Doa Lengkap Penyembelihan Hewan Qurban Dan 3 Hikmah Di Balik Pengamalannya

Doa Lengkap Penyembelihan Hewan Qurban Dan 3 Hikmah Di Balik Pengamalannya

Almunawwar.or.id – Ada totalitas tersendiri bagi seorang muslim ketika harus mengorbankan apa yang selama ini menjadi sesuatu yang paling di cintainya, dimana totalitas penghambaan yang di dasari dengan nilai keimanan yang kuat itu adalah pengiring untuk bisa berqurban sesuai dengan apa yang di perintahkan.

Sehingga pengorbanan seorang hamba jauh lebih istimewa dan berharga jika di banding dengan sesuatu dalam meraih kesempurnaan dalam sebuah pengamalan, Sehingga mampu memberikan raung dan waktu dalam hati untuk bisa memberi, berbagi dan tentunya merasakan orang-orang yang membutuhkan.

Semua berawal dari kesiapan hati, jiwa dan tentunya keimanan kita untuk mengukur sejauh mana kita mampu mengurbankan hal yang paling di cintai di jalan yang di ridhoi olehNya demi menapai derajat kesempurnaan dari nilai totalitas seorang hamba dalam turut dan pasrah atas perintahNYA.

Dan semuanya itu akan bernilai dari adanya ibadah qurban ini yang mampu menghantarkan nilai kehambaan yang begitu sempurna sebagaimana yang telah di tauladani oleh Nabi ibrahim A.S dan juga Nabi Ismail A.S sebagai barometer jiwa tentang bagaimana kita harus mengorbankan harta yang paling di cintai.

Dan lewat ibadah qurban ini tentunya nilai kemanusiaan jauh lebih berarti di kala harus memberikan yang terbaik demia mencapai derajat penyempurnaan seorang hamba di hadapan sang khaliq melaui perantara ibadah qurban ini sesuai dengan kaidah yang berjalan di dalamnya.

Sebab berqurban tidak hanya sebatas mengeluarkan sebagian harta kita untuk di berikan kepada mereka yang berhaknya dengan melalui hewan qurban sebagai fasilitas dari pada perwujudan nilai pengorbanan seorang hamba kepada sang Khalik.

Termasuk dari penataan niat dan hati ketika ingin dan akan bermaksud untuk berqurban, di mulai dari pembelian hewan, penyembelihan sampai dengan pembagian daging hewan qurban tersebut, sehingga dapat di raihlah tiga hikmah terpenting di balik ibadah qurban tersebut.

Doa Sesaat Sebelum Hewan Kurban disembelih

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Hal ini ditunjukkan oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Tausyih ala Ibni Qasim menurutnya, sebelum kita menghadapkan hewan kurban ke kiblat dan siap menggoreskan senjata tajam, kita dianjurkan membaca bismillâh, lengkap dan sempurnanya bismillâhir rahmânir rahîm. Setelah itu kita dianjurkan membaca sholawat untuk Rasulullah SAW, bertakbir tiga kali. Setelah menghadap kiblat dan sesaat sebelum menyembelih, kita dianjurkan membaca doa menyembelih seperti di atas.

Berikut ini kami urutkan bacaan doanya.

1. Baca “Bismillâh”

بِسْمِ اللهِ

Artinya, “Dengan nama Allah”

Lebih sempurna “Bismillâhir rahmânir rahîm”

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang”

2. Baca sholawat untuk Rasulullah SAW

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya, “Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.”

3. Baca takbir tiga kali dan tahmid sekali

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd

Artinya, “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.”

4. Baca doa menyembelih

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya, “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.”

Adapun takbir pada poin ketiga bisa juga dibaca sebelum bismillah pada poin pertama. Demikian doa yang dianjurkan dalam rangkaian upacara penyembelihan hewan kurban

Tiga Pelajaran (Hikmah) Utama Hari Raya Kurban
1. Tentang totalitas kepatuhan kepada Allah subhânau wata’âla. Nabi Ibrahim yang mendapat julukan “khalilullah” (kekasih Allah) mendapat ujian berat pada saat rasa bahagianya meluap-luap dengan kehadiran sang buah hati di dalam rumah tangganya. Lewat perintah menyembelih Ismail, Allah seolah hendak mengingatkan Nabi Ibrahim bahwa anak hanyalah titipan. Anak—betapapun mahalnya kita menilai—tak boleh melengahkan kita bahwa hanya Allahlah tujuan akhir dari rasa cinta dan ketaatan.

Nabi Ibrahim lolos dari ujian ini. Ia membuktikan bahwa dirinya sanggup mengalahkan egonya untuk tujuan mempertahankan nilai-nilai Ilahi. Dengan penuh ketulusan, Nabi Ibrahim menapaki jalan pendekatan diri kepada Allah sebagaimana makna qurban, yakni pendekatan diri.

Sementara Nabi Ismail, meski usianya masih belia, mampu membuktikan diri sebagai anak berbakti dan patuh kepada perintah Tuhannya. Yang menarik, ayahnya menyampaikan perintah tersebut dengan memohon pendapatnya terlebih dahulu, dengan tutur kata yang halus, tanpa unsur paksaan. Atas dasar kesalehan dan kesabaran yang ia miliki, ia pun memenuhi panggilan Tuhannya.

2. Tentang kemuliaan manusia. Dalam kisah itu di satu sisi kita diingatkan untuk jangan menganggap mahal sesuatu bila itu untuk mempertahankan nilai-nilai ketuhanan, namun di sisi lain kita juga diimbau untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia. Penggantian Nabi Ismail dengan domba besar adalah pesan nyata bahwa pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia—sebagaimana yang berlangsung dalam tradisi sejumlah kelompok pada zaman dulu—adalah hal yang diharamkan.

Manusia dengan manusia lain sesungguhnya adalah saudara. Mereka dilahirkan dari satu bapak, yakni Nabi Adam ‘alaihissalâm. Seluruh manusia ibarat satu tubuh yang diciptakan Allah dalam kemuliaan. Karena itu membunuh atau menyakiti satu manusia ibarat membunuh manusia atau menyakiti manusia secara keseluruhan. Larangan mengorbankan manusia sebetulnya penegasan kembali tentang luhurnya kemanusiaan di mata Islam dan karenanya mesti dijamin hak-haknya.

3. Tentang hakikat pengorbanan. Sedekah daging hewan kurban hanyalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya.

Pengorbanan merupakan manifestasi dari kesadaran kita sebagai makhluk sosial, Sebab keserakahan hanya layak dimiliki para binatang. Di sinilah perlunya kita “menyembelih” ego kebinatangan kita, untuk menggapai kedekatan (qurb) kepada Allah, karena esensi kurban adalah solidaritas sesame dan ketulusan murni untuk mengharap keridhaan Allah S.W.T.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id