Faidah Idrob dan Mudhof Dari Spekulasi Kosa Kata Hayya Menurut Kajian Nahwu

Faidah Idrob dan Mudhof Dari Spekulasi Kosa Kata Hayya Menurut Kajian Nahwu

Almunawwar.or.id – Dalam istilah yang berkembang pada salah satu literasi bahasa arab adalah adanya faidah dan rahasia yang terdapat pada suatu kaimah, Dimana kalimah yang di maksud mengandung makna-makna tertentu dan berpengaruh besar terhadap rangkaian kalimah selanjutnya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan dari rahasaia yang terdapat pada kalimah tersebut sering menjadi spekulasi tersendiri dari suku kata, pertanyaan juga tujuan dari pada adanya peletakan kalimah tersebut. Apakah termasuk pada kalimah isi,, fi’il atau haraf.

Ataupun dari di satukannya dua kata atau dua kalimah yang mengandung makna tertentu atau dalam istilah nahwu dikenal dengan sebutan idrob dan Mudhof (saling bersandaran antara satu kalimah dengan kalimah lainnya), Salah satu contoh kalimah yang di maksud adalah lapadz “Hayya”

Lapad hayya sendiri sering di dengar pada rangkaian lapadz-lapadz tertentu, contohnya seperti yang terdapat pada rangkaian kalimah Adzan. Lalu bagaimana tinjauan ilmu nahwu dari spekulasi tersebut? berikut penjelasannya.

Lapadz Hayya

أقسام أسماء الأفعال:أ- تنقسم بحسب نوع الأفعال التي تدل عليها4، إلى ثلاثة أقسام:

Pada bagian ini terdapa beberapa pembagian kalimah isim yang tergantung pada kedudukan kalimah fi’il yang merupakan kalimah selanjutnya sehingga terbagi menjadi tiga bagian.

أولها: اسم فعل أمر، وهو أكثرها ورودا في الكلام المأثور، نحو: “آمين”، بمعنى: استجب، و”صه” -بالسكون- بمعنى؛ اسكت عن الموضوع المعين الذي تتكلم فيه، و”حي” “بفتح الياء المشددة، مثل: حي على الصلاة -حي على الفلاح” بمعنى: أقبل، أو: عجل … وجميع هذه الألفاظ سماعية

Yang pertama kalimah ism fi’il amar yaitu kalimah yang paling banyak di lakukan dan banyak di gunakan pada kalam arab conton lapad “Amiin” yang memiliki makna Istajib atau contoh lapadz Shoh yang bermakna uskut ataupun lapadz hayya contoh yang terdapat pada kalimah hayya ala sholah yang memiliki makna Bersegera untuk melaksanakannya.

فالجواب عن حيي وحي أن من قال: حي, وهي قراءة أكثر القراء, أدغم؛ لأنه قد التقى حرفان متحركان من جنسٍ واحدٍ, فقد صار مثل قولك: بر فلانٌ, ولا تقول: برر, ومن قال: حيي, وهي قراءة أهلٍ المدينة, فحجته أن الياء الآخرة من حيي قد تقع ساكنةً ومتحركةً في المستقبل, ولا يجوز الإدغام, فأجروا الماضي مجرى المستقبل لئلا يختلف الفعل, فإن جمعت على لغة من أدغم قلت: حيوا

Maka jawabannya adalah lapadz “Hayya” sendiri itu di ambil dari pada kata hayiya yang selanjutnya di satukan atau di idghhomkan dengan alasan karena bertemunya dua huruf yang memilik harkat dari satu jenis maka di baca hayya sekira janga di baca hayiya, selanjutnya sesui dengan kaidah yang berjalan pada ilmu nahwu yang kemudian bisa di baca “Hayyuu” sebagaimana yang telah banyak di jelaskan pada kitab-kitab ilmu nahwu.

Faidah Idob dan Mudhof

1. Mengenai بل (bal) bermakna Idrob

Idlrob itu i’rodl (berpaling) memalingkan,maksudnya membelokkan/mengalihkan.

A. Idlrob Ibthol (إضراب إبطال ) : Mengalihkan dan membatalkan kalimat sebelumnya بل, dan menetapkan kalimat setelahnya بل.

Contoh

وقالوا اتخذ الرحمن ولدا سبحنه بل عباد مكرمون

Al-Anbiya’ juz 17 ayat 26

Artinya “Dan mereka berkata: Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil / menjadikan anak. Maha Suci Allah (dari apa yang mereka katakan). Akan tetapi (mereka para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimulyakan.

Ket: “Dalam kalimat tersebut mengalihkan pernyataan sebelum بل serta membatalkannya. yakni pernyataan orang kafir bahwa Allah mengambil/menjadikan anak”.

Dan dalam kalimat tersebut menetapkan pernyataan setelah بل yakni pernyataan bahwa para malaikat adalah hamba-hamba yang dimulyakan.

Contoh lain:

أم يقولون به جنة بل جاءهم بالحق . . . الأية

Al-Mu’minun juz 18 ayat 70.

perinciannya sama dengan di atas.

2. Idlrob Intiqol: pernyataan sebelum بل dengan ditetapkan hukum, dan beralih menetapkan hukum lawannya yang berada setelah بل.

Contoh

قد أفلح مم تزكى وذكر اسم ربه فصلى بل تؤثرون الحياة الدنيا

Al-A’la juz 30 ayat 14-16

Artinya : “Sungguh beruntung orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan ingat (menyebut) Nama Tuhannya, kemudian sholat. Akan Tetapi kalian semua lebih memilih kehidupan duniawi. ”

Ket: “Kalimat sebelum بل ditetapkan hukumnya. dan beralih atau berpindah menetapkan hukum pada kalimat setelah بل tanpa membatalkan kalimat sebelumnya”.

Contoh lain:

ما قام زيد بل عمرو

“Zaid tidaklah berdiri akan tetapi ‘Amr (yang berdiri).”

Ket: Hukum tidak berdirinya zaid yang jatuh sebelum بل ditetapkan. dan beralih menetapkan hukum berdirinya ‘Amr yang jatuh setelah بل tanpa membatalkan pernyataan sebelumnya.

2. Karena NUN pada isim tasniah,dinisbahkan kepada tanwin.Maka NUN sudah sepatut nya di hilangkan pada kalimat mudhof ilaih

Ibarat/referensi untuk nomer 2.

– Al-Kawakib Ad-Durriyah juz 2, hal. 186 al-haramain

فصل
وأما المخفوض بالإضافة فنحو غلام زيد ، ويجب تجريد المضاف من التنوين كما في غلام زيد ، ومن نوني التثنية والجمع نحو غلاما زيد وكاتبو عمرو

———————
؛ ( و ) يجب أيضا تجريد المضاف ( من نوني التثنية والجمع ) المذكر السالم ، لأنهما يشبهان التنوين من حيث إنهما يليان علامة الإعراب كالتنوين

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb,com