Jenis Dan Macam Doa Yang Tidak Terkabulkan Menurut Al Hadits

Jenis Dan Macam Doa Yang Tidak Terkabulkan Menurut Al Hadits

Almunawwar.or.id – Masalah dikabulkannya doa seorang muslim itu adalah hak prerogatifnya Alloh S.W.T, hanya saja kita sebagai seorang hamba di tuntut untuk selalu berdoa dalam setiap hal baik yang umum maupun berdoa untuk kepentingan khusus atau pribadi.

Namun ada kalanya sebagai seorang hamab yang lemah dan sangat butuh akan bimbingannya itu untuk senantiasa memperhatikan tatakrama dari cara berdoa sesuai dengan anjuran sunnah juga dari hal yang mungkin menjadi penghalang terhadap di kabulkannya doa tersebut.

Sebagaimana yang telah diterangkan dalam sebuah hadits, bahwasannya ada ciri-ciri tertentu dari doa-doa yang terkabulkan, salah satu di antaranya dari orang dan isi dari tujuan dari berdoa tersebut. Berikut penjelasan mengenai hal tersebut.

حديث ثان لابن شهاب عن أبي عبيد .

مالك عن ابن شهاب عن أبي عبيد مولى ابن أزهر ، عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : يستجاب لأحدكم ما لم يعجل فيقول : قد دعوت فلم يستجب لي .

في هذا الحديث دليل على خصوص قول الله عز وجل ادعوني أستجب لكم وأن الآية ليست على عمومها . ألا ترى أن هذه السنة الثابتة خصت منها الداعي إذا عجل فقال قد دعوت فلم يستجب لي ؟ والدليل على صحة هذا التأويل قول الله عز وجل فيكشف ما تدعون إليه إن شاء ولكن قد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم في الإجابة ومعناها ما فيه غنى عن قول كل قائل ، وهو حديث أبي سعيد الخدري عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : ما من مسلم يدعو بدعوة ليس فيها إثم ولا قطيعة رحم إلا أعطاه الله بها إحدى ثلاث : فإما أن يعجل له دعوته ، وإما أن يؤخرها له في الآخرة ، وإما أن يكفر عنه أو يكف عنه من السوء مثلها وقد ذكرنا هذا الحديث بإسناده في آخر باب زيد بن أسلم من كتابنا هذا .

Artinya : “Hadits kedua selanjutnya dari Ibnu Syihab bin Abdi Ubaid Malik dari ibnu Syihab dari Abi Ubaid Maula bin ibn Azhar dari Abi Hurairoh sesungguhnya Rasululloh S.A.W bersabda :”Di kabulkannya sebuah doa dari diantara kalian yaitu doa yang tidak tergesa-gesa, sehingga mereka pun berkata aku telah berdoa, namun tidak dikabulkannya.

Dalm hadits ini itu merupakan sebuah dalil terhadap kekhususan firman Alloh S.W.T “Berdo’alah kalian semua, maka niscaya aku akan mengabulkannya” Dan ayat ini tidak secara untuk umum maknanya. Ingatlah sesungguhnya tahun ini itu ditetapkannya ketentuan doa bagi orang yang berdoa tersebut, ketika dia berkata “aku sudah berdoa, namun tidak di kabulkan?

Dan adapun dalil terhadap syhanya terhdap makna takwil ini adalah firman Alloh S.W.T ” Maka dibukakanlah hal yang menjadi doa dan harapan orang yang berdoa sesuai dengan idzinnya.

Akan tetapi telah di riwayatkan dari Nabi S.A.W dalam masalah ijabah dan maknanya yaitu hal (doa) yang didalamnya banyak perkataan harapan dair orang membacakan soa tersebut, yaitu hadits yang di riwayatkan oleh Abi Sa’id Alkhudri dari Rasululloh S.A.W yang bersabda:

” Tidak akan di ijabah doa seorang muslim, dimana dalam doa tersebut terdapat hal yang maksiat, juga tidak akan di ijabah doanya bagi orang yang memutus shilaturahmi, terkecuali Alloh S.W.T memberikan kepada hambnya itu satu diantara tiga perkara.

Apakah di ijaba secara langsung seperti di dunia ini, ataupun di kabulkannya nanti di akhirkan (Akhirat) ataupun doa tersebut menjadi kifarat ( penebus dosa baginya), ataupun dari diraksa dan dicukupkan dari hal yang buruk dan yang sepertinya. Sebagaimana yang telah dikatakan hadits ini dengan isnad pada akhir bab.

Walhasil : Doa yang tidak akan dikabulkan menurut keterangan hadits di atas tadi itu ada empat:
1. Doa yang mengandung dosa
2. Doa memutus silatur rahim
3. Doa yang tergesa gesa
4. Doa dari orang yg hatinya lalai
Referensi : kitab at tamhid ibnu abdil bar.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id