.or.id – Manusia yang tidak akann peranh luput dari kesalahan dan dosa sudah seharusnya mengoreksi dan mengevaluasi kembali perkataan dan perbuatan yang mungkin tanpa di sadari kurang berkenan di hati orang yang mendengarkan atau malah menyakitkan.

Dengan melaksanakan dan mengamalkan apa yang menjadi pelebur dari kesalahan dan kekhilafan yang di sebabkan oleh tidak pandainya kita menjaga dan memelihara lisan dari perkataan yang menyakitkan ataupun dari perbuatan yang jsutru membuat kita semakin di jauhi oleh semua orang.

Atas dasar itu seyogyanya manusia yang hakikatnya adalah mahluk biasa dan sebagai tempat salah dan khilaf tentu sangat membutuhkan kerelaan dan keridhoan dari orang terutama bagi dan dari mereka yang merasa kurang nyaman dengan perkataan dan perbuatan kita.

Menjaga lisan merupakan kewajban yang mesti dipelihara oleh seorang mukmin. Ia merupakan wasilah yang menyampaikan apa yang ada dalam hati kita. Jika lisan ini tidak dijaga, maka bisa jadi akan banyak orang yang tersakiti karena ucapan kita.

Imam al-Muhâsibi dalam kitabnya Risâlah al-Mustarsyidîn menjelaskan tentang apa yang wajib lisan jalankan:

وَفَرْضُ اللِّسَانِ الصِّدْقُ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ وَكَفِّ الْأَذَى فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ وَتَرْكُ التَّزَيُّدِ بِالْخَيْرِ وَالشَّرِّ

“Dan kewajiban lisan yaitu jujur dalam keadaan senang maupun marah, menahan dari menyakiti dalam keadaan sendirian maupun ramai, dan meninggalkan berlebihan dalam perkataan baik maupun buruk.” (al-Hârits al-Muhasiby, Risâlah al-Mustarsyidîn, Dar el-Salam, halaman 116)

Membaca penjelasan Imam al-Muhasibi, banyak dari kita yang masih jauh dari ketentuan-ketentuan di atas. Oleh karena itu, seraya memperbaiki diri, kita mesti melatih untuk menjaga lisan kita.

Setelah berusaha dan berikhtiar, jangan lupa untuk meminta pada Sang Khaliq agar memberikan kita hidayah dan kekuatan untuk menjaga lisan.

Salah satunya adalah dengan memohon dan memanjatkan do’a-do’a yang telah di anjurkan oleh agama, Terlebih khusus doa yang ada hubungannya langsung dengan segala amal dan perbuatan, sSebagaimana disebutkan oleh Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah dalam komentar kitab Risâlah al-Mustarsyidîn:

Doa Menjaga Lisan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صَمْتِي فِكْراً وَنُطْقِي ذِكْراً

Allâhumma-j‘al shamtî fikran wa nuthqî dzikran

Artinya : “Wahai Allah, jadikanlah diamku berpikir, dan bicaraku berdzikir.”

Di antara sesuatu yang sering terabaikan dan terlupakan oleh kita adalah ucapan kita sendiri yang berupa perintah kepada orang lain, saran maupun nasihat. Padahal Allah berfirman di dalam Al-Qur`an surat ash-Shaff mengenai orang yang tidak mengamalkan apa yang ia ucapkan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۞ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Artinya, Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan,” (Surat As-Shaff ayat 2-3).

Ayat di atas tentunya menjadi teguran bagi kita. Berapa banyak perkataan manis dan baik yang keluar dari mulut kita namun kita dustai dengan tidak melaksanakannya. Maka sebagai manusia, barang kali kita lupa akan ucapan yang telah kita ucapkan sehingga tidak mengamalkannya.

Ada doa yang tercatum dalam Syair Burdah yang dikarang oleh Imam Al-Bushiri:

أَسْتَغْفِرُ الَّلهَ مِنْ قَوْلٍ بِلاَعَمَــلٍ

Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah dari ucapan tanpa disertai amal.”

Semoga dengan membaca doa ini, dosa dari kesalahan berupa tidak mengamalkan sesuatu yang kita ucapkan dapat diampuni oleh Allah SWT. Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id