Hukum Merokok, Makan dan Minum Di Dalam Masjid Menurut Tinjauan Fiqih

Hukum Merokok, Makan dan Minum Di Dalam Masjid Menurut Tinjauan Fiqih

Almunawwar.or.id – Tentu terdapat beberapa hal yang lebih menarik lagi untuk jauh di ungkap dan di jelaskan secara pasti tentang kedudukan hukumnya dari hal yang selama ini sudah menjadi kebiasaan bagi orang yang suka melakukannya, seperti dari kebiasaan merokok di tempat-tempat yang sangat terjaga kebersihan dan kesuciannya.

Dalam masalah ini tentu bukan hanya dari hukum merokoknya saja, akan tetapi terdapat sebuah etika yang mesti harus di hormati tentang apa yang menjadi larangan dan kebolehannya. Seperti merokok ataupun makan dan minum di dalam mesjid yang memang kalau di tinjau secara kedudukan hukumnya tersebut terdapat perbedaan pendapat.

Hal ini pulalah yang membuat dan menjadi perhatian bagi umat muslim dari apakah di perbolehkan melakukan aktivitas seperti yang tadi, dalam masalah ini para ulama memberikan pandangannya sebagaimana yang ada pada kajian dan tinjaun hukum fiqih dengan penerangannya sebagai berikut:

1. Kalau terjadi idza’ (menyakiti atau mengganggu orang lain) hukumnya makruh menurut sebagaian pendapat. Dan menurut pendapat yang lain hukumnya haram.

2. Apabila terjadi taqdzir (mengotori masjid) atau bertujuan menghina (Ihanah) kemulyaan masjid maka hukumnya haram.

3. Hukum-nya dapat berubah menjadi sunnah apabila keberadaan-Nya dapat menimbulkan semangat untuk taklim (mengajar) atau imaroh masjid (meramaikan masjid) dengan tetap menghindri taqdzir dan ihanah.

Catatan:
Dalam masalah merokok dalam tempat tempat-tempat tersebut ada beberapa ulama’ yang langsung mengharamkan-Nya secara mutlaq di antaranya:

Pendapat-pendapat Para Ulama
1. Syaikh Ismail Utsman Zain Al-Yamani Al-Makki,
Beliau berkata: “Merokok di samping majlis al-Qur’an, majlis ilmu hadits, majlis ilmu-ilmu syar’I atau tempat-tempat yang harus di jaga adab dan ketenangan-Nya hukumnya haram karena termasuk su’ul adab {tidak sopan} dan meremehkan majlis-majlis yang harus di mulyakan dan terlebih-lebih bila dilakukan di masjid yang merupakan rumah Alloh SWT, dan termasuk bagian syi’ar-syi’ar Allah SWT. Barang siapa yang mengagungkan syi’ar-syi’ar Alloh, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati”.

2. Syaikh As-Sabrowi As-Syafi’i,
Beliau Berkata: “Guruku berkata masalah yang saya pasrahkan terhadap Alloh SWT. Adalah keharaman merokok di majlis al-Qur’an dan tidak ada jalan bagi pendapat Makruh. Ketika berbincang-bincang urusan dunia di samping majlis al-Qur’an itu di larang, maka merokok dalam majlis itu lebih utama untuk di larang karena adanya bau yang ngga’ enak, walaupun pelakunya tidak merasakannya karena senang atau sudah terbiasa, seperti halnya orang yang bekerja di tempat-tempat kotoran maka mereka tak akan terganggu.

Ketika orang-orang berakal mengetahui bahwa termasuk adab atau sopan santun menghadap raja di dunia dan mentri-mentrinya adalah tidak merokok, maka apakah mereka tidak mengetahui bahwa merokok ketika menghadap Alloh dengan membaca al-Qur’an termasuk sesuatu yang merusak sopan santun ? Banyak sekali sesuatu ketika tidak menghadap raja, itu tidak dilarang tetapi ketika menghadapnya itu di larang.

Atas dasar ini merokok itu makruh di luar majis Al-qur’an, tapi ketika di majlis Al-Qur’an karena termasuk merusak sopan santun di hadapan kalam Alloh maka hukumnya haram. Ketahuilah banya sekalai perbuatan di luar sholat itu di perbolehkan tapi ketika di tengah-tengah sholat maka hukumnya haram. Walaupun tidak membatalkannya, keharaman ini karena tidak adanya kesopanan di hadapan Alloh SWT”

3. Al-Imam Al-Hifny
Beliau menukil adari beberapa gurunya, beliau berkata: “Merokok di majlis Al-Qur’an menghawatirkan penyebab SU’UL KHOTIMAH, semoga Alloh melindungi kita semua”. Oleh karena itu atas segala keadaaan berhati-hatilah, karena berhati-hati {ikhtiath} adalah perbuatan orang-orang yang takut kepada Alloh SWT.

Sebagai bahan perbandingan dan rujukannya bisa di lihat dan di kaji dari beberapa referensi kitab-kitab berikut ini.
1. Kitab Al-Ghuror Al-Bahiyah Syarh Al-Bahjah Juz1 halaman 409.
2. Kitab Qurrotul Ain Bi Fatawa Ismail Zain halaman 199-200/193-194.
3. Kitab Al-Mahally Juz 1 halaman 227.
4. Kitab Al-Anwar Juz 1 halaman 83.
5. Kitab Tukhfah Ma’a Syarwani Juz 1 halaman 23.
6. Kitab Asnal Matholib Iii/100.
7. Kitab Yas’alinaka Fi-Ad-Din Wa Al-Hayat Juz 2 halaman 227.
8. Kitab Talk Khisul Murod halaman 96.
9. Kitab Syarh Mandhumah Arsyadul Ikhwan halaman 258-259.
10. Kitab Al-Wajiz Juz 1 halaman 59.Is’adur Rofiq Juz 1 halaman 59.
11. Kitab Bughyah Mustarsidin halaman 65
12. Kitab At-Turmusi Juz 3 halaman 34-36

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber :
piss-ktb.com
almunawwar.or.id