Jawaban Daripada Apabila Ada Dua Jumatan Dalam Satu Kampung

Jawaban Daripada Apabila Ada Dua Jumatan Dalam Satu Kampung

Almunawwar.or.id – Salah satu syarat dalam mendirikan jumatan dalam satu kampung ataupun satu DKM itu adalah harus satu jangan lebih, dalam artian tidak di perbolehkan apabila dalam satu kampung itu terdapat dua sholat jumat dengan tempat yang berbeda tanpa adanya udzur ataupun sebab yang memperbolehkannya.

Hal ini sebagaimana yang tertuang dalam penjelasan kitab-kitab Fiqih yang mengisyaratkan bahwa ketentuan yang terdapat pada pelaksanaan sholat jumat itu di antaranya harus berdiri di tengah-tengah satu kampung jangan lebih daripada satu tempat jumatan.

Lalu bagaimana jika memang hal seperti demikian itu terjadi? Jumatan yang mana yang di anggap syah menurut kaidah ilmu Fiqih? Nah dalam hal ini para Ulama menjelaskan bahwa terdapat dua jawaban dari pertanyaan seperti itu dengan penjelasannya sebagai berikut.

وخامسها أن لا يسبقها بالتحرم ولا يقارنها فيه جمعة أخرى بمحلها الا ان عسر اجتماع الناس بمكان، والعبرة باحرام الإمام وقوله بالتحرم أى آخره وهو الراء من أكبر، قوله الا إن عسر اجتماع الناس إما لكثرتهم أو لقتال بينهم كحرام و سعد أو بعد أطراف البلد بأن يكون من بطرفها لا يبلغهم الصوت بشروطه الأتية___واعلم أنه إذا تعددت الجمعة لحاجة بأن عسر اجتماع بمكان جاز التعدد بقدرها وصحت صلاة الجميع على الأصح سواء وقع احرام الأئمة معا أو مرتبا___والمعتبر سماع واحد فأكثر من ذلك المحل بالقوة مع اعتدال الصوت واستواء المكان وعدم المانع من هواء أو شجر مثلا ولا يعتبر العلو فلو كان المكان على عال يسمع اهله النداء لعلوه ولو فرض على مستو لم يسمع لم تلزمهم بخلاف عكسه. الشرقاوي ١/٢٦٣-٢٦٨

Artinya: “pada penjelasan nomor yang kelima tentang sholat jumat itu adalah jangan terdahului oleh jumat yang lainnya dalam satu kampung dengan Takbirotul ikhromnya ataupun jangan sama-sama membarengi takbirotul ikhrom tersebut ole jumat yang lain dalam satu kampung terkecuali susah untuk mengumpulkan orang-orang ataupun jama’ah nya dalm satu satu tempat.

Adapun yang di maksud ibarat dengan lapadz Takbirotul ikhrom imam nya itu adalah harap Ro dalam kalimah Akbar, jadi jangan terdahului pengucapannya tersebut oleh jumatt yang lain dalam satu kampung, dan yang di maksud dengan susuahnya mengumpulkan orang-orang itu dikarenakan beberapa hal

Seperti karena banyaknya orang sehingga tidak mampu ditampung dalam satu masjid, ataupun karena sistuasi yang genting seperti dalam keadaan peperangan misalnya, ataupun karena jaraknya yang jauh, sehingga suara adzan ataupun khotib tidak sampai terdengar.

Dan perlu diketahui dimana-mana jumatan itu banyak dalam artian tidak satu dalam satu kampung karena adanya kebutuhan ataupun hajat seperti susahnya untuk mengumpulkan orang-orang dalam satu tempat, maka itu diperbolehkan jumatan lebih dari satu dalam satu kampung dengan ukuran dan ketentuannya dan hukumnya itu syah semua sholat jumat tersebut sepakat para ulama.

Walhasil jika memang masalah seperti tersebut terjadi maka penjelasannya sebagaiaman yang telah di bahas tadi, adapun Jikalau tak ada udzur maka di syaratkan:

1. Yang duluan takbir (sampai huruf ro lafadz akbar) itu yang sah, yang telat tidak sah
2. Bila bersamaan keduanya tidak sah dan harus berkumpul jadi satu kemudian mengulangi jum’atan
3. Jika diragukan apakah bersamaan atau ada yang duluan hukum sama dengan yang ke 2.
4.bila ada yang duluan tapi diragukan yang mana di antara ke 2 juma’atan tersebut maka mengulang sholat dhuhur semuanya..
5. Diketahui mana yang lebih dulu tapi kemudian lupa maka hukum sama dengan no 4

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com