Hukum Daripada Mengedarkan Kotak Amal Ketika Khutbah Jumat Berlangsung

Hukum Daripada Mengedarkan Kotak Amal Ketika Khutbah Jumat Berlangsung

Almunawwar.or.id – Dalam ketentuannya ketika sedang dilaksanakan amalan khutbah pada sholat jumat itu haruslah sesuai dengan apa yang sudah di syariatkan. terutama ketidak ada aktivitas lainnya selama pelaksanaan khutbah itu dilakukan agar tidak bisa mengganggu kelancaran dan keabsahan dari khutbah itu sendiri.

Lalu bagaimana jika pas waktu khutbah berlangsung itu di edarkan kotak amal, apakah itu bisa mempengaruhi sahnya khutbah atau tidak? Nah di sini mungkin perlu sedikit penjelasan mengenai hal ikhwal yang sudah lumrah dilakukan oleh masyarakat muslim indonesia pada khususnya.

Karena memang dari hal yang dianggap kecil dan sederhana tersebut terkadang mempengaruhi terhadap keabsahan amalan yang penting seperti khutbah ini. Dan secara kajian sebagaimana yang telah di syariatkan dan dijelaskan dalam beberapa kitab fiqih dengan penuturannya sebagai berikut.

حاشية الجمل الجزء 2 صحـ : 36 مكتبة دار الفكرقَوْلُهُ وَيُكْرَهُ الْمَشْيُ بَيْنَ الصُّفُوفِ لِلسُّؤَالِ وَدَوْرَانِ الْإِبْرِيقِ وَالْقِرَبِ لِسَقْيِ الْمَاءِ وَتَفْرِقَةِ الأَوْرَاقِ وَالتَّصَدُّقِ عَلَيْهِمْ لأَنَّهُ يُلْهِي النَّاسَ عَنْ الذِّكْرِ وَاسْتِمَاعِ الْخُطْبَةِ اهـ

Artinya “Dan dimakruhkan berjalan diantara barisan jamaah shalat jumah untuk meminta-minta, menjalankan kendi, geriba untuk mengalirkan air dan membagi-bagikan selebaran serta memberikan sedekah padanya karena yang demikian dapat melenakan jamaah untuk berdzikir serta mendengarkan khutbah”.

Lalu bagaimana jika ketika khutbah itu melakukan aktivitas minum air atau makan karena memang sudah tersedianya fasilitas tersebut? Nah mengenai permasalah seperti ini para ulama kalangan Syafi’iyyah berpendapat akan kebolehannya dengan syarat tertentu, adapun menurut Imam Maliki dan Ahmad dan Auza’iy tidak boleh, bahkan batal shalat Jum’atnya menurut imam Auza’iy. Berikut redaksinya:

[فرع شرب الماء حال الخطبة]يجوز شرب الماء في حال الخطبة للعطش أو للتبرد.وقال مالك، وأحمد، والأوزاعي: (لا يجوز) .قال الأوزاعي: (فإن فعل ذلك … بطلت جمعته) .دليلنا: أن الكلام إذا لم يبطلها، فشرب الماء أولى— البيان في مذهب الإمام الشافعي

Artinya: “Diperbolehkan meminum air pada saat khutbah jumat berlangsung karena haus dan atau karena dinginnya cuaca, Akan tetapi menurut Imam Maliki, Imam Ahmad dan juga Imam Auza’iy itu hukumya tidak boleh bahkan batal sholat jumatnya.

Bahkan terdapat ketentuan lain yang harus diketahui baik bagi khotib maupun para jamaah tentang anjuran amalan ketika khutbah sedang berlangsung yaitu disunnahkannya bagi hadirin jum’ah untuk menghadap pada khotib dan mendengarkannya dan jangan menyibukkan diri pada selainnya.

Sehingga pandangan Imam Syafi’i begitu pula dengan madzhabnya itu berpendapat makruh bagi mereka minum air untuk taladdzud (lezat-lezat / tidak keadaan haus) tapi tidak mengapa jika minum air karena haus entah bagi kaum maupun khotib ini adalah madzhab kita (syafiiyyah).

Kesimpulannya adalah hukum daripada mengedarkan otak amal ketika khutbah sedang berlangsung itu makruh, adapun minum atau makan kecil saat khutbah itu hukumnya sebagaimana yang telah dijelaskan tadi di atas.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id