I’rob Lafadz Hasbunallah Wani’mal Wakil Menurut Kajian Ilmu Nahwu

I'rob Lafadz Hasbunallah Wani'mal Wakil Menurut Kajian Ilmu Nahwu

Almunawwar.or.id – Ilmu nahwu adalah ilmu yang mengatur kedudukan sebuah harkat dalam akhir sebuah kalimah bahasa arab, mengapa masalah itu di atur karena memang tidak hanya berpengaruh dalam segi bacaannya saja akan tetapi dalam segi makna dari kalimah tersebut. Sehingga dengan menggunakan ilmu nahwu sesuai dengan kaidahnya itu sangat indah baik ketika di bacakan maupun saat di artikan jauh lebih detail dan lebih di mengerti.

Itulah salah satu sebabnya mengaji ilmu nahwu hukumnya fardhu kifayah, bahkan bagi mereka yang bermaksud akan menggali ilmu-ilmu Alquran dan Alhadits belajar atau mendalami itu adalah syarat wajib bahkan fardhu A’in. Hal ini di takutkan akan ada salah mengartikan maksud dan tujuan ayat Alquran ataupun tujuan dari sebuah Alhadits, Sehingga nantinya akan timbul salah pengertian dan pemahaman bahkan tidak mungkin ada penyesatan hanya gara-gara ngaji tanpa di dasari ilmu nahwu.

Dan untuk lebih memberikan makna yang lebih jelas serta pembacaan yang sesuai denga literasi bahasa arab maka ilmu nahwu selalu berdampingan dengan ilmu shorof, Dalam sebuah keterangan menyebutkan bahwa Nahwu adalah bapaknya ilmu sedangkan shorof itu induknya. Dalam artian semua rahasia dari pembacaan, peletakan kedudukan sebuah kalimah bahasa arab itu bisa di ketahui dengan menggunakan dua metode ilmu tersebut.

Salah satu hal yang sering di dengar dan di bacakan dalam bacaan dzikir sehari-hari adalah kalimah “Hasbunalloh Wa Ni’mal Wakiil, Ni’mal maulaa Wa Ni’ma Nasiir” yang terkadang orang menenyakan cara menarkib kalimah tersebut, Dan berikut penjelasannya.

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نِعْمَ الْمَوْلى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

DI ambil dari  Kitab Judulil Qur’an

(حسب) مبتدأ مرفوع و(نا) ضمير مضاف إليه في محلّ جرّ (اللّه) لفظ الجلالة خبر مرفوع بحذف مضاف أي عون اللّه الواو عاطفة- أو استئنافيّة- (نعم) فعل ماض جامد لإنشاء المدح (الوكيل) فاعل مرفوع، والمخصوص بالمدح محذوف تقديره اللّه.

Lapadz Hasbu tarkib menjadi Mubtada’ di baca rafa’, Lapadz Na yaitu dhomir tarkib menjadi mudhof ilaih mahal jer, Lapadz Allahu (Lafadz jalalah) itu tarkibnya menjadi khobar dibaca rafa’ dengan membuang mudhof, maksudnya ‘aunillah (pertolongan Allah), Hurup Wawu itu merupakan athof atau isti’naf, Lapadz Ni’ma itu tarkibnya menjadi fi’il madhi jamid untuk memunculkan pujian, Lapadz Al wakil itu tarkibnya menjadi fail dibaca rafa’ dan yang dikhususkan dengan pujian itu dibuang, taqdirnya adalah dhomir HUWA yang marji’ nya pada lafadz Allah.

(نِعْمَ) فعل ماض لإنشاء المدح.
(الْمَوْلى) فاعل والمخصوص بالمدح محذوف تقديره هو، وجملة المدح في محل رفع خبر للمبتدأ المحذوف، وجملة وهو نعم المولى المقدرة مستأنفة (وَنِعْمَ النَّصِيرُ) إعرابها سابقتها.

Lapadz Ni’ma tarkibnya menjadi fi’il madhi untuk memunculkan pujian, Lapadz Al maula itu menjadi fail dan yang dikhususkan dengan pujian itu di buang, taqdirnya dia, Dan jumlah pujian dalam mahal rafa’ sebagi khobarnya mubtada’ yang dibuang dan jumlah yaitu ni’mal maula yg ditaqdirkan lagi permulaan. Sedangkan lapadz Wani’man nashir itu i’robnya sama dengan sebelumnya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id