Inilah Ciri-Ciri Daripada Calon Ahli Surga Yang Ditampakkan Di Dunia

Inilah Ciri-Ciri Daripada Calon Ahli Surga Yang Ditampakkan Di Dunia

Almunawwar.or.id – Sebagaimana yang telah diterangkan dan dijelaskan baik itu dalam Alquran maupun Alhadits bahwasannya terdapat ciri-ciri bagi mereka kaum muslim yang akan masuk syurga, dimana gambaran dari ciri tersebut bisa di tampakkan dari sifat dan kebaikan yang ada pada diri seorang muslim tersebut.

Dan sifat ataupun kriteria ini adalah sebagian dari ciri-ciri identitas seorang muslim yang nantinya akan senantiasa menjadi ahli syurga atau masuk pada tempat yang memang sangat di impikan oleh setiap muslim. Sehingga makna inilah yang senantiasa menjadi tautan penting dalam hidup semua umat muslim yang ada di dunia ini.

Berdasarkan keterangan dan penjelasan yang termuat dari Alquran dan Alhadits tersebut bisa disimpulkan bahwa ada sembilan ciri orang yang dapat terlihat dari sisi kepribadian seorang muslim yang bisa dilihat semasa hidupnya di dunia ini.

Merujuk pada penjelasan sebuah hadits yang diriwayatkan dan diterima dari dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu , katanya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam syurga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan antara keduanya itu.” (Riwayat Bukhari).

Keterangan hadit ini setidaknya menunjukan bahwa Rasululloh S.A.W telah memberikan isyarat yang begitu penting bagi setiap umatnya bahwa terdapat sifat-sifat tertentu yang bisa terlihat dari seorang muslim yang akan selalu senantiasa menjadi ahli syurga nantinya.

Salah satunya rujukan yang ada dan pada kitab tafsir Ibnu Katsir Juz 2 Halaman 92:

{ وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ } يعني: الجنة، ماكثون فيها أبدا لا يبغون عنها حوَلا. وقد قال أبو عيسى الترمذي عند تفسير هذه الآية: حدثنا أبو كُرَيْب، حدثنا وَكِيع، عن رَبِيع -وهو ابن صَبِيح وحَمَّاد بن سلمة،

Penjelasannya : Allah berfirman : “Adapun orang-orang yang menjadi putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam Rahmat (surga) Allah, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Imran : 107). Maksudnya, mereka tinggal di dalam surga untuk selama-lamanya dan mereka tidak mau pindah darinya.

عن أبي غالب قال: رأى أبو أمامة رءوسا منصوبة على دَرَج دمشق، فقال أبو أمامة: كلاب النار، شر قتلى تحت أديم السماء، خَيْرُ قتلى من قتلوه، ثم قرأ: { يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ } إلى آخر الآية. قلت لأبي أمامة: أنت سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قال: لو لم أسمعه إلا مرة أو مرتين أو ثلاثا أو أربعا -حتى عَدّ سبعا-ما حَدّثتكموه.ثم قال: هذا حديث حسن: وقد رواه ابن ماجة من حديث سفيان بن عيينة عن أبي غالب، وأخرجه أحمد في مسنده، عن عبد الرزاق، عن مَعْمَر، عن أبي غالب، بنحوه. وقد روى ابن مَرْدُويَه عند تفسير هذه الآية، عن أبي ذر، حديثًا مطولا غريبا عجيبا جدا.

Artinya: “Abu Isa At-Tirmidzi dalam tafsir ayat ini mengatakan, telah menceritakan kepada kami abu kuraib, telah menceritakan kepada kami waki’, dari ar-rabi’ ibnu sabih, dan hammad ibnu salamah, dari abu galib yang menceritakan bahwa abu umamah melihat banyak kepala di pancangkan di atas tangga masuk masjid di masyqi, maka abu umamah mengatakan, Anjing-anjing neraka adalah seburuk-buruk orang yang terbunuh di kolong langit ini, sebaik-baik orang yang terbunuh adalah orang-orang yang di bunuhnya. Kemudian abu umamah membacakan firman-Nya :”Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri, dan ada pula muka yang menjadi hitam muram”. (QS. Al-Imran : 106). Hingga akhir ayat”.

Keterangan lain yang menjelaskan sifatan orang yang menjadi ahli syurga adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu murdawaih meriwayatkan dalam tafsir ayat ini dari abu dzar, sebuah hadist yang panjang tapi isinya sangat aneh dan mengherankan.

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ لاَ نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.( QS Al A’raf : 42 )

Begitu juga dengan sifatan yang dijelaskan berdasarkan keterangan alhadits yang memang selama ini menjadi rujukan bagi setiap muslim, sebagaimana yang tersiratkan pada keterangan berikut ini.

حدثنا عمران بن ميسرة حدثنا ابن فضيل حدثنا حصين عن عامر عن عمران بن حصين رضي الله عنهما قال : لا رقية إلا من عين أو حمة . فذكرته لسعيد بن جبير فقال حدثنا ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( عرضت علي الأمم فجعل النبي والنبيان يمرون معهم الرهط والنبي ليس معه أحد حتى رفع لي سواد عظيم قلت ما هذا ؟ أمتي هذه ؟ قيل هذا موسى وقومه قيل انظر إلى الأفق فإذا سواد يملأ الأفق ثم قيل لي انظر ها هنا وها هنا في آفاق السماء فإذا سواد قد ملأ الأفق قيل هذه أمتك ويدخل الجنة من هؤلاء سبعون ألفا بغير حساب ) . ثم دخل ولم يبين لهم فأفاض القوم وقالوا نحن الذين آمنا بالله واتبعنا رسوله فنحن هم أو أولادنا الذين ولدوا في الإسلام فإنا ولدنا في الجاهلية فبلغ النبي صلى الله عليه و سلم فخرج فقال ( هم الذين لا يسترقون ولا يتطيرون ولا يكتوون وعلى ربهم يتوكلون ) . فقال عكاشة بن محصن أمنهم أنا يا رسول الله ؟ قال ( نعم ) . فقام آخر فقال أمنهم أنا ؟ قال ( سبقك بها عكاشة )

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Imran bin Maisarah telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Fudlail telah menceritakan kepada kami Hushain dari ‘Amir dari Imran bin Hushain radliallahu ‘anhuma dia berkata: Tidak ada ruqyah (jampi-jampi dari Qur’an dan Sunnah) kecuali dari penyakit ‘Ain atau demam, lalu hal itu kusampaikan kepada Sa’id bin Jubair, dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Abbas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Beberapa ummat pernah ditampakkan kepadaku, maka nampaklah seorang nabi dan dua orang nabi lain lewat bersama dengan beberapa orang saja, dan seorang nabi lagi yang tidak bersama seorang pun, hingga tampak olehku segerombolan manusia yang sangat banyak, aku pun bertanya; Apakah segerombolan manusia itu adalah ummatku? di beritahukan; Ini adalah Musa dan kaumnya”.

Lalu diberitahukan pula kepadaku; Lihatlah ke ufuk. Ternyata di sana terdapat segerombolan manusia yang memenuhi ufuk, kemduian di beritahukan kepadaku; Lihatlah di sebelah sini dan di sebelah sana, yaitu di ufuk langit. Ternyata di sana telah di padati dengan segerombolan manusia yang sangat banyak, di beritahukan kepadaku; Ini adalah ummatmu, dan di antara mereka terdapat tujuh puluh ribu yang masuk surga tanpa hisab.

Setelah itu beliau masuk ke rumah dan belum sempat memberi penjelasan kepada mereka (para sahabat), maka orang-orang menjadi ribut, mereka berkata; Kita adalah orang-orang yang telah beriman kepada Allah dan mengikuti jejak Rasul-Nya, mungkinkah kelompok tersebut adalah kita ataukah anak-anak kita yang dilahirkan dalam keadaan Islam sementara kita dilahirkan di zaman Jahiliyah.

Maka hal itu sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lantas beliau keluar dan bersabda: Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah minta untuk di ruqyah, tidak pernah bertathayur (menganggap sial pada binatang) dan tidak pula melakukan terapi dengan kay (terapi dengan menempelkan besi panas pada daerah yang sakit), sedangkan kepada Rabb mereka bertawakkal.

Lalu Ukasah bin Mihshan berkata; Apakah aku termasuk di antara mereka ya Rasulullah? beliau menjawab; Ya. Selanjutnya sahabat yang lain berdiri dan berkata; Apakah aku termasuk dari mereka? beliau bersabda: Ukasah telah mendahuluimu. (HR. Bukhori No. 5378 Juz 5 Halaman 2157).

Dari penjelasan dan keterangan di atas bisa di tarik kesimpulan bahwa setidaknya ada sembilan ciri bagi setiap muslim yang di calonkan menjadi ahli syurga kelak. Diantaranya:

1. Orang bewajah putih berseri-seri (ahlussunnah waljama’ah dan pengikutnya)
2. Orang yang selalu berwudu’
3. Orang yang tidak minta diruqyah
4. Orang yang tidak memperaktekkan ka’i
5. Orang yang tidak pernah bertathayur
6. Orang yang bertawakkal kepada Allah dari segala ujian, cobaan dan musibah
7. Tidak menjadi orang kafir dan orang munafiq
8. Orang yang selalu bertaqwa kepada Allah.
9. Orang yang memelihara dan menanggung anak yatim ”

Dan memang keterangan dalam Alquran dan Alhadits ini menjadi tausiyah penting bagi kita bahwa agar senantias berprilaku sebagaimana yang ada pada ciri-ciri tersebut, sehingga bisa menuai dari apa yang menjadi tujuan hidup di dunia ini. Adapun masuk dan tidak masuk syurganya seorang muslim itu adalah hak prerogatif nya Alloh S.W.T.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id