Jangan Pernah Sombong Dalam Hati Karena Itu Akan Menjadi Pengasingan Diri

Jangan Pernah Sombong Dalam Hati Karena Itu Akan Menjadi Pengasingan Diri

Almunawwar.or.id – Mengevaluasi dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang tidak terfuji dan tercela menurut pandangan agama adalah cara terbaik bagi seorang muslim ketika sedang dan beramal sholeh untuk senantiasa menjadi dan memiliki kepribadian yang berahlaqul karimah.

Meskipun dari fasilitas dan kemampuan serta kepemilikan menjadi sebuah kelebihan yang di milikinya, akan tetapi itu adalah laksana sebuah titipan yang sewaktu-waktu akan di jemput dan di minta pertanggungjawaban oleh sang pemiliknya yaitu Allah S.W.T.

Sehingga sangat miris sekali hati ketika pengakuan apa yang di miliki oleh seorang diri ini menghalangi untuk beramal sholeh dan jauh dari pada rahmatNYA, karena terselubung dalam hatinya sifat-sifat keangkuhan dan kesombongan yang justru akan menjadi penghalang bagi dirinya.

Tidak hanya jauh sang khaliq, namun siapa saja yang tertanam dalam dirinya sifat-sifat tercela tersebut itu secara hidp dna kehidupannya tidak akan pernah ada rasa suka, nyaman dan tenang oleh dan bagi orang lain dan juga bagi lingkungan sekitar.

Karena sejatinya tidak ada yang mesti di sombongkan, tidak ada yang mesti di angkuhkan bahkan tidak ada yang mesti di akui dengan segala apa yang di miliki, mulai dari pangkat, jabatan, kedudukan, harta tahta bahkan ilmu sekalipun. itu semua hanyalah laksana sebuah amanah dan titipan semata.

Untuk itu menjaga hati, segenap jiwa juga memelihara dan menjauhkan dari sifat-sifat yang terkategorikan sebagai penyakit hati adalah sebuah awal dan langkah yang terbaik bagi siapa saja untuk menuju dan meraih fitrah dari hakikatnya seorang mahluq.

قال تعالى : ( فمن كان يرجوا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبادة ربه أحدا ) [ الكهف : 110 ] نزل ذلك فيمن يطلب الأجر والحمد بعباداته وأعماله . ومن الأحاديث : قوله صلى الله عليه وسلم : ” يقول الله عز وجل من عمل لي عملا أشرك فيه غيري فهو له كله وأنا منه بريء ، وأنا أغنى الأغنياء عن الشرك ” . وقال صلى الله عليه وسلم : ” إن أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر ” قالوا : ” وما الشرك الأصغر ، يا رسول الله ” ؟ قال : ” الرياء ، يقول الله عز وجل يوم القيامة إذا جاز العباد بأعمالهم : اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم الجزاء ” . وقال صلى الله عليه وسلم : ” لا يقبل الله عز وجل عملا فيه مثقال ذرة من رياء ” وقال صلى الله عليه وسلم : ” إن أدنى الرياء شرك ” .

Dalam surat al kahfi ayat 110 Allah ta’ala berfirman :” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”.ayat tsb turun berkenaan dengan orang yg meminta upah dan pujian dalam ibadah dan amalannya.

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Allah azza wajalla berfirman ‘ barang siapa beramal kepada-Ku dengan amalan yg dipersekutukan dengan selain-Ku, maka amalan tersebut untuknya dan Aku terbebas darinya, Aku adalah dzat yg maha kaya tdk mebutuhkan sekutu ”

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” sesungguhnya yg paling aku khawatrirkn thd kalian adalah syirik kecil.”sahabat bertanya : ” apa syirik kecil itu , wahai Rasululloh ?”Rasululloh menjawab : ” riya’/pamer, Allah azza wajalla pada hari kiayamat kelak ketika para hamba lewat dengan amal2nya ,berfirman :” pergilah kalian kepada orang2 yg telah kalian pameri di dunia, lihatlah mereka, apakah kalian menmukan balasan dari mereka ?”

Rasululloh shollallohu alaihi wasalla bersabda :” Allah tdk menerima amalan yg di dalamnya terdapat riya’/pamer seberat satu dzarroh “Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” sesungguhnya riya’/pamer yg paling rendah adalah syirik.

Pengertian Sombong (Takabbur)
Menurut pengertian istilah, takabbur ialah menampakkan kakaguman diri dengan cara meremehkan orang lain dan merasa dirinya lebih besar dibandingkan dengan orang lain, serta tidak mau mendapat kritik dari orang lain.
Sombong adalah membanggakan diri sendiri, mengganggap dirinya yang lebih dari yang lain. Membuat dirinya terasa lebih berharga dan bermartabat sehingga dapat menjelekkan orang lain.

Ujub adalah ta’ajub (kagum diri) terhadap kelebihan yang dimilikinya. Ia juga bagian dari takabbur yang tersimpan di dalam hati seseorang. Misalnya muncul di dalam dirinya bahwa hanya dia sajalah yang memiliki kesempurnaan ilmu dan amal sedang orang lain tidak. Ta’ajub diri juga adalah sifat yang buruk seperti yang disampaikan Rasul.

Seseorang bisa terjebak timbulnya sifat takabbur karena merasa lebih kaya, lebih pintar, lebih bangsawan, lebih cantik, dan gagah. Kesimpulannya banyak pintu-pintu terbukanya kesombongan bagi manusia, apabila dia memiliki sikap mental yang meganggap enteng dan remeh orang lain atas kelebihan yang ada padanya.

Hukum sombong atau takabur adalah haram

أولُ مَنْ تكبر هو إبليسُ اللعينُ :

قالَ تعالى : ” وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ * قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ ” [ الأعراف : 11 – 12 ] .

وقال تعالى : ” قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ ” [ ص : 76 ] .

فالكبرُ خلُقٌ من أخلاقِ إبليس ، فمن أراد الكِبر فليعلم أنهُ يتخلقُ بأخلاقِ الشياطين

Allah dan RosulNYA melarang seorang hamba berlaku sombong kepada yang lainnya.
Para mufassirin menjelaskan bahwa makhluk yang pertama menampakkan kesombongannya adalah iblis,dan sombong adalah termasuk salah satu sifat iblis,dan makhluk yang berlaku sombong tak lain bahwa dia sedang berakhlak syetan.

Tempat kembali orang-orang sombong adalah neraka jahannam

عقوبةُ الكِبر في الآخرة :

وقال تعالى : ” ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ ” [ غافر : 76 ] .
قال ابنُ كثيرٍ : ” أَيْ بِئْسَ الْمَقِيل وَالْمَقَام وَالْمَكَان مِنْ دَار هَوَان لِمَنْ كَانَ مُتَكَبِّرًا عَنْ آيَات اللَّه وَاتِّبَاع رُسُله وَهُمْ يَدْخُلُونَ جَهَنَّم مِنْ يَوْم مَمَاتهمْ بِأَرْوَاحِهِمْ وَيَنَال أَجْسَادهمْ فِي قُبُورهَا مِنْ حَرّهَا وَسَمُومهَا فَإِذَا كَانَ يَوْم الْقِيَامَة سَلَكَتْ أَرْوَاحهمْ فِي أَجْسَادهمْ وَخَلَدَتْ فِي نَار جَهَنَّم ” لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّف عَنْهُمْ مِنْ عَذَابهَا ” كَمَا قَالَ اللَّه تَعَالَى ” النَّار يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا وَيَوْم تَقُوم السَّاعَة أَدْخِلُوا آل فِرْعَوْن أَشَدّ الْعَذَاب ” .ا.هـ

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ : عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ” ، قَالَ رَجُلٌ : ” إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً ” ، قَالَ : ” إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ ؛ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ ، وَغَمْطُ النَّاسِ ” .
رواه مسلم

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin mas’ud,Rosulullah bersabda : “Tidak akan masuk syurga,orang yang dalam hatinya mempunyai sifat sombong walaupun hanya sebesar biji dzarroh.

Efek Riya Takabbur Dan Dengki
Dalam surat an nahl ayat 23 Allah ta’ala berfirman : ” Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” juga dalam surat ghofir ayat 60 Allah berfirman : ” Sesungguhnya orang-orang yg sombong dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” tdk akan masuk syurga orang yg di dalam hatinya terdapat kesombongan seberat satu biji sawi ”

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.”

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” tdk akan masuk syurga orang yg bakhil, tidak pula orang yg sombong ”
Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :” Allah tidak akan memandang orang yang menyeret kainnya karena sombong”.

Celaan terhadap orang yang hasud/iri dengki
Banyak hadis yang mencela orang yang hasud/iri, diantaranya adalah sabda Rasululloh shollallohu alaihi wasallam :” sifat hasud memakan kebaikan2 sebagaimana api membakar kayu bakar.”

Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda :”Janganlah kalian dengki-mendengki, janganlah kalian putus-me- mutuskan silaturrahim, janganlah kalian marah-memarahi, janganlah kalian belakang-membelakangi,Hendaklah kalian menjadi itu hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana Allah memerintahkan kepada kalian. ”

Sebagian ulama’ salaf berkata :” sesungguhnya dosa yg terjadi pertama kali adalah hasud, yaitu hasudnya iblis kepada nabi adam alaihis salam, iblis iri dengan pangkatnya nabi adam, maka iblis tidak mau bersujud kepadanya, kemudian hasud tersebut membawanya kepada kemaksiyatan.”

Itulah salah alasan mengapa sifat-sifat yang sejatinya tidak di miliki oleh seorang manusia harus selalu senantiasa di bersihkan dan di hilangkan dari seluruh dan segenap jiwa, karena itu jsutru akan membuat dera dan efek yang luar biasa baik diri maupun bagi orang lain.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawar.or.id
piss-ktb.com