Kiai Miftah dan Gus Yahya Terpilih Sebagai Rais ‘Aam dan Ketum PBNU Masa Bakti 2021-2026

Kiai Miftah dan Gus Yahya Terpilih Sebagai Rais 'Aam dan Ketum PBNU Masa Bakti 2021-2026

Almunawwar.or.id – Alhamdulillah Muktamar NU ke 34 di Lampung telah rampung Terima kasih Lampung atas semua kesuksesan yang di berikan selama hajatan tersebut berlangsung hingga bisa melahirkan sebuah ketetapan dari forum dari semua pelaksanaan pemilihan AHWA, Rais Aam dan Ketum PBNU untuk masa bakti 2021 -2026 sebagai regulasi kepemimpinan dan kepengurusan ayng sudah di beri mandat dan tugas masing-masing sesuai dengan ART yang di tetapkan berdasarkan musyawarah mufakat.

Di antara hasil Muktamar NU ke 34 ini menghasilkan beberapa poin penting untuk organisasi ini ke depan, Termasuk dalam masalah pucuk pimpinan yang nantinya akan menahkodai alur NU dalam menjalani perjalanan panjangnya terutama dalam kurun waktu lima tahun ke depan, karena bagimanapun juga kehadiran NU ini sangatlah besar terutama dalam menciptakan, menjaga kerukunan persatuan dan kesatuan antar umat beragama dan berbangsa.

Tentu banyak harapan dari warga Nahdliyyin pada khususnya kepada semua pengurus NU yang baru terpilih ini semoga senantiasa bisa menjalankan amanat dari mandat yang telah di berikan di percayakan tentunya dengan penuh rasa tanggung jawab, Sehingga pada nantinya NU lebih maju berkembang dan bisa menanamkan sifat patriotisme dalam menjalankan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara bagi setiap element masyarakat.

Dan alhamdulillah dua kursi pimpinan penting dalam tubuh organisasi ini yaitu Ketum dan Rais “Aam PBNU telah terpilih dengan syah berdasarkan hasil pemungutan suara yang masuk sebanyak 548 suara dengan 337 suara untuk KH Yahya Cholil Staquf sekaligus menjadi Ketum NU baru untuk masa bakti lima tahun ke depan, Sedangkan 210 suara jatuh ke tangan petahana KH Said Aqil Siroj dengan satu suara yang abstains. Artinya, suara yang masuk Total suara tersebut dibacakan Prof M Nuh, Ketua Sidang Pleno Muktamar NU 34.

Sementara Untuk kursi Rais ‘Aam NU baru di percayakan kembali kepada KH Miftachul Akhyar yang pada pemilihannya itu di tunjuk oleh 9 Ulama anggota AHWA NU sebelum pemilihan Ketum PBNU itu berlangsung. Ada harapan besar dari salah satu anggota Ahwa Nu terhadap Rais Aam ini untuk tetap fokus di dalam pembinaan dan pengembangan NU ke depan. “Lalu, beliau (Rais Aam terpilih) berkata, sami’na wa atha’na (kami mendengar dan kami taat),” ujar Guru Besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu. Berikut profil singkat dari kedua Ulama tersebut yang bersumber dari situs resmi nu.o.id.

KH Yahya Cholil Staquf
Kiai yang akrab disapa Gus Yahya itu lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 16 Februari 1966. Ia terpilih sebagai Ketua Umum PBNU saat menginjak usia 55 tahun. Ia merupakan putra dari KH Cholil Bisri, kakak dari KH Ahmad Mustofa Bisri. Gus Yahya mengenyam pendidikan pertama kali di pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah yang didirikan oleh kakeknya, KH Bisri Mustofa.

Ia pun melanjutkan studi pesantrennya di Pondok Pesantren Krapyak di bawah asuhan KH Ali Ma’shum. Ia juga pernah mengenyam Pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Di masa kepresidenan KH Abdurrahman Wahid pada 1999-2001, Gus Yahya ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden bersama Wimar Witoelar dan Addie M Massardi. Gus Yahya diangkat sebagai Katib Aam PBNU masa khidmah 2015-2021 mendampingi Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin 2015-2018 dan KH Miftachul Akhyar 2018-2021.

KH Miftachul Akhyar
Kiai Miftah adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya. Ia adalah putra Pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah KH Abdul Ghoni. Ia lahir tahun 1953, anak kesembilan dari 13 bersaudara. Di NU ia pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang selanjutnya didaulat sebagai Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020, di Gedung PBNU.

Menurut catatan PW LTNNU Jatim Ahmad Karomi, genealogi keilmuan KH Miftachul Akhyar tidak diragukan lagi. Ia tercatat pernah nyantri di Pondok Pesantren Tambak Beras, Pondok Pesantren Sidogiri (Jawa Timur), Pondok Pesantren Lasem Jawa Tengah, dan mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia. Masih menurut Karomi, penguasaan ilmu agama KH Miftachul Akhyar ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem sehingga ia diambil menantu oleh oleh kiai yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas.

“Kiai Haji Yahya Cholil Staquf ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2021,” kata Nuh sembari mengetuk palu. “Al-Fatihah,” imbuh Ketua PBNU 2015-2021 itu.

Wallohu A’lamu Bishowaab
Semoga Bermanfaat.

Sumber:
nu.or.id
almunawwar.or.id