Kedudukan Lafadz Faqoth (فقط) Dalam Kalam Arab Menurut Lirikan Kajian Ilmu Nahwu

Kedudukan Lafadz Faqoth (فقط) Dalam Kalam Arab Menurut Lirikan Kajian Ilmu Nahwu

Almunawwar.or.id – Sudah menjadi perihal penting tentang mengetahui pasti makna yang terkandung dalam sebuah kalimah bahasa arab, terutama dari lapadz yang termasuk pada kalimah haraf sebagaimana yang telah di jelaskan dalam kajian-kajian kitab nahwu.

Karena menurut beberapa kajian tersebut, Lapdz yang du jategorikan masuk pada bagian kalimah haraf tersebut terkadang memiliki makna-makna tertentu sesuai dengan kaidah dan tujuan dari pada rangkaian kalimah tersebut, dan terkadang pula di tempatkan dalam satu kalimah tertentu dan sering di gunakan.

Salah satunya adalah lapadz Faqoth yang sering di temukan dalam penerangan berbagai kitab yang di pelajari di beberapa lembaga pendidikan non formal seperti madrasah dan Pondok Pesantren. Dimana dalam kajiannya tersebut tidak sedikit dari lapadz Faqoth yang selalu mengiringi pada sebuah rangkaian kalimah bahasa arab.

Dan tentunya meski sudah di ketahui akan kedudukan dari pada lapadz Faqoth tersebut, namun tidak ada salahnya untuk lebih menjelaskan dan menerangkan apa tujuan dan arti serta kedudukan lapadz Faqoth yang selalu ada dalam kalam arab. Dalam hal ini kajian tertentu yang terdapat pada Ilmu nahwu sebagai tata cara untuk bisa mengetahui kedudukan sebuah kalimah termasuk dari Faqoth itu sendiri. Berikut penjelasannya.

Kata ini bisa dibaca faqoth dan bisa dibaca faqoththu, apa bedanya? simak penjelasannya berikut ini :
1. Lafadz “فقط ” (faqoth) kata aslinya adalah hanya قط (qoth), adapun fa-nya adalah hanya tambahan untuk penghias lafadz.
2. قط (qoth) adalah isim fi’il mudhori yang memiliki arti يكفي atau cukup atau hanya atau saja, قط (qoth) ini mabni sukun. Contoh أريد هذا فقط (saya ingin ini saja)
فقط.3 (faqoththu) kata aslinya adalah hanya قط (qoththu), begitu juga fa-nya adalah tambahan untuk penghias lafadz (demikian pendapat ahli Nahwu)
4. قط (qoththu) adalah dzorof zaman (keterangan waktu), قط (qoththu) khusus untuk nafi yang menunjukkan arti sama sekali, menafikan melakukan sesuatu di masa lalu, sebagai contoh adalah
ما فعلتُ هذا فقطُّ
(saya sama sekali tidak melakukan ini) ini berati bahwa dari dulu saya belum pernah melakukan ini sama-sekali.
Jadi perlu diingat bahwa perbedaan yang sangat nampak diantara keduanya adalah syakal pada huruf tho-nya, jika sukun berarti cukup atau hanya atau saja dan jika tasydid + dhommah maka berarti sama sekali. Wallahu a’lam. [santrialit].

الفرق بين فقطْ بالسكون وفقطُّ بالضم :
فقَطْ أصلها (قطْ) والفاء زائدة جيء بها لتزيين اللفظ، و ( قَطْ ) بالسكون: اسم فعل مضارع بمعنى: يكفي، مبني على السكون،
أما : قَطُّ أو فَقَطُّ بالضم، الفاء لتزيين اللفظ (هكذا عَلَّلَ النحاة)، قَطُّ أو فَقَطُّ: ظرف زمان لاستغراق الماضي، وتختص بالنفي : ما فعلتُ هذا قطُّ أو فقطُّ، أي فيما مضى من زمان وانقطع، بمعنى لم أفعله أبداً.
ويجب التنبيه إلى الشكل للتمييز بين (قطْ) و (قطُّ)، والضابط في ذلك هو المعنى، فإذا كانت بمعنى (يكفي) فهي ساكنة الطاء (قطْ)، وإذا كانت بمعنى الزمان المستغرِق للماضي فهي المبنية على الضم (قطُّ).

Maksudnya “Perbedaan antara lapadz Faqoth yang di sukunkan hurup akhirnya dengan Faqothu yang di dlomahkan hurup akhirnya itu adalah Faqoth itu berasal dari Qoth sedangkan hurup FA nya itu adalah cuman pelengkap dan penyempurna bagi kalimah sesudahnya yaitu lapads Qoth. Dalam hal ini termasuk pada shigot isim fi’il Mudhore’ yang memiliki makna cukup dengan di mbnikan harkat hurup akhirnya pada sukun.

Adapun Qothu atau Faqothu dengan di dlomahkan hurup akhirnya itu adalah hurup FA yang terdapat pada lapadz tersebut merupakan sebagai penghias dan penyempurna lapadz saja. Secara kedudukan tarkib itu termasuk pada Dhorof zaman yang memiliki makna khusus pada di nafikannya.

Salah satu contohnya adalah yang terdapat pada kalimah “ما فعلتُ هذا قطُّ أو فقطُّ” Tidak sama sekali aku berbuat seperti ini yakni dalam hal atau waktu yang sudah terlewat karena dengan kepastiannya tidak mengerjakan apa yang menjadi aktifitasnya.

Dan wajib kiranya untuk lebih memberikan perhatian terhadap pembacaan yang terdapat dari dua kalimah tersebut yaitu Qoth dan Qothu, Sekira bisa di artikan jika qoth itu bermakna yakfi atau cukup maka itu di bedakan dengan di sukunkan huruf akhirnya.

Dan sekira Qoth memiliki makna yang mengurung pada waktu maka itu perbedaan dari qoth itu tidak di mabnikan namun justru di akhir dengan harkat Dlomah.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
piss-ktb.com