Dua Jihad Penting Bagi Seorang Mukmin Yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Dua Jihad Penting Bagi Seorang Mukmin Yang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Almunawwar.or.id – Makna penting yang ada di bulan suci ramadhan ini salah satunya adalah dengan menjadikan hikmah dan manfaat besar dari pengamalannnya tersebut sebagai landasan utama dalam mengarahkan jawa nafsu yang ada dalam diri menjadi ilmu yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Dan hadirnya keistimewaan yang terdapat dari rahasia pelaksanaan berpuasa di bulan ramadhan itu tidak lepas bagaimana cara kita mampunya memerangi nafsu yang justru akan menodai dari pelaksanaan dan keutamaan bulan suci ramadhan tersebut.

Sehingga dari pelaksanaannya tersebut bisa melahirkan kebijakan yang pasti dalam diri dalam melangkahkan semua nilai ibadah di bulan suci ramadhan sebagai arahan penting untuk meraih keridhoan dari Alloh S.W.T yang tentunya harus di sertai dengan pengamalan dan bagaimana cara kita bertaqorrub (mendekatkan diri) kepadanya.

Lalu bagaimana cara ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah? Perlu diketahui, bahwa ber-taqarrub kepada Allah tidak dapat dicapai dengan meninggalkan syahwat ini -yang selain dalam keadaan berpuasa adalah mubah- kecuali setelah ber-taqarrub kepada-Nya dengan meninggalkan apa yang diharamkan Allah dalam segala hal

Seperti sering berdusta, kezhaliman dan pelanggaran terhadap orang lain dalam masalah darah, harta dan kehormatannya. Untuk itu, Nabi bersabda : “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh dengan puasanya dari makan dan minum.” (HR. Al-Bukhari).

Sehingga dengan mampunya kita bertaqorrub kepadanya itu rahasia untuk bisa meraih pahala yang berlipat ganda di bulan suci ini akan semakin terbuka lebar, sebab ingatlah syarat mendapat pahala puasa itu Di antara syaratnya, agar berbuka puasa dengan yang halal. Jika berbuka puasa dengan yang haram maka ia termasuk orang yang menahan diri dari yang dihalalkan Allah dan memakan apa yang diharamkan Allah, dan tidak dikabulkan do’anya.

Termasuk dari dua jihad penting bagi setiap orang yang melaksanakan puasa ramadhan tersebut yang hanya mengharapkan keridhoannya, tidak ada maksud lain di balik pengamalannya tersebut, akan tetapi semata-mata hanya mengharapkan ridho dan ampunan darinya.

Perlu diketahui bahwa orang mukmin pada bulan Ramadhan melakukan dua jihad, yaitu :
1. Jihad untuk dirinya pada siang hari dengan puasa.
2. Jihad pada malam hari dengan shalat malam.

Barangsiapa yang memadukan kedua jihad ini, memenuhi segala hak-haknya dan bersabar terhadapnya, niscaya diberikan kepadanya pahala yang tak terhitung dan tiada pula ada hitungannya, hal ini berdasarkan keterangan dalil yang merujuk akan keutamaan bulan puasa ramadhan itu, Salah satunya Hadits yang di riwayatkan oleh Ahmad dan An-Nasa’i

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu : Adalah Rasulullah saw memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda : “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa’.” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Itulah salah satu makna penting yang ada di balik pelaksanaan semua amalan di bulan suci ramadhan baik untuk waktu siang hari ataupun waktu malam harinya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id