Jangan Berhenti Untuk Berbuat Baik, Karena Itu Dapat Menghapus Kejelekan

Jangan Berhenti Untuk Berbuat Baik, Karena Itu Dapat Menghapus Kejelekan

Almunawwar.or.id – Manusia yang sejatinya adalah seorang hamba yang senantiasa di tuntut untuk bisa mengoptimalkan semua hal yang berbuah dan bernilai ibadah, termasuk ketika harus berinteraksi sosial dengan sesamanya dengan menebarkan kebaikan di semua hal.

Karena adanya nilai penghargaan dan perhatian dari semua orang itu tergantung dari bagaimana kita berbuat baik kepada semua orang tersebut, dan yaqinilah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain, sebagaimana yang telah di terangkan dalam sebuah hadits.

Tentu hal ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk senantiasa berlomba dalam meraih kebaikan di segala badang terutama dalam menjaga “Hablu Minalloh (Hubungan sama Alloh S.W.T) dan Hablu Minannas (Hubungan sesama manusia). Sehingga dengan bisanya berbuat pada orang lain itu akan menghapus kejelekan (dosa), tentu dengan catatan dengan meraih kesempurnaan lewat pintu taubat.

Hal ini di contohkan dari sebuah kisah seorang lelaki yang pernah mencium perempuan yang bukan mahromnya, lalu kemudian ia melapor pada nabi saw

~عن عبد الله بن مسعود أن رجلا أصاب من إمرأة قبلة فأتى النبي صلى الله عليه و سلم فذكر ذلك له قال فنزلت أقم الصلاة طرفي النهار و زلفا من اليل إن الصلاة يذهبن السيئات ذلك ذكرى للذاكرين قال فقال الرجل ألي هذه يا رسول الله قال لمن عمل بها من أمتي

Artinya : ” Dari Abdulloh Bin Mas’ud berkata sesungguhnya Rasululloh S.A.W bersabda “seorang laki laki mencium seorang wanita yg bukan mahromnya kemudian ia melapor pada nabi saw atas perbuatannya akhirnya turunlah ayat : “dirikanlah shalat pada pagi dan sore dan pada permulaan malam, Sesungguhnya perbuatan baik itu dapat menghapus perbuatan perbuatan buruk itulah peringatan bagi orang orang yg ingat”. Lelaki itu bertanya pada nabi saw : apakah amalan ini hanya untuk saya? Nabi saw menjawab : untuk ummat ummatku yg mengamalkannya. Shohih muslim/ Hadits 2763

Maka atas perbuatannya akhirnya turunlah ayat :

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Artinya : “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Kedua keterangan dalil ini menerangkan bahwa pentingnya untuk segera bertaubat dan berbuat baik setelah melakukan dosa, karena sesungguhnya dengn bersegera untuk meminta ampunan (maaf) dan menggantikannya dengan berbuat baik itu senantiasa akan menghapus kejeleken yang pernah di buatnya.

Dan ingatlah selama dalam hati kita ada niat untuk bisa dan ingin memberikan yang terbaik, niscaya Alloh S.W.T pula akan memberikan keterbukaan hati baik bagi diri kita maupun bagi semua orang terutama bagi orang yang di maksudnya.

Karena semuanya berangkat dari kekuatan dan keteguhan hati, jika hatinya baik maka buahnya pun akan baik, namun tidak untuk sebaliknya. Dan perlu di ketahui bahwa yang di maksud atau yang di sebut dengan hati itu banyak sekali istilahnya sebagaimana yang di katakan oleh Imam Sayyidina Ali r.a. yang menyampaikan bahwa hati (qalb) itu mempunyai lima nama, diantaranya:

1. Shadr, Karena ia merupakan tempat terbitnya cahaya Islam (nuuru-l-islaam). Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Adakah sama dengan mereka yang dibukakan shadrnya untuk Islam….” Berdasarkan keterangan keterangan :

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya : “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (QS Az Zumar :22)

2. Qalb, karena ia merupakan tempat terbitnya keimanan. Hal ini sebagaiamana firman-Nya, “Mereka itulah yang ditulis dalam hatinya terdapat keimanan.”

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (QS Al Mujaadilah 22)

3. Fu’aad, karena ia merupakan tempat terbitnya ma’rifah. Hal ini sebagaimana Firman Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Fu’aad tidak pernah mendustai apa-apa yang dilihatnya’

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَىٰ

Artinya : “Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya”. (QS An Najm 11).

4. Lubb, karena ia merupakan tempat terbitnya tauhid. Hal ini sebagaimana firman-Nya, “Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang adalah ayat-ayat bagi ulil albaab (sang pemilik lubb)’

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS Ali Imran [3]:190).

5. Syagf, karena hati merupakan tempat terbitnya rasa saling menyayangi dan mencintai sesama makhluk. Hal ini sebagaimana firman-Nya, ’Sungguh ia (Zulaikha) telah dikuasai oleh rasa cinta yang membara….’

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَتُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Artinya : “Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata”. (QS Yusuf :30).

Dari istilah hati inilah mungkin sumber dari pada kebaikan dalam hati kita semua bisa menjadi awal untuk bisa menanam sifat-sifat baik dalam diri yang bisa di rasakan oleh orang lain, sehingga dengan kapasitas tersebut mampu menemukan arti dari pada pentingnya berbuat baik bagi orang lain.

Itu artinya apa yang dialami oleh Sahabat Nabi dalam cerita diatas adalah sesuatu yang berada diluar kendalinya, bukan sesuatu yang ia rencankan sebelumnya, ia tergoda dan terperdaya oleh syetan sehingga setelah ia sadar timbul rasa penyesalan yang dalam apalagi suatu kebanggaan.

Dan ingatlah terhapusnya dosa dengan kebaikan adalah hak prerogatif Allah, bisa jadi karena kesungguhan penyesalannya atas kejelekan yang telah terbuat dan ia rubah dengan menjalani perbuatan, Allah langsung mengampuni dosanya, atau bisa jadi demi terhapusnya dia butuh usaha keras atau waktu yang lama, mungkin hingga ia meninggal, mungkin hingga ia dipadang makhsyar dan bahkan mungkin dapat terhapus setelah terlebih dahulu ia dimasukkan kedalam neraka.

Sehingga Hadits diatas juga mengajarkan agar tidak berputus asa dalam meraih ampunan dan rahmat Allah, jangan karena merasa telah banyak dosa yang terbuat kemudian berputus asa dan semakin jauh terjerembab dalam lumpur dosa. Dan tetaplah optimis untuk senantiasa menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebagai salah satu dari sekian banyak referensinya itu bisa di lihat dari keterangan-keterangan di bawah ini:

فأتيت أبا بكر فذكرت ذلك له فقال : استر على نفسك وتب ولا تخبر أحدا فلم أصبر ، فأتيت عمر فذكرت ذلك له فقال : استر على نفسك وتب ولا تخبر أحدا فلم أصبر ، فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فذكرت ذلك له فقال : ” أخلفت غازيا في سبيل الله في أهله بمثل هذا” ؟ حتى تمنى أنه لم يكن أسلم إلا تلك الساعة ، حتى ظن أنه من أهل النار. قال : وأطرق رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى أوحى الله إليه {أَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ} . قال أبو اليسر : فأتيته فقرأها علي رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال أصحابه : يا رسول الله! ألهذا خاصة أم للناس عامة ؟ فقال : “بل للناس عامة” .

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id