Khutbah Pertama Yang Dilakukan Oleh Rasulullah S.A.W Saat Menyampaikan Risalahnya

Khutbah Pertama Yang Dilakukan Oleh Rasulullah S.A

Almunawwar.or.id – Salah satu hal yang menjadi bagia penting syiar agama Islam pada jaman Rasulullah S.A.W adalah dengan memberikan sebuah nasihat sebagai bentuk dari dakwahnya melalui berbagai majelis, Salah satunya mauidoh atau suri tauladan yang di sampaikan melalui khutbahnya.

Dimana dalam penyampainnya itu, Rasulallah S.A.W dalam meyampaikan ajakan melalui risalahnya tersebut selalu mengedepankan kemaslahatan umat, tidak arogan dan tidak pula disertai dengan hawa nafsu. Malah sebaliknya ahlaq mulia Rasulullah S.A.W menjadi bagian penting dalam menyampaikan risalah dakwahnya tersebut.

Meskipun pada mulanya, Baginda Rasulullah mendakwahkan Islam secara sembunyi-sembunyi. Beliau mengajak keluarga, kerabat, dan temannya untuk masuk Islam dari satu pintu ke pintu lainnya (door to door). Kejadian ini berlangsung beberapa saat.

Setelah melalui dan secara terus menerus dakwah ini di lakukan, Kasak-kusuk tentang Rasulullah menerima risalah kenabian sudah terdengar ke sebagian masyarakat Makkah pada saat itu. Hingga kemudian datang perintah dari Allah agar Rasulullah menyerukan Islam secara terang-terangan.

Dan hal tersebut rupanya menjadi tonggak tersendiri untuk menyebarkan islam melaui syariat dakwahnya itu secara terbuka untuk umum, Sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah S.W.T melalui malaikat Jibril A.S.

Rasulullah kemudian mengundang keluarganya dari Bani Hasyim dan Bani Muthalib untuk berkumpul di suatu tempat. Rencananya, pada pertemuan itu Rasulullah hendak menyampaikan apa yang diterimanya dari Allah. Tentang ajaran agama tauhid. Islam.

Namun sayangnya di balik perjuangan melalui penyampaian risalahnya tersebut tida semua orang dapat menerima, bahkan salah seorang paman Rasulullah, Abu Lahab, langsung menentangnya. Dalam pertemuan tersebut, Abu Lahab malah meminta Rasulullah untuk menghentikan dakwahnya.

Meskipun begitu, tetap dengan keistiqomahanny Baginda Rasulalallah S.A.W terus menyampaikan dakwahnya sebagai bentuk dari tanggung jawab seorang pemimpin meskipun harus mengalami perlawanan dan sifat yang benci dari umat. terlebih dari keluarganya sendiri.

Baru setelah itu, kerumunan orang bubar. Begitu pun Rasulullah. Rasulullah yang hendak menyampaikan dakwah pertamanya pun gagal, Namun meskipun langkah pertama melalui penyampainnya risalahnya itu gagal, akan tetapi dengan begitu gigihnya Rasulallah S.A.W terus menjalankan perintahnya.

Rasulullah tidak patah arang. Ia mengundang lagi masyarakat Makkah untuk berkumpul di suatu tempat beberapa saat setelah kejadian itu. Kali ini Rasulullah berhasil menyampaikan khutbahnya. Dan ini menjadi khutbah pertamanya setelah menerima risalah kenabian.

Rasulullah memulai khutbah pertamanya dengan menyebut kalimat tauhid: Tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada sekutu baginya. Sebagaimana yang telah di perintahkan melalui wahyu yang di sampaikan malaikat Jibril A.S.

“Sesungguhnya seorang pemimpin tidak mungkin membohongi keluarganya sendiri. Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah (Rasulullah) yang datang kepada kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum,” kata Rasulullah dalam kitab Al-Kamil karya Ibnu Al-Atsir, sebagaimana dikutip dari buku Khotbah-khotbah Terakhir Rasulullah saw. (Ali Abdullah, 2015).

“Demi Allah, sungguh kalian akan mati sebagaimana kalian tidur dan kalian akan dibangkitkan sebagaimana kalian bangun tidur. Sungguh kalian akan dihisab terhadap apa yang kalian lakukan. Sesungguhnya yang ada hanya surga yang abadi atau neraka yang abadi,” lanjutnya.

Dan ini merupakan Khutbah pertama yang di lakukan oleh Rasulullah S.A.W yang membuat yang hadir saling bersautan untuk berkomentar. Abu Lahab tentu saja yang paling keras menolaknya. Ia menilai bahwa apa yang disampaikan Rasulullah tersebut adalah aib besar. Ia lantas meminta orang-orang yang hadir dalam pertemuan itu untuk mencegah Rasulullah.

“Ayo cegah dia sebelum orang lain yang turun tangan mencegahnya,” Begitulah teriak seorang Abu Lahab.

Berbeda dengan Abu Lahab, paman Rasulullah yang lainnya, Abu Thalib, berkomentar sebaliknya. Ia merasa senang dengan nasihat dan pitutur yang disampaikan keponakannya itu. Bahkan membenarkannya. Abu Thalib juga meminta Rasulullah untuk terus mendakwahkan agama yang dibawanya itu. Tidak hanya itu, Abu Thalib juga siap memberikan pembelaan dan perlindungan bagi Rasulullah.

Meski demikian, Abu Thalib tidak lantas mengikuti agama yang dibawa Rasulullah. Dia masih keukeuh dengan agama lamanya. Hanya saja dia tidak mempermasalahkan jika Rasulullah menyebarkan risalah yang dibawanya itu.

Masyarakat yang hadir ada yang menerima Islam. Tidak sedikit pula yang menolaknya. Mereka kemudian membubarkan diri. Dan khutbah pertama Rasulullah di hadapan masyarakat Quraisy di Makkah ini menjadi penanda bahwa dakwah Islam telah dilakukan secara terang-terangan.

Itulah salah satu perjuangan yang semestinya sebagai Umat beliau harus senantiasa menjadikan apa yang di lakukan dan di perjuangkan oleh Rasulallah S.A.W dalam dkakwahnya itu patut dan harus di lakukan pula oleh kita semua sebagai penerus perjuagannya yang senantiasa kelak akan di akui sebagaim umat beliau dan mendapatkan Syafaatul udzma dari kemuliyaannya.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
almunawwar.or.id
nu.or.id