Hilangkanlah Rasa Malas Dengan Mendawamkan Doa Kunci Pembuka Ijabah

Hilangkanlah Rasa Malas Dengan Mendawamkan Doa Kunci Pembuka Ijabah

Almunawwar.or.oid – Sering sekali rasa malas dan tidak adanya kemauan dan keinginan dalam diri dan menghampiri keseharian kita sehingga bisa menghambat rutinitas yang seharusnya lebih di optimalkan dan di maksimalkan sesuai dengan target dan harapan.

Namun ada kalanya ketika malas diri tersebut seolah membekukan hati untuk tergerak selayaknya seorang manusia yang mampu dan ada kemauan dalam dirinya untuk bisa semangat dan rajin dalam segala hal, termasuk dalam menjalani kesibukan dan rutinitas keseharian.

Banyak beberapa faktor yang membuat malas tersebut tidak lepas dari diri salah satunya adalah karena mungkin banyaknya pekerjaan ataupun sesuatu yang memang tidak ada daya tarik di balik rutinitas mengerjakan hal tersebut, sehingga tidak adanya pencapaian yang berarti.

Namun jika memaknai dengan menyikapinya sesuai dengan hakikat dari pada adanya sebuah amalan itu bernilai ibadah, maka setidaknya apa yang sudah dikerjakan meskipun disertai dengan malas itu akan berbuah ibadah pula dengan catatan ketika mengawalinya di niati ibadah.

Jadi manfaatkanlah dua hal yang terbilang sangat istimewa ini yakni “sehat dan waktu yang luang” sebagaimana yang telah di wanti-wantikan oleh Rasululloh S.A.W akan kelalaian seorang muslim terhadap kedua hal tersebut yang merupakan puncak dari pada tidak adanya perubahan dan kemajuan.

Sebab ingatlah pepatah mengatakan “Dimana ada kemauan disitu ada jalan keterbukaan” begitu juga perintah agama menganjurkan bahwa “Barangsiapa yang berjalan di jalan Alloh S.W.T maka Alloh akan memberikan pintu jalan tersebut, maka dari itulah hilangkanlah rasa malas itu dengan mendawamkan kunci pembuka doa berikut ini.

Doa Menghilangkan Rasa Malas
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memohon perlindungan dengan berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allahumma inni A‘udzubika minal kasali wa A‘udzubika minal jubni wa A‘udzubika minal harami wa A’udzubika minal bukhli

Artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung pkeadaMu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

Doa Kunci Pembuka Ijabah
Berikut ini adalah doa salah seorang sahabat yang diakui sebagai doa pembuka yang baik oleh Rasulullah SAW.

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.

Artinya: “Tuhanku, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah. Tiada tuhan selain Engkau Yang Maha Esa, tempat bergantung yang tiada melahirkan dan tiada dilahirkan, serta tiada apapun yang menyamai-Nya.”

Hal ini berdasarkan penjelasan yang terdapat dalam sebuah hadits yang di terangkan oleh oleh Imam An-Nawawi dari Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Buraidah RA yang selengkapnya dapat dilihat pada hadits berikut ini:

وروينا في سنن أبي داود والترمذي والنسائي وابن ماجه، عن بريدة رضي الله عنه أن رسول الله (صلى الله عليه وسلم) سمع رجلا يقول: اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد. فقال: لقد سألت الله تعالى بالاسم الذي إذا سئل به أعطى، وإذا دعي أجاب

Artinya: “Kami diriwayatkan di Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Buraidah RA bahwa seuatu ketika Rasulullah mendengar salah seorang sahabatnya berdoa dengan lafal, ‘Allâhumma innî as’aluka bi annî asyhadu annaka antallâhu, lâ ilâha illâ antal ahadus shamad, alladzî lam yalid wa lam yûlad, wa lam yakullahû kufuwan ahad.’ Rasulullah SAW lalu menyambutnya, ‘Kau telah memohon kepada Allah dengan nama (agung) yang mana Dia akan memberikan karunia-Nya bila diminta dengan nama tersebut, dan Dia akan mengijabah seseorang yang berdoa memanggil-Nya dengan nama tersebut,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 336).

Jadi tidak ada salahnya kita bisa mendawamkan doa tersebut ketika akan mengawali semua rutinitas di semua waktu yang di anggap sangat penting dan krusial sekali untuk di lakukan, karena berdoa adalah sebauh perintah adapun hasilnya itu merupakan hak prerogatif Alloh S.W.T yang maha mengetahui atas semua perkara.

Wallohu A’lam Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id