Jawaban Sayyidina Ali Ketika Ditanya Sahabat Tentang Jarak Antara Bumi dan Matahari

Jawaban Sayyidina Ali Ketika Ditanya Sahabat Tentang Jarak Antara Bumi dan Matahari

Almunawwar.or.id – Kehidupan mahluk di alam semesta ini tentu mempunyai keterkaitan khusus dengan keberadaan makhluq lainnya termasuk dari keberadaan tata surya seperti matahari yang menjadi sumber segala cahaya bagi kehidupan yang ada beberapa planet termasuk dari Bumi ini.

Sehingga berbagai penelitian yang dilakukan oleh pakar teknologi dan sains dilakukan untuk bisa mengathui hal ikhwal yang ada dan terjadi di alam semesta ini. Sebagaimana yang sudah di gariskan dalam Al quran tentang keberadaan manusi dan alam sekitar.

Dan berkembangnya spekulasi tersebut tidak hanya beredar luas di masa sekarang ini, namun jauh-jauh hari berabad sebelumnya permasalahan ini sempat di lontarkan oleh para shahabat nabi ketika itu yang langsung menanyakan ke Sayyidina ‘Ali tentang jarak antara Bumi dan Matahari.

Adanya konsultasi dari pda shahabat tersebut itu merupakan tanda bukti bahwa, jauh sebelum para ahli pakar teknologi jaman sekarang ini, ilmu tentang tata surya dan alam semesta sudah ada sejak jaman para shahabat dulu sekaligus meyakinkan dan membenarkan akan ajaran Islam itu sendiri.

Lalu apa jawaban Sayyidina ‘Ali ketika di tanya permasalahan seperti itu? Berikut kisah singkat perihal dengan pertanyaa tersebut.

Suatu ketika di teras masjid Kuffah, datang seseorang menghampiri Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah, orang tersebut lantas bertanya,“Wahai Ali.. seberapa jauhkah antara tempatku berdiri dengan itu (sambil menunjuk ke arah matahari)?”.

Sayyidina Ali hanya menjawab dengan singkat dan mudah untuk dipahami, “Jika seseorang mengendarai kudanya mulai dari sini selama 500 tahun perjalanan, maka ia akan mencapai matahari”.

Jawaban yang terkesan sepele ini, ternyata jika kita memperhitungkannya dengan teliti, maka jawaban itu memiliki akurasi yang luar biasa terhadap perhitungan astronomi modern.

Jika kecepatan rata-rata (antara jalan dan berlari) kuda Arabian adalah 22 mph dengan waktu perjalanan sehari penuh selama 500 tahun berdasarkan jumlah hari dalam kalender Hijriyah sebanyak 354 hari, diperoleh:

d = vt

= 22 mil/jam x 23,9344699 jam x 354 hari x 500 tahun
= 9,83488 m/s.(23,9344699.60.60)•354•500
= 9,83488 m/s•1,52510436468•10¹ºs
= 1,499921841410•10¹¹ meter

Di tahun 2006, BIPM melaporkan bahwa nilai dari astronomical unit(AU) adalah 1,495978706916•10¹¹ meter, lalu direvisi pada tahun 2014 berdasarkam brosur SI bahwa redefinisi 1 AU adalah 1,495978707•10¹¹ meter.

Hal ini berarti jawaban Sayyidina Ali untuk jarak matahari, punya akurasi 99,737110675% terhadap perhitungan mutakhir atas tetapan satu satuan astronomi sebagai jarak standard bumi-matahari.

Berdasarkan hukum Kepler mengenai orbit planet, diketahui bahwa lintasan orbit tidaklah berupa lingkaran sempurna akan tetapi berbentuk elips dan fakta ini mengharuskan jarak antara bumi-matahari menjadi berubah, sehingga jawaban Sayyidina Ali bisa dikatakan sangatlah tepat untuk dapat dicerna alam pikiran orang-orang pada masa itu di jazirah Arab.

Itulah salah satu redaksi khusus yang kiranya bisa membuka cara pandang dan pemikiran kita tentang begitu besarnya maha karya yang di ciptakan oleh Allah S.W.T yang maha besar atas segala daya ciptanya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
kanzunqalam.com