Kepastian Dari Janji-Janji Allah Bagi Orang Yang Bermaksud Untuk Menikah

Inilah Kepastian Dari Janji-Janji Allah Bagi Orang Yang Bermaksud Untuk Menikah

Almunawwar.or.id – Menikah adalah sesuatu yang sakral bagu setiap umat mamusia, terlebih bagi mereka yang memang untuk pertama kalinya bermaksud melaksanakan aqad tersebut sehingga sering sekali terbersit hal-hal yang dapat meragukan kekukuhan maksud dan tujuan untuk melangsungkan pernikahan.

Namun ingatlah bahwa ada janji Alloh S.W.T bagi orang yang benar-benar melakukan sebuah amalan ibadah tersebut hanya niat karena Alloh semata, bukan hanya sekedar menyalurkan hasrat nafsu saja, akan tetapi ada makna dan tujuan tertentu di balik akad nikahnya tersebut.

Dan memang pra sangka terhadap hal yang membuatnya ragu yang kebanyakan orang cenderung pada bagian sisi ekonomi, finansial juga kemampuannya dalam meraih penghasilan yang sering di alami oleh banyak orang itu adalah masalah yang sering di alami dan nampak itu wajar karena itu tidak lepas dari sisi kehidupan.

Akan tetapi jika melihat dan memahami sekaligus melaksanakan dengan apa yang di sudah di janjikan oleh Alloh S.W.T, maka permasalahan tadi bisa di atasi dengan pasti, jadi tidak perlu ragu lagi jika memang menikah itu lebih baik segera dilakukan daripada berbuat yang justru akan menjerumuskannya.

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Sebagaimana yang tersiratkan dalam firman Alloh S.W.T

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Dan ayat ini adalah jawaban dari keraguan yang selama ini sering di rasakan dan di alami oleh banyak orang terutama bagi para pemuda, Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan.

Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?” Ingatlah:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Artinya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

Kita harus percaya dan yaqin dengan apa yang telah di janjikan oleh Alloh S.W.T terhadap hambanya dari smeua hal yang berhubungan dengan kegidupan termasuk masalah pernikahan ini, sebab nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang. Sebagaimana yang telah di terangkan dalam sebuah hadits:

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160).

Berangkat dari permasalaha seperti itu, maka di samping kita mempercayai dan meyaqinkan dengan apa yang tealh di janjikan oleh Alloh S.W.T adalah dengan selalu senantiasa berdoa dalam setiap waktunya, terutama di waktu-waktu yang tepat (mustajab) agar selalu senantiasa di berikan pendamping hidup yang baik. Dan ungatlah firman Alloh S.W.T

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya ” Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Dari pada itulah intropeksi diri itu lebih baik daripada memikirkan hal-hal yang justru akan mendatangkan keraguan khususnya dalam masalah perjodohan seperti ini, Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Ada juga dari sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam.

Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Barang siapa yang mendatangi peramal/dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad).

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35).

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). “Ingat nikah itu untuk ibadah, bukan untuk senang-senang atau main-main. Kalau memang sudah siap lahir, batin dan mental segeralah menikah”.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.
Sumber:
piss-ktb.com
almunawwar.or.id