Dua Hal Yang Harus Dilakukan Jika Khatib Batal Wudhu Saat Khutbah

Dua Hal Yang Harus Dilakukan Jika Khatib Batal Wudhu Saat Khutbah

Almunawwar.or.id – Terdapat ketentuan yang ada pada pelaksanaan sholat dan khutbah jum’at sedang berlangsung, terutama mengenai keadaan seorang khotib yang memang diharuskan tetap menjaga kesuciannya selama khutbah itu berlangsung. Sebab jika khotib batal, secara otomatis sholat jumat nya juga tidak syah.

Selain itu juga hukum daripada derajat khutbah itu satu martabat dengan sholat dalam hal harus suci dan menjaga dari sesuatu yang membatalkannya. Oleh karena itulah penting kiranya mengetahui tentang yang berkaitan langsung dengan syahnya pelaksanaan khutbah dan sholat juma’at itu sendiri.

Demikian pula ketika sesuatu yang tidak disengaja dan dinginkan itu terjadi pada seorang khotib, misalnya batal wudhu saat tengah-tengah khutbah itu berlangsung. Lalu apa yang harus dilakukan oleh seorang khotib tersebut? Apakah wudhu lagi dulu kemudian meneruskan atau diganti? Dan jika diganti apa dari awal lagi atau tinggal meneruskan?

Berikut penjelasannya yang di ambil dalam keterangan-keterangan kitab Fiqih Al-minhaju al-qowim juz 1 halaman 178 dengan redaksinya sebagai berikut :

فلو أحدث في الخطبة استأنفها وإن سبقه الحدث وقصر الفصل بخلاف ما لو أحدث بينهما وبين الصلاة وتطهر عن قرب لأنهما مع الصلاة عبادتان مستقلتان كما في الجمع بين الصلاتين، وأفهم كلامه أنه لا يشترط ترتيب الأركان الثلاثة ولا نية الخطبة ولا نية فرضيتها

Artinya: “Apabila khotib batal ketika khutbah, maka setelah wudlu wajib mengulangi lagi khuthbahnya dari awal. kondisi ini disamakan dengan batal dalam solat, maka setelah wudlu wajib mengulangi lagi solatnya dari awal (karena tidak mungkin melanjutkan dari batas rukun yang ditinggal sebelum batal wudlu)”.

بخلاف ما لو أحدث بينهما وبين الصلاة وتطهر عن قرب

Artinya: “Berbeda jika batal wudlu di antara dua khuthbah atau antara dua kuthbah dengan sholat, maka khotib Boleh wudhu terlebih dahulu dan melanjutkannya, hanya saja waktu untuk wudlunya jangan terlalu lama (seukuran dua rokaat solat), hal ini untuk mengantisipasi agar tidak sampai menghilangkan Almuwaalatu (bersambung, terus menerus) yang merupakan syarat sah khuthbah”.

Lalu bagaiamana apabila khotib batal dan tidak diganti dengan khotib yang lain? Berikut penjelasan yang di terangkan dalam kitab I’anatutholibin juz 2 halaman 82 yang redaksinya sebagai berikut:

ولو أحدث في أثناء الخطبة واستخلف من حضر، جاز للثاني البناء على خطبة الأول

Artinya: “Apabila khotib batal di tengah khuthbah dan diganti dengan khotib lain (ke dua) maka hukumnya boleh, dan khotib ke dua boleh melanjutkan sisa rukun khutbah (atau memulai lagi dari awal).

Istikhlaf (pergantian khotib) di atas terjadi di tengah khuthbah. lalu bagaimana kalau istikhlaf terjadi diantara dua khuthbah? jawabannya tentu Boleh, jawaban ini diambil dari mafhum ibarot Fii Atsnaa-i Al-Khuthbati.

Itulah penjelasan mengenai Istikhlaf yang berkaitan langsung dengan tata cara pelaksanaan khutbah yang sangat berpengaruh sekali terhadap syahnya pelaksanaan sholat juma’at itu sendiri.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com