Harapan Besar Warga NU di Balik Makna Filosofis Logo Muktamar Ke 34

Harapan Besar Warga NU di Balik Makna Filosofis Logo Muktamar Ke 34

Almunawwar.or.id – Muktamar NU yang ke 34 ini akan di gelar di Provinsi Lampung, lebih tepatnya di Pondok Pesantren Darussa’adah, di Lingkungan III Dusun Celikah, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah. Sebuah pertemuan penting yang akan di ikuti oleh semua pengurus NU dari mulai tingkat cabang (kabupaten/kota) wilayah (provinsi), PBNU, dan juga pengurus cabang istimewa (PCINU) seluruh dunia termasuk untuk semua warga Nahdiiyyah.

Hajatan akbar lima tahunan warga Nahdliyyah ini selalu menjadi moment penting tidak hanya untuk warga NU saja, akan tetapi bagi semua element masyarakat luas terutama warga sekitar yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar tersebut. Termasuk sebagai bentuk ukwah islamiyyah yang tinggi antar umat beragama terlebih khusus umat Islam yang senantiasa menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Berbegai persiapan terus di lakukan dan di benahi oleh para pengurus NU di berbagai wilayah, Termasuk penandaan kegiatan Muktamar tersebut dengan di buatnya mkna filosofis yang terkandung dalam sebuah logo resmi Muktamar NU ke 34. Dan sebagai sebuah identitas dari adanya hajatan tersebut dengan penuh harapan dan tujuan yang pasti terutama dalam mengevaluasi semua kinerja yang ada di tubuh organisasi keagamaan dan kemasyarakatan terbesar di Nusantara tersebut.

Makna filosofis yang tertuang pada sebuah identitas logo Muktamar ini memberikan arti penting dan dalam merealisasikannya dalam menjalankan kehidupan baik secara individu maupun ketika berorganisasi, bukan hanya sebagai simbol semata, akan tetapi jauh lebih bermakna dari setiap gambar yang ada pada sebuah logo itu mengandung arti dan tujuan tertentu yang bermuara pada sebuah wadah persatuan dan kebersamaan.

Prioritas tumbuhnya nilai kebersamaan yang berangkat dari kesadaran diri, saling mengasihi, menghargai, menghormati dan saling membantu antar sesama khususnya bagi warga Nahdliyyah itu terlahir dari adanya satu titik identitas permusyawaratan untuk mencapai sebuah persatuan Indonesia. Dan Muktamar NU ke 34 ini menandai akan pentingnya saling membangun satu sama lain agar tercapai satu kemupakatan dalam berbagai kemajemukan.

Makna Filosofis Logo Muktamar NU ke 34
Logo tersebut didominasi warna kuning emas dan hijau ini bisa terlihat dari gambar Siger Lampung yang melambangkan ciri khas daerah Lampung. Siger melambangkan keagungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat. Angka satu dalam huruf arab yang dikombinasikan dengan siger menjadi simbol kemandirian. Sehingga bisa saling melengkapi satu sama lain tanpa harus meninggalkan sebuah adat yang menjadi simbol bagi satu daerah.

Logo juga menjadi sebuah simbol dari sebuah kemufakatan yang terlahir dari sebuah pemikiran yang mendalam guna bisa berarti dan bermakna pada realisasi kehidupan, Juga menjadi simbol penting akan makna dan tujuan yang terkandung dalam sebuah pelaksanaan kegiatan termasuk dari Muktamar NU ini. Bahkan sebuah logo memiliki kedudukan penting yang mempengaruhi terhadap kemeriahan dan kesuksesan sebuah acara atau kegiatan.

Sebagaimana filosofis yang di hadirkan dari dan dalam logo Muktamar NU ke 34 ini sebagai pengharapan besar untuk semua kalangan baik dari desainer logo itu sendiri maupun dari forum pelaksana pertemuan itu. Sehingga tertuju dan terfokuskan pada satu titik pusat untuk membangun kebersamaan yang utuh dari semua evaluasi kinerja kepengurusan para peetinggi NU di berbagi daerah dan pusat. Dan logo muktmar tersebut di di Gedung PBNU Jakarta Pusat, pada Senin (1/11/2021).

Harapan Warga NU
Harapan seluruh warga NU, dengan diadakannya Muktamar ke-34 NU ini, siapapun yang terpilih diharapkan dapat memimpin dengan penuh semangat serta memberi kedamaian dan bisa tetap terjalin ukhuwwah (persaudaraan) yang baik. Ukhuwah ini meliputi ukhuwwah basyariyyah (persaudaraan sesama manusia), ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan kebangsaan), ukhuwwah nahdliyyah (persaudaraan sesama warga NU), dan ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama umat Islam)​​​​​​​​​​​​​​. Sehingga mampu membangun kemandirian Nahdliyin sebagai pilar pemersatu bangsa.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id