Hukum Wanita Ikut Shalat Ied dan Melaksanakan Ied Tanpa Mendengarkan Khutbahnya

Hukum Wanita Ikut Shalat Ied dan Melaksanakan Ied Tanpa Mendengarkan Khutbahnya

Almunawwar.or.id – Sangat di anjurkan bahkan di perintahkan bagi kaum laki-laki untuk bisa sholat berjama’ah di mesjid ataupun di tempat-tempat yang memang sudah di peruntukan untuk kegiatan ibadah sholat, baik itu yang hukumnya fardhu maupun sholat yang hukumnya sunnat seperti sholat ied ini.

Dimana pada pelaksanaan shalat ied itu sendiri terdapat kesunahan-kesunahan yang mesti bisa di amalkan oleh setiap umat islam tidak terkecuali, Lalu bagaimana hukumnya jika seorang wanita itu megikuti sholat ied terutama dari tinjauan hukum agama.

Nah dalam hal semacam ini tentu ada keterangan-keterangan yang menjelaskan tentang kedudukan seorang wanita ketika akan melaksanakan ibadah berjama’ah sholat. Meskipun secara umum itu tidak mempengaruhi akan tata cara peribadhannya, akan tetapi rincian di bawah ini kiranya akan memperjelas terhadap kedudukannya tersebut.

Ataupun dari persoalan yang pernah di alami oleh siapa saja ketika melaksanakan shalat ied namun tidak mengikuti khutbah idul fitri? Apakah syah shalatnya atau bagaimana? Berikut ulasan mengenai kedua permasalahan yang di maksud.

Hukum Shalat Ied Tidak Mengikuti Khutbahnya
1. Jika seseorang tidak sempat ikut jamaah shalat idul adha karena ketiduran, maka Sunnah sholat sendiri jika masih di waktunya atau diqodho & waktunya tidak dibatasi, jika sudah keluar waktu.

( قال الشافعي ) : رحمه الله تعالى ، وأحب لمن حضر خطبة عيد أو استسقاء أو حج أو كسوف أن ينصت ويستمع ، وأحب أن لا ينصرف أحد حتى يستمع الخطبة فإن تكلم أو ترك الاستماع أو انصرف كرهت ذلك له ، ولا إعادة عليه ولا كفارة ، وليس هذا كخطبة يوم الجمعة لأن صلاة يوم الجمعة فرض

Imam Syafii rohimahulloh berkata : “Saya lebih senang kepada orang yang mendatangi khutbah sholat ‘aidul fitri, Sholat Istisqo’, sholat ‘aidul Adha &Sholat khusuf dengan diam & istima’ (mendengarkan khutbah), dan Aku senang kepada musholli yang tidak pergi dari majlis sebelum mendengarkan khutbah (sampai selesai khutbah), Maka Apabila seseorang tersebut jika Berbicara atau meninggalkan Istima’ (tidak mendengarkan khutbah) atau pergi tanpa menanti khutbah selesai, maka hal itu Makruh baginya, dan tidak ada I’adah & kafarot baginya, dan yang demikian itu tidak seperti mendengarkan khotbah sholat jum’ah karena sholat jum’ah adalah sholat Fadhu (wajib)”.

2. Sebisa mungkin tetap ikut mendengarkan khutbah ‘ied, tapi andai terpaksa, tidak apa-apa mengikuti sholat sunnah idul fitri tanpa mengikuti khutbahnya,

حدثنا محمد بن الصباح البزاز حدثنا الفضل بن موسى السيناني حدثنا ابن جريج عن عطاء عن عبد الله بن السائب قال شهدت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم العيد فلما قضى الصلاة قال إنا نخطب فمن أحب أن يجلس للخطبة فليجلس ومن أحب أن يذهب فليذهب

Artinya : “Dari Abdullah bin Saaib berkata: Aku bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam menyaksikan (melakukan bersama) shalat ied, usai shalat beliau bersabda : Aku berkhutbah, barang siapa ingin duduk untuk (mendengarkan) khutbah duduklah, barang siapa ingin pergi silakan pergi”.

Hukum Shalat Ied Bagi Wanita
Jawabannya bias di lihat dan di tela’ah kembali pada kitab Minhaj al-qowin imam Ibnu Hajar Al-Haitami (bab sholat ‘idain) :

“و” يسن “خروج العجوز” لصلوات العيد والجماعات “ببذلة” أي في ثياب مهنتها وشغلها “بلا طيب” ويتنظفن بالماء، ويكره بالطيب والزينة كما يكره الحضور لذوات الهيئات ولو عجائز وللشابات وإن كن مبتذلات بل يصلين في بيوتهن ولا بأس بجماعتهن ولا بأن تعظهن واحدة، ويندب لمن لا يخرج منهن التزين إظهارًا للسرور وإنما يجوز الخروج للحليلة بإذن حليلها.

Walhasil :
1. Bagi Wanita yang bersuami hukumnya boleh dengan izin suaminya.
2. Bagi wanita muda hukumnya makruh walaupun mutabadzdzilat (nglombrot).
Tidak apa-apa bagi mereka tersebut sholat ‘ied di rumah masing-masing atau dengan berjama’ah bersama para wanita yang lain dan salah satu di antara wanita tersebut memberi mau’idhoh (nasehat, khuthbah).
3. Bagi wanita dzawil haiat hukumnya makruh walaupun dia sudah termasuk ‘ajuz (nenek).
4. Bagi wanita ‘ajuz (tua) hukumnya sunat dengan tidak bersolek dan memakai wewangian.

Hukum Shalat Ied Tanpa Membaca Takbir-Takbir Sunnah
Maka tetap sah shalatnya karena takbir tambahan 5 kali itu termasuk sunnat Haiat, bukan rukun sholat.

وليست هذه السبع والخمس فرضا ولا بعضا بل هي كبقية هيئات الصلاة ويكره تركها الخ….اهـتوشيخ على ابن قاسم ص 84

Artinya : “Takbir 7 x dan 5 x itu bukan termasuk fardhu dan juga bukan termasuk sunnat Ab’ad, melainkan sebagaimana sunnat Hai’at Sholat yang lain, dan hukumnya makruh kalau ditinggalkan, jadi kalau misalnya sudah terlanjur baca fatihah, tidak perlu mengulang takbir lagi.

Dan tentu masih banyak semua hal yang berkaitan erat dengan pelaksanaan idul fitiri dan idul adha itu sendiri dan peribadahan lainnya seperti tata cara sholat tahajud yang merupakan amalan sunat paling di anjurkan untuk di laksanakan di setiap malam tanpa muqayyad.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id