Hakikat Makna Dari Bertambahnya Umur Bagi Orang Yang Bersilaturahmi

Hakikat Makna Dari Bertambahnya Umur Bagi Orang Yang Bersilaturahmi

Almunawwar.or.id – Ada hal yang paling penting bagi setiap muslim yang selalu rajin untuk bershlaturahmi baik terhadap sesam muslim lainnya ataupun pada orang-orang yang ada di sekitar, dan hal tersebut adalah adanya keberkahan panjang umur di saat shilaturahmi itu dilakukan.

Oleh sebab itulah selain sangat di anjurkan, shilaturhami juga adalah wujud dari pada pengukuhan tali persaudaraan yang kuat dan erat agar lebih di tingkatkan juga yang secara tidak langsung lewat dari keberkahannya itu akan memberikan makna yang begitu dalam baik dari usia maupun dari segi rizqinya.

Ataupun dari hal yang memang selama ini sangat di harapkan dan di inginkan oleh setiap orang seperti mempunyai turunan yang sholeh ataupun generasi penerus yang sesuai dengan keinginan. Sebagaimana yang tersirat dari hakikat makna dari ditambahkannya umur dna rizqi bagi yang sering bershilaturahmi.

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda:

من سره أن يبسط له في رزقه أو ينسأ له في أثره فليصل رحمه

Artinya :” Barangsiapa senang apabila dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali kekerabatannya ” (HR. al bukhori dalam kitabul buyu’ dari anas bin malik, dan dalam kitabul adab dari abu hurairoh).

Firman Alloh S.W.T :

فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya : “Maka jika kematian mereka telah tiba niscaya mereka tidak bisa menundanya walau sesaat dan tidak pula mereka bisa menyegerakannya.” (QS. Al-A’raf [7]: 34).

Dari kedua keterangan dalil di atas para Ulama memberikan penerangan dan penjelasan dari arti dan maksudnya secara akna haqiqi, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Alhafidz Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab Fathul Baari Syarh Shohih Bukhori menjelaskan tentang tambahnya umur itu adalah :

 أن هذه الزيادة كناية عن البركة

Artinya :” sesungguhnya tambahan ini adalah makna kinayah (bukan yg sebenarnya) dari barokah.” hal ini dikarenan ia mendapat taufiq dari Allah untuk melaksanakan ketaatan, mengisi waktunya dengan hal-hal yang membawa manfaat di akhirat dan menjaga dirinya dari menyia-nyiakan waktunya dengan hal-hal yang tidak membawa manfaat di akhirat.

Dalam lailatul qadar, seorang hamba beramal shalih dalam satu malam namun mendapatkan pahala yang lebih baik dan lebih banyak dari amalan selama seribu bulan (83 tahun 4 bulan) yang tidak ada lailatul qadarnya. Itulah pengertian umurnya dipanjangkan, yaitu seakan-aan dipanjangkan selama 83 tahun lebih. Satu malam nilai keberkahannya bahkan melebihi keberkahan umur selama 83 tahun lebih.

Intinya, menyambung tali kekerabatan menjadi sebab mendapat taufik untuk melaksanakan amal-amal ketaatan dan melindungi diri dari perbuatan-perbuatan maksiat. Dengan demikian saat ia meninggal, ia meninggalkan nama yang harum dan pujian yang baik. Pada saat itulah ia seakan-akan belum mati, meskipun jasadnya sudah mati. Ia seakan-akan belum mati karena masyarakat masih senantiasa mengenang keshalihan amalnya dan kemuliaan akhlaknya.

 أن الزيادة على حقيقتها

Artinya :” tambahan ini memang secara kenyataan ditambah”
Misalnya, Allah Ta’ala berfirman kepada malaikat pencatat usia manusia: “Umur si fulan adalah 100 tahun jika ia menyambung tali kekerabatannya, dan 60 tahun jika ia tidak menyambung tali kekerabatannya.”

Sementara itu Allah dengan ilmu-Nya yang azali telah mengetahui apakah si fulan tersebut akan menyambung tali kekerabatannya ataukah ia akan memutusnya.

Jadi, menurut ilmu azali yang dimiliki oleh Allah Ta’ala, umur si fulan tersebut tidak bertambah dan tidak berkurang sedikit pun. Adapun menurut ilmu yang dimiliki oleh malaikat pencatat usia manusia, umur si fulan tersebut bisa bertambah atau berkurang.

 وجزم ابن فورك بأن المراد بزيادة العمر نفي الآفات عن صاحب البر في فهمه وعقله . وقال غيره في أعم من ذلك وفي وجود البركة في رزقه وعلمه ونحو ذلك

Artinya : “Menurut imam Al-Furak, yang dimaksud dengan penambahan umur dalam hadits-hadits di atas adalah Allah Ta’ala akan menyingkirkan berbagai macam musibah yang mengancam pemahaman dan akal orang yang melakukan amal kebajikan (yaitu menyambung tali kekerabatan).

Sebagian ulama lainnya menyatakan berbagai macam musibah yang disingkirkan tersebut bersifat umum, tidak sebatas musibah yang mengancam pemahaman dan akal pikiran orang yang melakukan amal kebajikan. Selain itu, ia juga bermakna turunnya keberkahan atas rizkinya, ilmunya dan hal-hal lainnya.

Itulah haqiqat makna yang terselubung dari maksud dan tujuan ditambahkannya umur dan rizqi bagi siapa saja orang muslim yang selalu senantiasa menjaga nilai shilaturahmi.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id